TERORIS YANG TAK TERJAMAHodi shalahuddinketika tak bisa dibeda antara penguasa dan pengusahaketika tak bisa dibeda antara pejabat dan penjahatketika tak bisa dibeda antara doa selamat dan jimatmaka sesungguhnya kehidupan kita tengah berada dalam ancaman teror yang nyatapara teroris yang menguasai kekayaan negarapara teroris yang berwenang sebagai pengelolapara teroris yang canggih bermain dalam mediabisa terbutakan keyakinan kita oleh permainan kata, yang senantiasa cepat berubah arahnegara bukan mainan yang seenaknya diayun-ayunkan ke kanan dan ke kirinegara bukan timbangan untuk selalu menghitung segala untung ruginegara bukan pula patung, yang disembah layaknya berhalanegara ada, dengan cita-cita, ini haruslah nyata, segera diciptabila masih tersamarkan, maka para terorisah yang bekerjaini lebih berbahaya daripada teroris yang bermain dengan senjatalantaran kesadaran kita bisa diremas bersifat manasukadan kita bersorak gembira terhadap segenap bencanaayo, dibutuhkan detasemen khususyang mampu menerobos dan membongkarsegenap jaringan para teroris yang selama ini tak terjamahYogyakarta, 21-22 Juli 2011http://odishalahuddin.wordpress.com
Showing posts with label Odi Shalahuddin. Show all posts
Showing posts with label Odi Shalahuddin. Show all posts
Friday, January 4, 2013
Puisi Teroris Yang Tak Terjamah
0 komentar Friday, January 04, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiWednesday, January 2, 2013
Puisi Tentang Luka | Odi Shalahuddin
0 komentar Wednesday, January 02, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiLUKAOdi Shalahuddintertorehmenyiksakalut pikirbukankah itu justrumembangkitkan luka lainnya?mari nikmati lukasambil bernyanyi dan menariagar tak terasakan lagiyogya, 19 Januari 2012http://odishalahuddin.wordpress.com
Friday, December 28, 2012
Puisi Bangkit | Odi Shalahuddin
0 komentar Friday, December 28, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBANGKITodi shalahuddin
Bangkitlah dari kursimu, bila itu terasa panas, lantaran uang panas semakin membakar saku celanamu, kecuali bila dirimu ingin menghitamkan diriBangkitlah dari tidurmu, bila hanya mimpi yang kau nikmati, sedang mata terbuka terasa siksa belaka, buat apa kau berbangga sebagai pemuda, sedang tiada perubahan bagi bangsa dan negara?Bangkitlah !!!Tapi, janganlah bangkit. Sungguh kuharap padamu, yang telah terbujur kaku di pemakaman. Tenang sajalah pada duniamu.
20 Mei 2011http://odishalahuddin.wordpress.com
Puisi Berkorban | Odi Shalahuddin
0 komentar Friday, December 28, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBERKORBANodi shalahuddintumpahpada tanahyang telah basahmata sayutunggu giliranini pengorbananatau dikorbankansama sajademi perjalananpara manusia diingatkanayo, jangan segera lupakantak perlu tunggu tahun depanpara tetangga butuh bantuanjangan berpura, hilang sekelebatanayo, terus berkorbansetelah harta terus ditingkatkansungguh, jangan sampai hilang ingatankelak engkau diminta pertanggungjawabanYogya, 6 November 2011http://odishalahuddin.wordpress.com
Thursday, December 27, 2012
Puisi Siapa Bermain Api ? | Odi Shalahuddin
0 komentar Thursday, December 27, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSIAPA BERMAIN API?
Odi Shalahuddin
api
api
api
membakar
jiwa-jiwa yang tengah resah
hingga tindak membakar segala
api
api
api
berkobar di mana-mana
dalam kata-kata
dalam bisikan dan gosip jalanan
hingga menyeruak pula
pada ruang-ruang parlemen dan istana
mengeliat
menyebar
membakar
terbakar
api
api
api
terbakar
kebakaran
dibakar
api berkobar
siapa bermain api?
ayo
matikan kompor
air telah mendidih
lebih baik buat kopi
jangan biarkan kompor meledak
6 Januari 2012
http://odishalahuddin.wordpress.com
Puisi Menagih Janji | Odi Shalahuddin
0 komentar Thursday, December 27, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMENAGIH JANJIOdi Shalahuddinssstttt,mengetuk pintumu, maaf bukan memelas minta uanglantaran dirimu telah jadi pejabat negarasekedar ingatkan, tentang janji-janji yang telah kau tebarkanmaaf, jangan anggap kami sebagai penagih hutang yang bengis13 Januari 2011http://odishalahuddin.wordpress.com
Puisi Seiring Suara Tokek "Ada Atau Tiada" | Odi Shalahuddin
0 komentar Thursday, December 27, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiADA ATAU TIADA?odi shalahuddinAda?Tiada?Ada? Tiada?Ulangan TanyaSeiring suara tokekAda….(tekkkkeeeeekkkkkk)Tiada(tekk……)Jadi……?Ah…,Ini hanya candaTak usah dibacaPercumaHabiskan waktu sajaAyo,kembali kerja dan berkaryaYogya, 5 Desember 2010http://odishalahuddin.wordpress.com
Tuesday, December 25, 2012
Puisi 2012 | Odi Shalahuddin
0 komentar Tuesday, December 25, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi2012Odi Shalahuddinada gosip di jalanantentang ancamantapi ada bisik-bisik pulatentang keyakinanperubahan akan terjadimenuju kehancuranatau kemenangankehancuran menuju kemenangan?atau kemenangan menuju kehancuran?ah bila mungkin dinyatakanmaka segala terbuka kemungkinanbukankah begitu, sobat?mari nikmati saja secangkir kopidi pagi hariwalau tak bisa tertawalantaran membuka lembaran beritamasih saja banyak kisah dukabersama setumpuk hutang kerjaayo nikmati pagi seraya menyeruput kopibangkitkan ceria hati, jangan terjebak mimpi3 Januari 2012http://odishalahuddin.wordpress.com
Saturday, December 22, 2012
Puisi Aku Belajar Untuk Tidak Percaya
0 komentar Saturday, December 22, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAKU BELAJAR UNTUK TIDAK PERCAYAOdi Shalahuddinbila dirimu sendiri yang telah mengajarkan ketidakpercayaanketika tanah direlakan, dengan rasa bangga sebagai wargamengabdi kepada negara, menyumbangkan apa yang dipunyaberdirilah pabrik-pabrik milik para pengusahadan orang-orang dari jauh menjadi pekerjanyawarga, khususnya para pemuda, hanya bisa melongo sajaketika semakin tersingkir, masuk ke dalam hingga benar-benar buntutak bisa mundur, sedangkan kebutuhan terus memburupergilah ke kota-kota membawa berbagai jutaan harapan barutapi nyatanya melamar kerja tertolak melulusampai kesal rasanya ingin melempari batubagaimana mungkin percayabila dirimu sendiri yang telah mengajarkan ketidakpercayaanketika rejim otoriter terjatuh, membangun semangat perubahanwaktu yang berlalu akhirnya goreskan kekecewaanKetika orang-orang berada pada lingkaran dan puncak kekuasaanmenunjukkan watak aslinya merebut dan mempertahankanmengatas-namakan kepentingan bersama, tapi hanya sekedar ocehanLantaran perubahan sama sekali tak hiraukan gema seruandari rakyat yang masih terus bergulat dengan kemiskinansedang mainan kata-kata terungkap pula sebagai bualanbagaimana mungkin percayabila dirimu sendiri yang telah mengajarkan ketidakpercayaanYogya. 19.01.11http://odishalahuddin.wordpress.com
Thursday, December 20, 2012
Puisi Sambut Pagi | Odi Shalahuddin
0 komentar Thursday, December 20, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Sambut PagiOdi ShalahuddinJelang Subuh,Mimpi menepiKendati harapAda yang tertinggalBiar lekat dalam ingatanMenanti mentariAh, lembaran apaHendak kau buka?Jangan meragu lukis rencanahei, jangan termangusegera bangkit usir kantukmumenyusuri peta buta tak terlupadapur dan kamar mandibuat kopi dan segera mandi !teruslah ternikmatiYogya, 7 April 2012http://odishalahuddin.wordpress.com
Saturday, December 15, 2012
Puisi Ada Cinta Disini | Odi Shalahuddin
0 komentar Saturday, December 15, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
sumber gbr : abstract.desktopnexus.com
ADA CINTA DI SINIodi shalahuddindini hari memang waktu baik untuk merenung dirimengevaluasi dan merefleksi perjalan hari-harimengetuk pintu langit yang tak bertepimemasuki ruang-ruang sepisendiri, tapi tak merasakan sunyilantaran suara-suara menggema dinding hatiapakah yang selama ini kau cari?bukankah membangun mewujudkan mimpi-mimpi?mari masuk tak usah meragu, ada cinta di sinibagi setiap insan yang haus dan pedulitenanglah, tak perlu risau ada diskriminasisemua sama, bisa saling berbagiayolah, jangan meragu, ada cinta di sinijangan takut hatimu akan tercurisebab segalanya akan kita nikmatiwalaupun sepanjang jalan berdurimenggores tubuh, alirkan darah, muntah ke bumiitu hanya tantangan yang harus dilewatiayolah, jangan meragu ada cinta di sinitapi jangan merasa bahwa semua bisa kau beliini adalah soal hati dan soal berbagi20 Desember 2010http://odishalahuddin.wordpress.com
Tuesday, December 11, 2012
Puisi Tuhan, Aku Yakin Kau Tidak Lelah
0 komentar Tuesday, December 11, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
sumber gbr : fanpop.com
TUHAN, AKU YAKIN KAU TIDAK LELAHodi shalahuddinbencana demi bencana yang melanda Indonesiakuyakin bukan adzab darimu, Tuhantapi irama alam semesta yang tidak lagi berada dalam putarannyalantaran ulah manusia dengan keserakahannya yang merajaatau bahkan mungkin terlena dan larut dalam lupakuyakin itu, Tuhan,sebab ketika semesta tercipta, telah kau lepas ia untuk bekerjapada setiap bencana, selalu saja berulang kebodohan yang samatentang orang-orang yang selalu saja berkata-katatentang peringatan darimu, kepada para korban yang dinilai menjadi para pendosadan ini disiarkan dalam berbagai ruang-ruang agamatentang ini, aku tidak yakin, Tuhanwalau dalam keyakinan, semuanya adalah atas kehendak-Mutapi manusia pulalah yang harus senantiasa menjaga keseimbangandan bersikap waspada terhadap berbagai kemungkinan ancaman bencanapada setiap bencana, selalu saja berulang kebodohan yang samatentang para penguasa yang masih gagap,suntuk bermain dalam ruang prosedur dan administrasisedang para korban butuh pengungsian yang aman, nyaman,dan terjamin kelangsungan hidupnyapada setiap bencana, anugrah dariMu, menjelma melalui hati dan sosokratusan orang-orang yang ringan bergerak membantu sesamanyapara relawan yang tak henti bekerja, ke dalam wilayah-wilayah bahayahingga kematian juga sering membayang-bayangi merekaTuhan, ketika nama-Mu digemakan, dengan berjuta permintaankutahu, kau tak pernah lelah, dan tak akan pernah lelahkarena diri-Mu memanglah tempat memintaYogyakarta, 19 November 2010http://odishalahuddin.wordpress.com
Friday, December 7, 2012
Puisi Desaku | Desaku Yang Kucinta
0 komentar Friday, December 07, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
DESAKUodi shalahuddinpujaan hatiku…”desa telah mengubah dirinya menjadi kota. ketika tanah-tanah semakin terpuruk ditenggelamkan oleh aspal, adonan semen dan pasir, dan gemerlap keramik pada rumah dan gedung yang bertumbuhan semakin menjauhkan kaki kita berpijak bumi. tiada batas. aliran listrik, telpon, komunikasi seluler, akses internet memandang wajah dunia dalam layar dan bersapa tanpa menunggu kecemasan suara dering bel sepeda dari pak pos. migrasi bukan kemewahan lagi melainkan menjadi perburuan bagi perubahan nasib. kota-kota. negeri seberang. ragam bahasa. pertemuan-pertemuan lahirkan cinta.ah, masihkah engkau bertanya tentang asal asli? dunia telah terbentang dan tertiti, dengan kerumunan-kerumuan di setiap sudutnya. ruang pertemuan tanpa batas, lahirkan anak-anak manusia. perpaduan. anak-anak dunia. hidup di desa global tanpa peta. keberuntungan bila dirimu masih memiliki alamat rumah.tapi bagaimanakah bagi mereka yang berada dalam kamp-kamp penampungan atau lorong-lorong jembatan sebagai warga tanpa pengakuan atas keberadaannya?”desaku yang kucinta……..”desa. manakah berpulang? ketika desa sudah menjadi dongengan atas para pendahulu tentang kampung halaman. jutaan manusia yang hadir dalam ruang pertemuan dan menyapa dunia dari rumah tak berdinding. Bermimpi tentang wajah kampung halaman yang tak bisa lekat dalam kepala.”desaku yang kucinta,pujaan hatikutempat ayah dan bundadan handai taulanku….”bagaimana hendak melupa, bila hidup tak pernah bersapa dan menyelaminya. hanya lagu. lagu. lagu. lagu. lagu pengisi hati di kala merasa sepi. engkau?Yogyakarta, 25 november 2011http://odishalahuddin.wordpress.com
Thursday, December 6, 2012
Puisi Kepada Istriku | "Selamat Ulang Tahun Istriku"
0 komentar Thursday, December 06, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKEPADA ISTRIKU
:Sri
odi shalahuddin
walau belum berjumpa,
dan kutahu kau masih terlelap
aku tetap bertahan untuk terjaga
berhasil melewati pergantian hari
dan tepatlah bisa dikata
25 Desember ini tanggalnya
kuucapkan padamu
”selamat ulang tahun istriku,”
aku bisa tersenyum
membayangkan mengecup keningmu
sambil menyaksikan wajah renyahmu
bukan wajah masam seperti tahun-tahun yang sudah
lantaran ucapan datang dariku
setelah berulang isyarat tersampaikan
sehatlah selalu wahai sang istri,
senantiasa kejernihan berpikir mengarungi hari-hari
ringan langkah tapak kaki meniti
penuh semangat, hidup saling berbagi
dipanjangkan umur dan saling mengasihi,
Berdoa kesehatanmu selalu
25 Desember 2010
http://odishalahuddin.wordpress.com
Tuesday, December 4, 2012
Puisi Pengecut | Odi Shalahuddin
0 komentar Tuesday, December 04, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPENGECUT
odi shalahuddin
pengecutkah aku?
tak berani menulis tentang preman
apalagi tentang mentri dan presiden
membayangkan saja badan sudah gemetaran
pengecutkah aku?
menghindar dalam diskusi tentang agama
apalagi kalau sumpah serapah sudah meraja
makin susah bagiku menangkap logika
pengecutkah aku?
tak berani menulis tentang cinta
apalagi yang serba terbuka
membuat bodohku semakin menganga
pengecutkah aku?
hanya berani menulis fiksi
yang mungkin tak layak kau sebut puisi
tentang awan yang terus berlari
atau hilangnya harga diri
”Pengecut! Dasar Pengecut!”
Nah, bentakanmu itu saja sudah membuat nyaliku ciut
http://odishalahuddin.wordpress.com
Monday, December 3, 2012
Puisi membaca Wajahmu Indonesia
0 komentar Monday, December 03, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMEMBACA WAJAHMU INDONESIA
odi shalahuddin
aku tak tahu lagi apa harus dikata
membaca wajahmu, Indonesia
tak henti bersolek, namun tak pernah lenyapkan berbagai luka
bahkan kurasa semakin terbuka saja
hingga terseret nanah dan darah sepanjang catatan sejarah
pakaian kebesaranmu, nan agung, luluh tinggal cerita
menjadi dongengan, anak-anak-pun enggan mendengarnya
lantaran telah dinina-bobokan berbagai tontonan dan permainan maya
membaca wajahmu, Indonesia
yang terus saja bersolek hingga hilang rupa
dalam cermin wajah-mu retak, porak-porandakan peta-peta
terlalu tebal bedak dan gincu, membuat kita semakin bertanya
ada apa denganmu, Indonesia?
bagai kehilangan keyakinan, tentang siapa-siapa yang percaya
terasa limbung, bingung, membuatmu jadi bahan tawa
ayo, bangkitlah Indonesia,
jangan persoalkan kentut, selagi jutaan bom waktu telah menyala
jangan persoalkan citra, selagi diambang marabahaya
jangan persoalkan cinta, cukuplah engkau percaya
bersihkan kotoran-kotoran yang melumurimu, segera berbasuh muka
hingga segar pikirmu, dan mata menatap hal yang nyata
tentang apa-apa yang tengah merajalela
Ayo, bangkitlah Indonesia
sambutlah para generasi muda dengan jiwa-jiwa merdeka
Yogyakarta, 30 September 2010
http://odishalahuddin.wordpress.com
Puisi Bukan Mantra, Tak Perlu Takut Kena Guna-guna
0 komentar Monday, December 03, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBukan Mantra, Hanya Ocehan Belaka, Tak Perlu Takut Kena Guna-guna
Odi Shalahuddin
Menghujam nujum perpaduan beragam mantra,
bola api pecah masuk ke dalam kepala
terasa terang namun menyesatkan,
goyang aliran kesadaran
bersemayam dalam
dada akhirnya
dan
putaran semesta
yang pula telah berubah
kehidupan terasa berlari serba cepat
siapa lambat, akan terus disikut dan disikat
dijerumuskan pada lorong-lorong gelap nan pekat
peta-peta silih beralih rupa, sebelum terhapal seiring berubahnya wajah-wajah bumi
tiang-tiang telah dipancangkan, gedung-gedung menjulang dan jalan-jalan terbang
asap-asap hutan terbakar, membumbung, menggulung berbaur dengan asap-asap cerobong pabrik
bersambut asap-asap knalpot dari jutaan kendaraan bermesin
sepanjang jalan-ruang yang dinyatakan sebagai peradaban baru tanpa tuan,
menghilangkan, kemudian mencipta ulang tentang ke-Tuhan-an
rasa lelah tak mampu usir desir angin yang memanas pun
pada musim penghujan tanpa air kehilangan gelombang
namun halilintar terus saja menyambar-nyambar
jangan kau kata tengah teringat tentang hutan
lahan persawahan atau rimbun beringin
yang menua atau bahkan dihilangkan
apalagi berkali kau katakan
“dulu tak begini rasanya,”
itu sudah jadi pertanda
bahwa dirimu tidak
ikuti perubahan
jaman
ini
!
?
tanya
tak mengapa
sejauh tak berbeda
jangan mainkan mantra-mantra
agar engkau tak dibilang orang gila
atau dijadikan tersangka sebagai perusak negara
kendati kita tahu negara telah dikangkangi para pengusaha dunia
bersama ahli-ahli nujum yang memainkan tombol-tombol kesadaran
sebagai kebenaran yang tak boleh terbantahkan dan terus saja berkeliaran
pada dinding-dinding sekolah dengan para guru yang hilang gairah lantaran
dikejar-kejar kebutuhan bukan untuk menjadi kaya tapi bisa bertahan dalam kehidupan
Yogyakarta, 27 November 2011
http://odishalahuddin.wordpress.com
Puisi Mengapa Harus Takut
0 komentar Monday, December 03, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMENGAPA HARUS TAKUT
odi shalahuddin
Ini memang bukan jamannya lagi. Melempar batu sambil sembunyi. Tenanglah, tidak akan ada ancaman jeruji, apalagi dibuat mati. Semua sekarang sudah bisa bernyanyi, tanpa perlu ada seleksi. Jadi, tenangkanlah hati, bila berdiskusi, tak perlu lagi ragukan diri.
Apakah dirimu kupanggil saudara atau saudari, tidaklah akan ada yang peduli. Terpenting, bukanlah basi-basi atau menyerang sana-sini, apalagi sering tanpa bukti. Mari bangun demokrasi. Membangun kita punya negeri. Tenanglah, akan kubuatkan secangkir kopi, panas mendidih asal bisa tentramkan hati. Ini bukan sogokan, apalagi mengklaim dirimu terbeli. Santailah di sini, ini, benar-benar kopi.
Jadi, tak ada alasan untuk bersembunyi. Semua terbuka tak perlu ada yang ditakutkan lagi.
Mari……
27 September 2010
http://odishalahuddin.wordpress.com
Puisi Negeri Hantu | Odi Shalahuddin
0 komentar Monday, December 03, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiNegeri Hantu
Odi Shalahuddin
inilah negeri hantu
di mana sosok-sosok mudah menghilang
menghilangkan diri atau dihilangkan
sementara atau selamanya
dan seperti biasa
kita juga biasa-biasa saja
tidak ada yang aneh di negeri hantu
inilah negeri hantu
tempat otak-otak telah membatu
kaki bertopi dan kepala bersepatu
tidak ada aturan baku
karena hantu di negeri hantu
tidak memerlukan itu
inilah negeri hantu
mantra-mantra menjadi satu
janganlah engkau banyak berseru
itu tidak akan banyak membantu
tenang-tenang sajalah
ya sudahlah
Yogyakarta, 15 agustus 2010
http://odishalahuddin.wordpress.com
Sunday, December 2, 2012
Puisi Aku Percaya Padamu Tuhan
0 komentar Sunday, December 02, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
sumber gbr : ramadhan.republika.co.id
AKU PERCAYA PADAMU TUHANodi shalahuddinpercayakutak tuntas dalam kata melukiskannyabersemayam dalam darahmenyelusup ke segenap ruang peredarannyadari setiap desahan nafasdari kuku kaki hingga rambut kepalaaku percayawalau kuakui aku bukan hamba yang baikbahkan teramat buruk, mungkintak penuhi segenap ajaranbahkan tertinggalkerap mengabaikan walau tak lupalantas tersedu dalam duka, memanggili-Mumemohon segala permintaankuakui, kuakui itutapi aku percaya pada-Mupercayaku, membuat berani mencandai-Mutapi tak berani memperolok-olok-Muwalau kutahu Engkau tak akan marahsebab Engkau Maha KuasaPercaya,tak akan menggoyahkan keyakinanwalau seberondongan rayuan dan hujatan bertebaranpercaya,tak akan menjatuhkanku sebagai manusiawalau nilai-nilai kemanusian meluntur dalam tindakanpercaya,kuhormati kepercayaan kaliansebagaimana kalian menghormati keyakinankulantas buat apa meributkannya?24 Desember 2010http://odishalahuddin.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)





