ACEH DALAM KENANGAN
Ernita Kahar
Ketika kecipak air krueng daroy*) membuat kau terlena malam ini
Biarlah jiwamu hanyut bersamanya
Lalu impikan putroe phang*) bercengkerama
Berlarian sepanjang gunongan*)
Ketika nyaring suara muezzin*) membangunkan kau esok hari
Pandanglah kepada jantung tanah ini
Di mana awal nadi berdenyut dan dinamika hidup di mulai
Pandanglah kepada Baiturrahman*) yang memberimu damai
di segenap rasa dan indra
Pandanglah kepada rumah yang memberimu ketentraman
Bila rumpun padi engkau saksikan kuning-kemuning
Bayangkanlah semampai dara tanah ini
Meliukkan ranup lampuan*)
Gemulai lenggok serune kale*) sakral
Sampai keperaduan puteri bunsu*)
Bila engkau dengar derap rapa’i*)
Maka saksikanlah gelora seudati*)
Membakar semangat putra-putri tanah ini
Pergiatlah mengabdi
Kepada tanah di mana kita berasal dan telah menjadi besar
Lalu jika engkau lihat pantai-pantai berpasir emas
Bukit-bukit berjajar dan hutan-hutan perawan
Pujilah kebesaran Tuhan
Memberi kekayaan ruah milik putra-putri yang tegar
Dengan otak seruncing mata rencong
Maka dengarlah hikayat yang mereka lantunkan
Saksikan semarak serebak
Dan tawa para bocah yang menyimpan harap
Marilah memandang jauh merambah
Denyut kehidupan di sini
Maka janganlah malu mengakui
Engkau pasti akan merindukannya lagi
*) nama sungai yang melewati belakang pendopo gubernur Aceh sekarang
*) permaisuri raja Aceh, yang berasal dari Pahang Malaysia
*) tempat pemandian putra-putri raja tempo dulu
*) pengumandang azan di mesjid
*) mesjid raya Banda Aceh
*) nama tarian menyambut tamu
*) alat musiktiup khas Aceh
*) nama putrid dalam mitos
*) alat musikperkusi khas Aceh
*) tarian terkenal Aceh yang dimainkan kaum lelaki
Showing posts with label Tema Aceh. Show all posts
Showing posts with label Tema Aceh. Show all posts
Friday, May 7, 2010
ACEH DALAM KENANGAN | Puisi Ernita Kahar
0 komentar Friday, May 07, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSunday, May 2, 2010
ACEHKU SAYANG, ACEHKU MALANG | Puisi Idris Pasaribu
0 komentar Sunday, May 02, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiACEHKU SAYANG, ACEHKU MALANG
Idris Pasaribu :
Deru air bersama angin melaju
Derak pepohonan dan rumah tumbang
Dalam gerak singkat
Dalam detik
Sirna
Acehku sayang…
Tak habis di rundung malang
Acehku malang…
Bawa ribuan jiwa melayang
Bersama Tsunami ruh mengawang
2005
Saturday, April 24, 2010
ACEH | Puisi Tentang Aceh
0 komentar Saturday, April 24, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiACEH
Ridwan Amran :
Biru lautmu birunya hatiku
Di sana purnama terluka
Tentang keadilan yang terkubur
Dan cinta kasih yang terbujur
Berlumur darah
Kenangan apa yang akan kusematkan padamu
Seuntai puisi yang tak bergema'?
Pada mavat-mayat tanpa kubur
Atau pengungsi yang terusir dari rumah
Atau harta benda yang porak poranda
Dalam maraknya resah di mulut senjata
Dalam maraknya fitnah di pelatuk senjata
Hukum apa yang ku undangkan padamu
Untuk menawarkan panas api
Untuk menyejukkan bumi-bumi
Untuk mengibarkan panji-panji damai
Agar nelayan berlayar di lautmu
Agar petani mencangkul di ladangmu
Agar pengungsi kembali ke rumah sendiri
Menyirami kasih sayang yang abadi
Hukum apa yang ku undangkan kepadamu
Andai bahasa telah mengering dalam kitab
Andai hati telah membeku tanpa peduli
Kemiskinan, kemeiaratan, dan kesengsaraan Yang memerihkan jiwa rakyat
Aceh, biru lautmu biru hatiku
Di sana purnama terluka
Subscribe to:
Posts (Atom)
