SuruttuturAyatrohaediSelamat tinggal, duhai, setiap kenangan!Keharuan, kemanisan masa kanakadalah mimpi yang tak bisa dilupakanAdalah pagi-pagi, punggung kerbauselalu jadi tunggangan. Musim bersawahkesibukan kampung di sana tertumpah.Menggema lagu gembala, lagu setiap gembala:Darah yang turun-temuruntetes bunda penuai padikeringat bapa pembajaklewat nini lewat akilewat jantung yang berdetaksemenjak kampung terhuni.Angkatan demi angkatandan jauh sebelum itu.Kerbauku sayang, kambing tercinta,rumput terhampar di bumi inikalian cuma yang punya.Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!Keharuan, kemanisan masa kanakadalah mimpi yang selalu dimimpikanAdalah ketika senja, kereta tebuselalu jadi incaran. Musim memotongsetiap anak pun berkumpul di sana.Menggema lagu gembala, lagu setiap gembala:Cinta yang turun-temuruncinta bersemi di haticinta ladang dan tanamanlewat bunda cinta padilewat bapa cinta tanahtak pernah menjadi kering.Angkatan demi angkatandan jauh sebelum itu.Tanahku sayang, ladang tercintakeringat ngucur di badanadalah cuma untukmu.Selamat tinggal, duhai, setiap kenangan!Perpisahan antara kita adalah mimpiyang tak pernah kumimpikan1964
Showing posts with label Ayatrohaedi. Show all posts
Showing posts with label Ayatrohaedi. Show all posts
Friday, February 7, 2014
Puisi Suruttutur | Ayatrohaedi
0 komentar Friday, February 07, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiWednesday, February 5, 2014
Puisi Nyanyian Keabadian | Ayatrohaedi
0 komentar Wednesday, February 05, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiNyanyian KeabadianAyatrohaediHujan jatuh di luar musimmenghijaukan rumput di jalanHujan jatuh bersama anginmelambaikan daun di dahanHujan jatuh membawa dinginmenyejukkan rindu di badanCinta yang tumbuh setiap musimadalah cintaku pada keabadian1958
Tuesday, February 4, 2014
Puisi Das kalte Herz | Ayatrohaedi
0 komentar Tuesday, February 04, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDas kalte HerzAyatrohaediKabut pegununganmenutup lembahsuram cahya mataridi danau bawahKabut pegununganmenutup lembahdingin hatimengetuk pintuHati dingin, hatiyang dingin,bagai kabut pegununganmenghadang matari.Hati dingin, hatiyang dingin,bagai pintuberpalang besi.Kabut pegununganmenutup danau di bawahhati 'kan tetap hatiwalau pun sedingin besi.1963
Monday, February 3, 2014
Puisi Tentang Alma mater | Ayatrohaedi
0 komentar Monday, February 03, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAlma materAyatrohaediAku melangkah ke luar gapuradan tertegun di bawahnya: Gerbangyang pernah menerima kedatanganku,kini hendak kutinggalkan. Alangkahkecil diriku, memandang keluasandunia di luar lingkungan kampus.Sekian tahun yang lalu, aku melangkahmemasuki gapura ini, dan tertegun di bawahnya:Di dalam, telah siap api menyalauntuk menggodogku. Alangkah banggahatiku, menjadi anak-didiknya.Dan tahun-tahun berlalu, sekian kali telah berlalu.Kemudian tibalah ketika, aku harus melangkahkan kakike luar gapura. Dengan bekal yang kubawa:sedikit pengetahuan, sesusun pengalaman,dan yang terpenting, seberkas nasihat:"Anakku, kulepas kau pergi, adalah dengan keyakinantelah bisa berdiri sendiri. Kurelakan kau berjalan,dan yang selalu musti kauingat,sekolahmu belum lagi selesai, tapi malah baru mulai.Karena di luar lingkungan Alma matermu ini,gerbang sekolah paling besar terbuka:masyarakat, lingkungan yang harus kaumasuki,dunia yang wajib kaudatangi,di mana kau musti hidup dan menghidupinya.Ia telah siap menerima kedatanganmu.Ia menagih janjimu, menuntut baktidari segala yang pernah kautuntut di sini.Pergilah kau, berjalanlah dengan tabah, anakku."Dan aku pun melangkah ke luar gapura.Tak kurasa, aku pun memalingkan muka.Memandangnya untuk kali yang penghabisan,dan kurasa, meneteslah airmata.Aku tak bisa bicara, dalam hati cuma:"Selamat tinggal, aku tak akan bisa melupakanmu,Alma materku tercinta, karena kau bagikuadalah tempat kelahiran yang kedua."1965
Puisi Rajagaluh* | Ayatrohaedi
0 komentar Monday, February 03, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiRajagaluh*AyatrohaediSebuah hutan memucuklewat kampung Rajagaluhgelagah lebat memanjangtertutup jalan ke kotabiji tarum bunga kembangburung ngisap benangsariDekat tidak tentram hatitapi besok lain lagirindu kampung cinta daratak bakal sesayang bundahabislah tahun dan bulantak kujelang Rajagaluh1958*(dari lagu rakyat Sunda)
Sunday, January 26, 2014
Puisi Leuwimunding | Ayatrohaedi
1 komentar Sunday, January 26, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiLeuwimundingAyatrohaediJalannya penuh berdebuantara sawah dan kaliantara gunung dan tegaldi bawah kilat belatianak pulang dari kotamengaca mayat sendiri.Dan rindu makin menggunungantara mata dan hatirindu kampung kelahirandi bawah kilat belatimelurus jalan ke makambawa cinta sampai mati1958
Friday, January 24, 2014
Puisi Perempuan Malam | Ayatrohaedi
0 komentar Friday, January 24, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPerempuan MalamAyatrohaediDia berdiri di tikungankarena tuntutan penghidupanadalah bagian dari kehidupanDia berjalan pelan-pelankarena kehidupanmelemparkannya ke jalanDisapanya setiap lelakitidak dengan hatidibuahkannya senyumanlantaran keadaanPandangnya membayangkannapas penderitaanSuram lampu jalansuram hidupnya yang akan datang1963
Puisi Situ Patenggang | Ayatrohaedi
0 komentar Friday, January 24, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSitu PatenggangAyatrohaediBulan tanggal duapuluh-tigamalam ini terlambat tibaDari balik awan mengintip ragu:Apakah aku akan mampumenembus tebalnya kabutuntuk menyampaikan amanatdi tengah gerimis hujan?Air yang kemilau ditimpa cahyamemisahkan kedua ujung telaga.Bulan yang ragu,apakah jarak yang jauhtak mungkin jadi dekatjika padamu kutitipkan rindu?Dari Situ Patenggangterpandang jalan panjangyang mungkin terlalu jauhuntuk bisa selesai kutempuhTapi di Situ Patenggangsemuanya jelas terbayang:bayang-bayangyang membayangbagai bayanganyang terbayangbergoyang1973
Biografi Ayatrohaedi
0 komentar Friday, January 24, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBiografi Ayatrohaedi
Ayatrohaedi lahir 5 Desember 1939 di Jatiwangi (Cirebon). Ia sarjana arkeologi lulusan Universitas Indonesia (1964). Tahun 1971-1973 memperdalam bidang linguistik dan filologi di Universitas Leiden, Belanda dan tahun 1975-1976, memperdalam dialektologi di Univ. Grenoble III, Perancis. Riwayat pekerjaan, staf Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional (1965-1966), mengajar di Fakultas Sastra Univ. Pajajaran (1966-1972) dan mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (sejak 1972). Buku yang sudah diterbitkannya: Warisan (1965), Yang Tersisih (1965), Panji Segala Raja (cerita anak, 1974), Puisi Negero (terjemahan puisi, 1976), Senandung Ombak (terjemahan roman Yukio Mishima, 1976). Buku dalam bahasa Sunda: Hujan Munggaran (kumpulan cerpen, 1960), Kabogoh Tere (roman pendek (1967), dan Pamapag (kumpulan sajak, 1972).
Puisi Tanah Sunda Senjahari | Ayatrohaedi
0 komentar Friday, January 24, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTanah Sunda SenjahariAyatrohaediDi barat langit terbakarmatahari yang tenggelam.Dan senja yang pijarbersiap menyambut malam.Pucuk-pucuk gunungmerenung.Dan hidup sehabis senja'kan masuk dunia laindi bawah temaram lilin.Pucuk-pucuk rindudicumbuangin yang berkelana.dan lambaian daunan'kan menggugah kesadaran:kalulah tanah kelahiran!Di barat langit memerahpada kutub siang.Dan gairah bangkitdi bukit-bukitdan lembah-lembahtanah tersayang.1966
Thursday, January 23, 2014
Puisi Surat Akhir Tahun | Ayatrohaedi
0 komentar Thursday, January 23, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSurat Akhir TahunAyatrohaediTetap kucinta'gunung-gunung gundulkarena keyakinantiba saatnya'kan kembali menghijauUnggas yang terbang itu'kan pulang ke sarangbertelur dan mengeramdalam kedamaian.Pohon di kejauhan ituselalu melambaikan tanganbagi yang mengertiarti harapan.Ikan di kaliadalah kemerdekaan.1961
Puisi Jatiluhur | Ayatrohaedi
0 komentar Thursday, January 23, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiJatiluhurAyatrohaediImpian abadi leluhurmenemu bentuk. Tanah-tanah gersangmenjadi subur. Bagai disihirair pun mengalirlewat padang-padang hijaumenghimbau.Sangkuriang nanar memandang:Kerja yang terbengkalaiakhirnya selesai.Tubuh-tubuh baja, lengan-lengan perkasamenyusun batu demi batudinding telaga raksasa.Membendungnapsu angkara manusiayang berpusat pada: Aku,Sangkuriang kesiangan.Dayangsumbi membuahkan senyumke bumi: Inilah cintakupada turunan, anak-cucuyang datang kemudian.Tubuh-tubuh semampai, tangan-tangan gemulaimenanam benih demi benihpadang kencana.Perwujudan ikrarketika menyingsing fajar.Cintaku pada turunanyang datang kemudian.Impian abadi leluhurmenemu bentuk. Tanah-tanah suburbukan lagi impian.Tapi: kenyataan.1969
Puisi Situ Gintung | Ayatrohaedi
0 komentar Thursday, January 23, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSitu GintungAyatrohaedianak-anak alambeterjunandan berkejaransepuas hatiDi danau inigerak-gerak alamberkejarandan bersahutanseindah puisiDi danau inigema suara alambersahutandan bersalamandalam hatiku1967
Friday, March 2, 2012
Puisi Sunda Tentang Ibu | Puisi Sunda Indung
0 komentar Friday, March 02, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
IndungAyatrohaedi
Iuh tanjung seungitna marganing wuyung
liuh indung perbawa nu cadu nundung
mun di dunya ngan aya indung jeung bapa
bakal bisa ngawasa sajagat raya
Ngan indung memeh miang dielingan,
“Lamun hirup ngan ngumbar karep sorangan
temahna poho ka indung
kaduhung nunggu di tuntung
nya hanjakal bakal jadi incu cikal.”
2001:88
Pamanggih
Ayatrohaedi
Salapan bulan ngakandung
Moal aya hiji jalma
leuwih ti indung micinta
indung gudang hampura
Salapan bulan dikandung
Moal aya hiji jalma
leuwih ti anak rumasa
anak gudang dosa
Salapan bulan ngakandung
Pinuh rasa jeung rumasa
Salapan bulan dikandung
Pinuh dosa jeung rumasa
2001:84
sumber : metasastra.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)


