Bekalku: Ruth I. R.Samsir Mohamadkutangisi dan kutangisidia pergi juga, pergidan tidak kembalikurindui dan kurinduidengan tubuh dan hatinyatanya dia telah tiadakerinduanku karam sendiri,ke lubuk hati.sadarku berbisik lembut“esok ada hari lagi dan jalani”kuraih dengan pikiran dan perasaankujadikan bekal dan penuntunsampai ke ujung perjalananterpujilah sadaranugerah dari tuhanku.2006
Showing posts with label Samsir Mohamad. Show all posts
Showing posts with label Samsir Mohamad. Show all posts
Thursday, May 22, 2014
Puisi Bekalku | Samsir Mohamad
0 komentar Thursday, May 22, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSunday, May 18, 2014
Biografi Samsir Mohamad
0 komentar Sunday, May 18, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBiografi Samsir MohamadTak ada biodata penyair di buku Angin Burangrang. Namun dari catatan penutup oleh Prof. Drs. Jakob Sumardjo, ada pembocoran riwayat hidup Samsir Mohamad. Beliau memperkirakan usia penyair ini dari sajak Laporan Seorang Jelata, yang saat puisi itu ditulis, penyair berusia 81 tahun. Jadi berdasarkan itu, diperkirakan penyair ini lahir sekitar 1926 atau 1925. Tulis Prof :”Sudah tebal rasa kebangsaannya di zaman Jepang. Masuk kelompok golongan muda Menteng 31 yang mendesak Soekarno-Hatta secepatnya memproklamirkan kemerdekaan. Ikut angkat senjata berjuang mempertahankan republik muda ini antara 1945-1950.// Samsir adalah saksi hidup republik ini yang berada dekat dengan kekuasaan negara. Bahkan sempat duduk di Konstituante RIS. Tepai dalam sajaknya dia mengatakan 15 tahun “diasingkan” tanpa pengadilan. Kita semua tahu apa yang dia maksud.”.
Friday, April 18, 2014
Puisi Sebuah Nukilan | Samsir Mohamad
0 komentar Friday, April 18, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSebuah NukilanSamsir Mohamadlima tahun kusandang senapanlawan serdadu penjajahuntuk bela negaraku dankemerdekaan bangasaku.lima belas tahunaku hilir mudiksebisaku berbuat baikuntuk tujuan kemerdekaan.nyaris lima belas tahunjadi penghuni rumah tahananpenjara dan pengasingantak pernah ke pengadilandan itu dilakukan oleh negaraku sendiriyang kubela dan kuhormatidengan taruhan mati.itulah suatu ironihendaklah tak berulang lagiuntuk merekasetelah aku pergi.betapapuntelah kulakukanapa yang aku mampu dan bisauntuk negeriorangtua dan istripadaku tak ada sesal untuk semua itu.kelak, apa pun putusan ilahiakan kuterima dan jalani.2006
Puisi Menghendaki | Samsir Mohamad
0 komentar Friday, April 18, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMenghendakiSamsir Mohamadmenghendakikesejahteraanuntuk semuamanusiaapakahitusebuahdosa
Wednesday, April 16, 2014
Puisi Di Pihakmu | Samsir Mohamad
0 komentar Wednesday, April 16, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDi PihakmuSamsir Mohamadalam membentukkeindahannya sendiridalam untaian harmoniyang menghidupiselebihnya,yang dianggap bagus dan indah,yang nyaman dipakai,yang lezat ditelan,yang asri dipandang,yang serba menyenangkan,lahir dari tenaga dan kerja manusia,emas, intan, dan uangdatang dari sana.tetapi engkau manusia pekerjaribuan tahun sulit capai kecukupansedang yang mahir tulis baca dan berhitung,melimpahi diri dengan berlebihan.dikecohnya si pekerja dengan uangyang tergeletak mati di pundi-pundinyasehingga uang bagaikan di atas segalanya.hai pekerja,manusia yang bertenaga,bukalah mata danguncang sadarmu.dari cucuran keringatmusemua kemudahan dan kebagusan menjelmadari tenaga dan kerjamu laba mengalirdan diselingkuhkan.kehendakmu cuma satu,keadilan yang adalahmahkota kebenaran.karena ituaku di pihakmu.2006
Sunday, April 13, 2014
Puisi Sendiri | Samsir Mohamad
0 komentar Sunday, April 13, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSendiriSamsir Mohamadsendiri aku memilihterjun ke kancah yang mendidihtaruhannya, segalanyatubuh dan nyawaternyata ketika itubanyak yang seperti akusehingga mengerucutdan lahirlah barisanbertahun-tahun dalam perjalananyang tewas berjatuhandisimpan dalam kenangandalam degup jantung dan airmatasendiri aku mencari dan mencariyang terbaik buat kehidupan manusiaternyata ada juga yang seperti aku.dengan olah pikir berlantai sadar,lahirlah sebuah kehendak.kehendak yang muliauntuk kehidupan manusiasebab bumi ini milik danuntuk kita semua.tuhan pun akanmeridoi dan memberkatinya.1951
Wednesday, April 9, 2014
Sajak Dua Baris | Samsir Mohamad
0 komentar Wednesday, April 09, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSajak Dua BarisSamsir Mohamadwalau surga menantitak seorang berniat pergi*walau amat pahit di bumiselagi bisa elakkan mati*egaliter baru di bahasadalam kehidupan belum nyata2006
Puisi Aku Rela "Masuk Neraka" | Samsir Mohamad
0 komentar Wednesday, April 09, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAku RelaSamsir Mohamadlagi dua bulan, 80 umurku15 tahun di penjaradan pengasingan10 tahun menduda.maka kukenal dengan baikderita dan kesunyiansunyi di badansunyi di hatitubuhku kini rentanberingsut layulinu menyayat ototdan tulang kakiku.tetapi…lebih linu dan didera kepedihansaksikan bangsakuberkerudung takhayulmemuja batu-batu berlumutdan besi tua.jika bisa disingkirkanbiarlah kupagutbersama kematianku.dan jika itu dosa
Monday, April 7, 2014
Puisi Anak Petani | Samsir Mohamad
0 komentar Monday, April 07, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAnak PetaniSamsir Mohamadke mana bapakmungabedugke mana ibumungabungbunke mana kakakmungala suluhduduk di tanah, mengasuh adiknyayang merangkak, menggapai-gapaitanah di tangannyatanah di kakinyatanah di mukanyatanah di badannyatanah di mulutnyamatanya beninghatinya bersih.1985Keterangan:Ngabedug : memburuh mencangkul sampai bedug berbunyiNgabungbun : memindahkan benih dari persemaian ke dalam seonggok tanah yang diwadahi daun pisang untuk kemudian ditanam di kebunNgala suluh : mencari kayu bakar
Friday, April 4, 2014
Puisi Kasihan | Samsir Mohamad
0 komentar Friday, April 04, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKasihanSamsir Mohamadkasihansi tua bangkayang dulu berdarah-darahmencuri kuasalalu semena-menapada sesamakini tubuhnya rentadicabik-cabikberagam penyakitapakah hatinya menjerituntuk dusta dan dosa-dosayang bantai dan sengsarakansesama manusiahanya orang gila ingkari kebenarandan kebenaran adalah sumberhukum dan hukumanadakah pintu tobat baginyasupaya tidak dimangsa nerakasemoga tuhan mengampuninya
Puisi Apakah Ada | Samsir Mohamad
0 komentar Friday, April 04, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiApakah AdaSamsir Mohamadapakah adayang lebih terhormatdari memihak rakyatdengan perbuatandan perilaku?apakah adayang lebih hina dan jahatdaripada menyengsarakandan mengorbankan rakyat?jika engkau pejabat atau aparattanyailah dirimu sendirisupaya ajal tidak menghantuisesal kemudian tidaklah bergunasesal dahulu adalah pendapatanterpulang pada dirimu sendirituhan pasti tidak bisa didustai2007
Wednesday, April 2, 2014
Puisi Kebenaran Asasi | Samsir Mohamad
0 komentar Wednesday, April 02, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKebenaran AsasiSamsir Mohamadketika pikiran dijeratkanpada uang yang disebut modalmendewalah uang di atas segalanyalapangan kerja perlu uangkemiskinan perlu uangsegalanya perlu uangkesimpulannya:perlu dan butuhpendatang yang punyadan bawa uang.ketika pikiranmenggenggam kedaulatannyauang bukanlah segalanyatanpa tenaga dan kerja,uang tidak berdayaletakkan segunung uangmencabut sehelai rumput puntak akan bisaitu nyata, maka itu benar adanyaselagi adatenaga dan kerjatidak perlumenjual ataumenggadaikanapa saja.tidakkah dimengertibahwa segala yang adadatang dari tenaga dan kerjabukan dari uang yang berumur mudasejak keberadaan manusia2000
Tuesday, April 1, 2014
Puisi Dalam Derai Ombak | Samsir Mohamad
0 komentar Tuesday, April 01, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Dalam Derai OmbakSamsir Mohamaddi pesisir landaidan deburnyadi pantai terjaldi kesuburan bebukitandan kerontang tanah gersangkudengar bumi berbisik:“aku subur dan kayatak pantas kalian sengsara”angin lalu menertawakanku.
Monday, March 31, 2014
Puisi Tentang Kekuasaan | Samsir Mohamad
0 komentar Monday, March 31, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKekuasaanSamsir Mohamadoleh ulah para petinggiyang genggam kekuasaanjutaan dibantai, putus nyawadengan rupa-rupa cara mengenaskanseratusan ribu ditahan, dipenjarakandisiksa, dianiaya, lalu disengsarakandikuras harta dan tenaganya,tidak pernah ke pengadilan!setelah belasan tahunyang remaja jadi dewasayang dewasa menjadi tuatidak pernah diberitahuapa salah merekamereka dilepaskan denganupacara dan janjiyang mengikat dirimereka sendiritidak usai di situmasih berlanjut dengan stigmadan semacam “perdata mati”sampai pada anak dan cucucuma satu presiden yang kyaimeminta maaf dan diturunkansebelum habis masa jabatannyapelaku puncak dan parabedebah pendukungnyaberperilaku seperti bertangan bersihmeniru Pontius Pilatusmereka lupa adat dunia dan akhirat“tangan mencincang bahu memikul”jika mati mereka membawa dosadan aku membawa lukaluka di badan, luka di hatiaku pasrah pada ilahiitulah iman dan ketakwaanku2006
Puisi Cukuplah Sudah | Samsir Mohamad
0 komentar Monday, March 31, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiCukuplah SudahSamsir Mohamadsiapa yang ajarkan kekuasaandi atas segalanya sehingga dijadikan tujuan?tataplah kenyataansepanjang abad yang laludengan hati bersih dan pikiran jernihdi mana-mana manusia jadi korbanberjuta-juta, berpuluh jutadisiksa, dianiayaditebas nyawanya dengan berbagai cara,semua itu cuma untuk rebut kekuasaansepanjang abad yang lalunyaris dua pertiga penduduk duniadimelaratkan, dimiskinkandijadikan sapi perahanitulah ulah si kaya dengan emasnyauntuk meraup laba dan keuntunganyang lahap, rakus, tak pernah puasapalagi kenyangbutir-butir kebajikan dan kearifanyang dihasilkan peradaban manusia:egaliter dan peri kemanusiaandikempit si penguasa dan si kayadipayungi “hukum” yang dibuatnyadikawal senjata dan teknologiyang digenggam si penguasa bersama si kayadiselingkuhkan, diselingkuhkanuntuk kekuasaan dan kekayaancukuplah sudah dan tiba saatnyahayo! kibarkan panji-panjibukan untuk kekuasaan,tetapi untuk kesejahteraankehidupan manusiaitulah kehendak dan tujuanyang mulia dalam duniasupaya bumi ini berguna untuk semuasehingga kita betah menghuninya.untuk itulah perlunya penyelenggara negarajika tidak, akan sia-sia dan percuma saja2006
Puisi Laporan Seorang Jelata | Samsir Mohamad
0 komentar Monday, March 31, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiLaporan Seorang JelataSamsir Mohamadibuku cuma bisa baca “arab gundul”sejak umurku lima tahun pisah dari ayahkuibu dan aku dibawa bapak barukumerantau ke tanah jawadi sana aku dibesarkan dan disekolahkanbapakku ahli dan pedagang barang antikibuku perempuan rumah tanggayang rajin mengaji, sembahyang, dan puasadari perigi pepatah aku kenali“raja adil raja disembah,raja lalim raja disanggah”guru agamaku mengabarkan bahwamemihak duafa dan sabar sertasuka belajar, disayangi sang penciptabadai perang dunia yang keduamengubah jalan hidupkudari mimpi jadi pegawai kantoranmenjadi “anak bawang” dalam perjuanganketika fasis jepang dikalahkandan indonesia merdeka diproklamirkanaku terjun ke dalam kancah pergolakanbertahun-tahun menyandang senapanmelawan tentara kerajaan belandayang hendak kembali berkuasaketika itulah kukenali semangatdan kehendak merdekapenduduk desa, yang mengiringi doadengan perbuatan nyata.saat-saat itulah kukenalicantik-cantiknya pohon randuteduh-rimbunnya rumpun bambu,landai-landainya kaki bebukitanserta curam terjalnyapunggung pegununganbeningnya air di ketinggianmengalir deras menyentuhriang bebatuan, gemersikmembisikkan kehidupan.sejak awal aku bergabung dengan sesamapara muda, ada pelajarada mahasiswa dan sejumlahsarjana yang baru.mereka yang berperan dan berbuatuntuk mendesakkan proklamasi kemerdekaankepada para senior yangmenempati posisi “pemimpin”sekitar setahun kemudian terjadilahselisih pendapat dan sikapdengan para senioryang menduduki jajaran pemerintahanmereka melakukan kompromiyang dikemas denganapa yang disebutnya “diplomasi”yang melahirkan perjanjian Linggarjatimenyusul kampanye dan propagandayang mempromosikan perjanjian itusebagai keberhasilan yang gemilangdan puji-pujian terhadap orangyang menandatangani perjanjian itu“si kancil yang cerdik”walau isinyamenciutkan republik proklamasitahun berikutnyabelanda ingkar janjilakukan agresi di bulan julimasih dilanjutkan tahun berikutnyadengan berunding lagiyang membuahkan pengosongankantung-kantung gerilyadan hijrah ke jogja.itulah buah diplomasiyang dihasilkanotak-otak dalam kepalatukang kompromiyang sejak semula ragupada kemampuandan tenagaserta kekuatan rakyat jelatayang bersatudan haus merdekapuncaknya di tahun berikutnyakawanan diplomasijatuh ke tangan belandayang melenggangduduki jogjalalu, lewat apa yang dinamakanpenyerahan kedaulatandari kerajaan belandakepada yang menandatanganiproklamasi kemerdekaan indonesiaditerimalah RIS yang mengandangi“negara-negara” buatan belandatermasuk RI di dalamnyasi anak jelata cerai-beraitersingkir dan disingkirkanoleh kaum diplomasiyang walaupuntandatangani proklamasi 1945bersetuju dengan belandamasuk kandang RIS yangmenanggalkan UUD 1945itulah lakon proklamasi 1945sampai 1950 dan sirnalahtekad dan semboyan“merdeka atau mati”
Subscribe to:
Posts (Atom)
