Sujud PermohonanIsmail AhbarAku letakkan dahi di atas selembar sajadah iniDengan dada yang sesakJiwa yang berontak dan terasa tak mardekao Robbi...Ini hamba datang mengadu padamudengan segala nista dan dosa yang melekat pada diri hambaMemohon, tunjukkan hamba jalan yang luruso RobbiIni hamba datang dengan sakit jiwa yang teramat perihMengadu padamuBerilah hamba ini ilhamTunjukkan, apa yangmesti hamba lakukano RobbiIni hamba bersujud dalam sujud yang terasa singkatDari Anugerah umur dan nikmat yang kau berikanHamba Mu yang nista ini berserah dirio RobbiDosa-dosa yang tak terampuni mungkin pernah hamba lakukanMemutus kebahagian yang engkau anugerahkano Robbi,o RobbiBebaskan jiwa hambaBiarkan hamba merasa mardeka kembaliTapi jikalau hukuman yang engkau berikanBelum cukup untuk menghapus semua kesalahan HambaIjinkan hamba untuk memohonAgar janganlah engkau tutupi aku Hamba dari rahmat muo RobiiHamba mengantarkan diriDengan jiwa yang serasa tercabik-cabikDengan hati yang terkoyak-koyako RobbiAmpuni Hamba.,....Amin31 Agustus 2012
Showing posts with label Ismail Ahbar. Show all posts
Showing posts with label Ismail Ahbar. Show all posts
Wednesday, March 19, 2014
Puisi Sujud Permohonan | Ismail Ahbar
0 komentar Wednesday, March 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiWednesday, May 30, 2012
Puisi Tentang Hari Pendidikan Nasional | Ismail Ahbar
3 komentar Wednesday, May 30, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Tentang Hari Pendidikan Nasional
Ismail Ahbar
Jika kau lihat bendera merah putih berkibar dihalaman sekolah
Belum tentu disana ada orang Indonesia
Jika kau dengar Pancasila dibacakan berulang-ulang,
Belum tentu semua yang mendengarnya punya Tuhan Yang Maha Esa
Jika kau lihat Pak Guru pakai sepeda Kumbang,
itu pasti kau sedang mimpi bertemu Oemar Bakri
Jika kau lihat anak sekolah memakai seragam,
pastikan udel dan BH nya tak tampak oleh umum
Jika kau lihat guru memukul muridnya, itu biasa
Jika kau lihat sekolah - sekolah negeri dan swasta jauh berbeda,
itu karena sekarang pendidikan pun menjadi ladang bisnis
Jika kau lihat Politisi berjanji tentang pendidikan murah dan cerdas,
lihatlah, pendidikan pun didramatisir
Jika kau lihat dosen-dosen mu tak ada dimeja,
yakinlah, mereka sedang sangat sibuk, urusan ini, dan urusan itu
Jika kau lihat pelajar tawuran,
terbiasalah, pendidikan kita ‘kan tentang otot dan tulang,
bukan tentang otak dan sosial emosional
Jika kau lihat aku mengkritik saja,
percayalah, lebih baik begini,
daripada diam dan dibodohi sampai tertidur dibangku mu,,,,
Semangat,,Sebab hidup tak boleh mati karena liur-liur politik,,,,
03 Mei 2012
sumber : fiksi.kompasiana.com
Subscribe to:
Posts (Atom)

