Showing posts with label Freddy santoso. Show all posts
Showing posts with label Freddy santoso. Show all posts

Friday, January 25, 2013

Puisi Semuanya Telah Menetes Untukmu Kemarin | Freddy Santoso

0 komentar

Semuanya Telah Menetes Untukmu Kemarin
Freddy Santoso

jariku rapuh karna lelah menghitung bintang dilangit..
Mataku buta karna tak berhenti pandangi indah rembulan..
Disana seperti telah terukir manis wajahmu..
Tak berkedip mataku menatap mata yang berbalut lentik itu,
disana kullihat sebuah takdir...
Takdir yang hingga kini masih membayangi harapan namun menyayat hati,
takdir yang takkan lekang termakan oleh waktu,
takkan layu oleh terik matahari,
takkan pernah padam seperti bintang,
dan takkan pernah pupus walau raga telah ditelan bumi..

Tapi,
takdir itu telah kalah oleh kenyataan..
Kenyataan yang memaksa takdir itu takkan pernah terwujud sekalipun 1000 malaikat turut memohon..
Kenyatan yang membuat takdir itu kini menjadi mimpi buruk dan terus menerus menyakiti...

Dalam sadar, kenangan yang menghujam jantungku,
dalam lelap, rangkaian mimpi yang mengiris iris perasaanku...

Aku tak menangis,
bukan karna aku kuat untuk tegar dan tak bersedih..
Tapi karna sudah tak ada lagi sisa airmata yang bisa mengalir...
Semuanya telah menetes untukmu kemarin....

14 Juli 2012

Puisi Surat Cinta "Berakhir Dalam Seutas Tali Di Pintu Kamarku"

0 komentar

Surat cinta
Freddy santoso

aku tau tak ada yang abadi didunia..
Tapi akan kucoba menyusun dan merangkainya hingga usia menghabisiku..
dan kucoba menjaganya hingga sang fajar terbit dari barat esok pagi...

Kasih, jika kau pinta..
Aku rela terjun dari tebing setinggi Himalaya dan curamnya sedalam neraka Jahanam,
Yang butuh waktu bertahun_ tahun jatuh sampai didasarnya..

Tapi,
Apa gunanya pengorbanan itu jika akhirnya aku mati..?
Aku tak bisa melihat senyum tipis indah dibibirmu..
Tak bisa lagi merasakan belaian lembut kehangatan dari lentiknya jari2 manismu..
dan tak bisa lagi menatap sorot matamu yang membuat binatang hina ini terbujur kaku bila dihadapanmu..

Kau tau..?
Sehela nafasmu adalah sejuta nyawa dalam raga ini..
Sekali ucapan namaku dari bibirmu adalah bius yang melumpuhkanku ribuan hari sehingga pikiranku koma untuk memikirkan hal lain selain dirimu..

Jika airmata ini dapat menetes,
Atlantik sekalipun takkan sanggup untuk menjadi wadahnya...
Luasnya galaksi dan tata surya tak cukup luas untuk menampung banyaknya untaian kata betapa aku sangat jatuh cinta padamu,..

Kasih,..
Saat mata bertemu mata, asmara ini berada pada puncaknya dalam sekejap.....
Gemuruh bagai badai menggoyahkan jantungku dan memaksanya untuk roboh..
Tetesan peluh mengucur deras namun raga ini sedingin bongkahan es di utara...


Panasnya api asmara bagai timah panas yang tertanam didadaku..
Mengoyak dan merobek setiap apa yang dilewatinya....

Sayap cinta ini mulai patah,
Tak satupun dari bulunya tersisa..
Patah karena malaikat kecil itu menarik busurnya dan melepaskan anak panah kearah dan tempat yang salah..

Hati mereka yang tertembus,
Tapi aku disini yang merasakan sakitnya
Sehingga aku serasa mati..

dan remuk sudah kepingan hati ini..
Aku tak yakin ada yang bisa merangkainya kembali..
Hanya bisa teriak layaknya iblis yang terkurung dalam jeruji kesendirian dan tanpa setitik cahaya apapun..
Hanya bisa memendam amarah yang tumbuh menjadi bayangan kebencian yang akhirnya melahirkan dan bermetamorfosis menjadi sebuah ketakutan untuk memulai semua yang berhubungan dengan hati...

Kasih,
Sangat ingin kukirimkan Surat Cinta ini untukmu....
agar kau bisa mengerti kenapa aku berakhir dalam seutas tali dipintu kamarku...
Karena lebih baik aku buta bila melihat kau ber ijab dengan yang lain...
lebih baik aku tuli jika mendengar kabar baik tentang kebahagiaanmu dengan bajingan lain selain aku...
dan aku lebih baik terkubur jika semua itu telah terjadi...
Tapi biarlah semua menjadi tanda tanya dalam pikiran mu, pikiran mereka juga orang tua ku...
agar kau dan juga mereka tak tau kenapa aku kehilangan kewarasanku..
Tak menyalahkanku karena begitu bodoh telah mencintaimu dengan sangat....

27 Januari 2011

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |