Showing posts with label Agustinus Wahyono. Show all posts
Showing posts with label Agustinus Wahyono. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

Puisi Untuk Apa | Agustinus Wahyono

0 komentar

UNTUK APA
Agustinus Wahyono

rembulan menggigil sembunyi
seorang perempuan menculik
menodong beberapa lakilaki
dengan senjata:
for love or money 2

the power of love, or
the power of money

keagungan cinta
puncak penciptaan: perempuan
ataukah pesona uang
: duajuta dolar amerika

harkat diri tak lagi dipeduli
meski sakitluka hati ditoreh bulan
menolak bukan menyakiti
di hadapan jejuta mata
demi cinta, ataupun demi harta

pengorbanan, ketulusan, kegigihan
tebalmuka, manismulut, hangatlaku
pada akhirnya keberuntungan itu utama
ataukah sesungguhnya jodoh seperti judi?

babarsariyogya, 22 februari 2005

Thursday, March 24, 2011

Puisi Bertema Nasehat | Nasehat untuk Adikku (2)

0 komentar

Nasehat untuk Adikku (2)
Agustinus Wahyono

narsis overdosis
egois overdosis
arogan kebablasan
kemayu kelewatan

selalu minta didengarkan
nasehat orangtua ditinggalkan
mudah menolak mentahmentah
susah menerima diri punya lemah

seperti pepatah:
buruk rupa cermin dipecah
jatuh dalam jeratsyahwat bersama suami orang
masih saja menuding orang lain sebagai biang

: sampai kapan engkau akan begitu, sayang?


babarsariyogya, 25 februari 2005

Tuesday, March 22, 2011

Kumpulan Puisi Pendek | Agustinus Wahyono

0 komentar

Kumpulan Puisi Pendek Agustinus Wahyono

ISTRI

istri bukan dagingtumbuh
dia tulangiga

babarsariyogya, 2005


HUJAN

hujan menggambar rautmu
di jantungku

bumiimaji


JUMPA KANGEN

kala kukenang jumpa kita
kangen tibatiba gedor dadaku

bumiimaji


MUNGKIN

mungkin kini aku tengah jatuh cinta

bumiimaji

Sunday, March 20, 2011

Puisi Tema Waktu | Waktu Tak Lagi Membatu

0 komentar

Waktu Tak Lagi Membatu
Agustinus Wahyono

Langit legam
Bulan kelam
Lampujalan buram
Rintik menggelitik
Rodaroda sanasini
Keretaapi berlari
Kakilima menanti
Gesang menyanyi
Payungmerah basah
Piring terancam
Pecel tahubacem

Empatkali jumpa
Batuwaktu pecah
Masalalu kenang
Kini merindu
Masadepan khayal
Kasihsayang untukmu
Sukses selalu
Doaku bertalu

*******
joglo, 17 februari 2005

Puisi Tentang Nasehat | Nasehat Untuk Adikku (1)

0 komentar

Nasehat untuk Adikku (1)
Agustinus Wahyono

kaurubuhkan mimpisubuhku
keruh pandang jalanmu lumpuh
paksa istirah pecah ditabuh

maka kausuguhkan kisah
keluhkesahmu pada keadilan
keperempuananmu dirugikan
kau bilang palu lahap suap
pulangkan dirimu berbekal tanya
ketidakpuasanmu lantas ajak aku
bersolidaritas dalam persaudaraan

kauruntuhkan batu pijakanmu
runtuhlah langit narsismu
terkapar di pelataran keluarga
bahwa mimpimu adalah serakah dan angkuh
namun sesungguhnya realita itu musuhmu

maka kautangguhkan perjuangansemu
urung kibarkan panji perlawanan
meski kekecewaan terselip di saku jiwamu
suruh aku kembali bermimpi
larungkan penat labuhkan tubuh
namun aku justru bertanya: ada apakah
rupanya keperempuanan hanyalah kedok
tutupi sengketa cintabuta
pesta para suami yang mendua
derita para istri yang mencinta

kubagikan saja mimpiku padamu
cinta yang cinta
solidaritas yang sesungguhnya
bukan ambisi narsismu
bukan ambivalensi narasimu
: jadilah manusia yang manusiawi

babarsariyogya, 21 februari 2005

Puisi Rencana | Puisi Tentang Rencana

0 komentar

RENCANA
Agustinus Wahyono

kuingat nasehat orang tua
: jangan tergesagesa tetapkan rencana
saksikan sekitar
di mana letak
naga hijau
burung hong merah
macan putih
kurakura hitam

kita tak punya lo p’an
para geomanser pun kita tak tahu
tak kenal chi dan sha
siklus kayu, api, tanah, logam, air
bingung melihat ba qua
utakatik kotak luo shu
coba dengan ba zhai
cari bintangbintang terbang
hinggap di kuntum persik

barangkali nasehat sederhana
bagi kita awam justru runyam
celakanya rencana kita rancu
berputar pada pagar prasangka belaka

9 april 2005

Friday, March 18, 2011

Puisi Bertema Sepi | Agustinus Wahyono

0 komentar

SEPI
Agustinus Wahyono

waktu kembali pergi
senandung burung sunyi
aku sendiri
sepi

derit pintu langit atasku
menjerit pada letih batu
sajak yang membeku
sepi semakin serbu
aku termangu
kaku

lupaku pada detak detik
membisik
kadang memekik
berlari memetik rintikrintik
embun plastik
angin menggelitik
memantik
waktu kian meletik

aku sendiri
waktu jauh pergi
tinggalkan sunyi
ilusi sembunyi
sepi
seperti mati


15 maret 2003

Lepaskan Saja | Jangan Bebankan Cemas

0 komentar

LEPASKAN SAJA
Agustinus Wahyono

Lepaskan saja bebas
Jangan bebankan cemas

Kenapa kaubiarkan kekhawatiran datang menghasut
Sedangkan sang pemanah harus lesakkan anakpanah
Sampai sasaran; meleset ataukah tepat

Sedang anak manusia pun ibarat anak panah
Orangtua hanya busurnya
Tuhan-lah sang pemanah
--- kau percaya kemampuan Tuhan memanah?

Lepaskan saja anak panahmu
Percaya: Tuhan tahu sasaran mana yang jitu!

26 maret 2005

Monday, March 14, 2011

Puisi Adam dan Adab | Agustinus Wahyono

0 komentar

Adam dan Adab
Agustinus Wahyono

bila lelaki teguh berpegang pada setia
berpegang pada kata cinta yang terucap
--jatuhbangun, pedihtegar, sakitsenyum--
kenapa justru dianggap melankolikanakkanak?

bila lelaki labil mengoleksi perempuan
berpegang pada ego libido yang licik
--tebarpesona, obralrayuan, jelalatan--
kenapa justru dianggap: itulah lelaki sejati!

bukankah Adam hanya mencintai Hawa
tanpa curicuri cumbui gorila atau kera?

lantas, apakah peradaban modern itu lebihmulia
lebihberadab daripada peradaban Adam?

*******
17 mei 2004

Wednesday, March 9, 2011

Puisi Jatuh Cinta | Jatuh Cinta Padamu Buatku Gila

0 komentar

Jatuh Cinta Padamu Buatku Gila
Agustinus Wahyono

sayang,
jatuh cinta bisa buat gila
lupa diri berada di mana
maunya senantiasa bersama
entah kelak mau jadi apa
pokoknya berdua itu saja

sayang,
aku pun tengah begitu
runtuh kubuku tertinju
beribu palu rindu padamu
tidur dan makan jadi tak nafsu
inginnya berduaan melulu

sayang,
mungkin aku telah mabuk
pandang dirimu tak jua lapuk
susun hurufhuruf sajak terbentuk
mata menyayu tak mau ngantuk
serasa berdua semalamsuntuk

***
babarsariyogya, 30-03-2003

Puisi Kasih Sayang | Yang Terindah

0 komentar

Yang Terindah
Agustinus Wahyono

: kado valentine dari Aang untuk Ade

kurasa diriku masih lelap dalam mimpi
dari getaran senar gitarku di pasar remaja
kemudian kecupan kening di gemericik sungai
mengalir kemilau senja di pantai airtawar
hingga memijar fajar di lapangan gazebo
terukir indah dirimu pada pualam hatiku
liukan lembut rambutmu. teduh tentram tatapmu.
sentuhan syahdu bibirmu. semerbak wangi tubuhmu.

maka saat di nun jauh aku dirundung rindu padamu
kulihat langit, dapati dirimu dengan sekuntum senyum

yang terindah adalah cintamu, duhai dermaga jiwaku
the love you keep inside
the love you keep for me*

*******
babarsariyogya, 8 februari 2005

*) secuil lyric sebuah lagu sayba

Puisi Perasaan Cemburu | Kenapa Aku Cemburu

0 komentar

KENAPA AKU CEMBURU
Agustinus Wahyono

entah kenapa aku cemburu
kala kau kisahkan jumpamu
dengan lelaki bermatanafsu
memasang jebakan kelambu
demi sesuatu kelak jadi malu

barangkali benar katamu,
aku sayang padamu
dan kau merasakan itu

tapi kenapa nekat cemburu begitu
bukankah diantara kita tiada belenggu
kau bebas berpikir dan berlaku
aku pun begitu, semauku

benarkah sayang boleh cemburu
kata orang, cemburu tanda tak mampu

*******
bumiimaji

Puisi Penjara Rindu | Agustinus Wahyono

0 komentar

PENJARA RINDU
Agustinus Wahyono

setelah saksisaksi asmara membuktikan
aku terlibat persekongkolan perasaan
maka, oleh pengadilan cinta
aku dijatuhi hukuman kasihsayang
dan dijebloskan dalam penjara rindu

*******
babarsariyogya, 19 maret 2005

Puisi Poligami | Puisi Tentang Poligami

0 komentar

POLIGAMI
Agustinus Wahyono

ini persoalan?
bukan.
ini pilihan pribadi
zinah selingkuh jadi dalih

16 tahun nenekku menjanda
usia beliau sekitar 80 tahun
Anda berminat memperistrinya?

hubungi : 081328704184

Desember 2006

Biografi Agustinus Wahyono

0 komentar

AGUSTINUS WAHYONO (AW) alias Agustinus Wahjono alias Gus ts Why alias Gus Jon alias Tinus alias Ion Auguztiens alias Onoy alias Oji (Onoy Juga itu!), sebuah nama yang betul-betul sangat tidak populer di kalangan khalayak pecandu cerpen dan pecinta sastra.

Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD Maria Goretti, Sungailiat, Bangka), ia paling tidak tertarik dengan kegiatan mengarang dalam pelajaran bahasa Indonesia. Mulai tertarik menulis cerpen ketika AW usai membaca beberapa ‘antologi’ LUPUS-nya Hilman (AW pernah melihat beberapa keping bukunya LUPUS sewaktu masih kelas 2 SMP (SMP Maria Goretti, Sungailiat, Bangka, tapi di kelas 3 SMP AW pernah dikeluarkan dari kelas gara-gara malas membuat PR Bahasa Indonesia), yang sering dibawa oleh kawan sekelasnya, Ong Kian Tok (cowok berkacamata nan suka bercanda) yang dibeli-bacanya semasa duduk di akhir kelas 3 SMA (SMU Bopkri II Yogyakarta), padahal selama bersekolah AW selalu berdoa "semoga pelajaran Bahasa Indonesia segera selesai". Saat itu AW berpikir, “Bikin cerita itu gampang dan asyik ya.” Maka, AW membuat cerpen segaya LUPUS. Alhasil, dua cerpennya muncul di majalah sekolahnya, majalah IDOLA. Beberapa kali AW berusaha menulis lagi, tetapi tak jua usai. Akhirnya berhenti, karena merasa tak mampu lagi.

Beberapa tahun kemudian AW mulai menulis cerpen lagi setelah sekian tahun bergelut di bidang ilustrasi, kartun/karikatur, kewartawanan dan menulis esai di pers mahasiswa. Karya pertamanya yang kebetulan sudi dimuat adalah cerpen “Pak Dharto dan Maling” (2000). Media massa tersebut adalah Harian Pagi Bangka Pos, daerah asal AW dibesarkan.

Pemuatan cerpen pertamanya di Harian Pagi Bangka Pos pun sebetulnya (diakui oleh Agustinus Wahyono dengan penuh kejujurannya!) berawal dari ‘semacam KKN’ (Nepotisme, perkoncoan), yakni keluarga AW bersahabat baik dengan seorang pentolan Komunitas Pekerja Sastra Pulau Bangka (KPSPB), Willy Siswanto (WS). Waktu itu adik sepupu AW memberitahu bahwa AW mengirim beberapa cerpen ke harian tersebut. Kebetulan anggota eksekutif KPSPB bekerja di harian tersebut. Setelah diusut dan diusulkan oleh WS, akhirnya cerpen AW bisa masuk. Sejak itu pemuatan pertama tersebut AW menjadi bersemangat dan produktif. Akibatnya, dari berpuluh-puluh cerpen, mayoritas sangat tidak berkualitas dan tidak layak muat.

Cerpen lainnya kebetulan juga sudi dimuat di situs Cybersastra.Net, situs Bumimanusia.or.id, Harian SRIWIJAYA POS (Palembang), Harian LAMPUNG POST, Harian RIAU POS, Harian SIJORI POS, harian BATAM POS, Harian SIJORI MANDIRI, harian BATAM MANDIRI, Harian SINAR HARAPAN (Jakarta), harian PETA NEWS, tabloid INTERMEZO (Hongkong), majalah Kumpulan Cerpen CINTA (Jakarta), dan media lainnya. Kebetulan pula ada yang tergabung dalam antologi bersama "Bupati Pedro, Lelaki Kota Rembulan" (DKS-Aksara Indonesia, 2001), kumpulan cerpen terpilih Balairung “Seekor Anjing dengan Luka di Tengkuknya” (2002), antologi cerpen pendek "Graffiti Imaji" (Yayasan Multimedia Sastra, Jakarta, 2002), "Batu Merayu Rembulan" (Yayasan Damar Warga, 2003), dan antologi puisi-cerpen-esai "Sastra Pembebasan" (Yayasan Damar Warga, 2004).

Mantan “Pemenang 5 Besar” Lomba Menulis Cerpen Sleman 2001, "Pemenang 5 Besar/Harapan I" Sayembara Menulis Cerpen Hadiah Tepak Dewan Kesenian Bengkalis Riau 2003 dan "Pemenang 5 Besar/Harapan II" Lomba Menulis Cerpen SAGANG Riau 2003 ini beralamat di Jl. Batintikal 174, Sungailiat 33214, Bangka [Bangka Belitung]. Alamat emailnya: namanyawahyono@yahoo.com. Nomor telepon selulernya: 0813 287 04184. Rekening: BCA KCP Sungai Liat, atasnama Agustinus Wahjono, no.: 1180308608.


CERPEN-CERPEN YANG PERNAH DIMUAT DI MEDIA MASSA

Sejujurnya AW mengakui peran media cetak komersial (koran) sangatlah berpengaruh dalam melegitimate, mempublikasikan dan mendistribusikan cerpennya. Sejak kemunculan pertama di media massa, rasa percaya diri seorang AW bangkit, sebab selama menggeluti jagat tulis-menulis AW tidak serius menggandrungi cerpen dan otomatis tidak bersinggungan langsung dengan media massa – sekalipun itu news letter dan situs pribadi.

Untuk mempermudah dalam pengamatan terhadap pemuatan mula-mula, berikut ini telah tersusun cerpen-cerpen yang dimuat di media massa dan sesuai urutan pertama.


A. Harian Pagi BANGKA POS

Tahun 2000
1. Pak Dharto dan Maling
2. Merah Muda
3. Terpasung
4. Yousephine dan Rosalia
5. Pulang

Tahun 2001
6. Sayap Kupu-Kupu
7. Orang Kaya Baru
8. Kota Terhilang

Tahun 2002
9. Tali Yang Rapuh
10. Membakar Bulan
11. Ketika Kasih Harus Memilih
12. Penerbangan Dini
13. Kenapa Mereka Suka Menggodaku

Tahun 2003
14. Sambal Belacan Menunggu di Rumah
15. Pokoknya... Tragis!
16. Kosakay di Persimpangan (15 Juni)
17. Negeri Pantat Abu (29 Juni)
18. Selalu Ada Yang Bisa Memetik Buah (20 Juli)
19. Panasnya Pagi (3 Agustus)
20. Oleh-oleh dari Kampung (17 Agustus)
21. Aku Ingin Memanah Matahari (14 September)

Tahun 2004
22. Maling itu Boleh ? (28 Maret)
23. ..... (4 April)

B. Harian SRIWIJAYA POS

Tahun 2002
1. Anak Ayam
2. Rayuan Pedang


C. Harian RIAU POS

Tahun 2003
1. Gadis yang Mengendarai Ombak (14 Desember)


D. Harian SIJORI POS dan BATAM POS

Tahun 2002
1. Seorang Pria Mencari Tulang Rusuk

Tahun 2003 [BATAM POS]
1. Gadis yang Duduk di Kursi Itu (16 November)
2. Segores Malam Bersamamu (14 Desember)

Tahun 2004
3. Surat Cintamu (18 April)


E. Harian POS METRO [BATAM]

Tahun 2004
1. Kala Gerimis Mengiris Malam (28 Januari)


F. Harian SIJORI MANDIRI

Tahun 2003
1. Terpasung (23 Februari)


G. Harian LAMPUNG POST

Tahun 2004
1. (25 April)


H. Harian SINAR HARAPAN

Tahun 2002
1. Merpati Salju dan Pakaian Baru
2. Rayuan Pedang

Tahun 2003
3. Pokoknya... Tragis!
4. Genderang Perang Ditabuh
5. Tempat Damai di atas Pelangi (7 Juni)
6. Panggilan (23 Agustus)

Tahun 2004
7. Jadilah Bajingan yang Sungguh-sungguh (10 Januari)


I. Harian PETANEWS

Tahun 2004
1. Di Bawah Bayang-Bayang Bulan (23 Mei)


J. Majalah Kumpulan Cerita CINTA

Tahun 2004
1. Cinta itu Milik Sahabatku (Edisi 13/2004)


K. Majalah FAPET/ Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Bandung

Tahun 2003
1. Tempat Damai Di atas Pelangi (18 September atau http://www.fapet-online.com/detail.php?id=278 )


L. INTERMEZO (Hongkong)

Tahun 2003
1. Tempat Damai Di Atas Pelangi (17 Agustus)

M. situs http://cenelmasjid.tripod.com/cerpen/cerpen.htm (?) (tanpa ijin!)

Tahun ?
1. Pokoknya... Tragis (urutan ke-14)
2. Seorang Pria Mencari Tulang Rusuk (urutan ke-17)
3. Teka-teki Empat Belas Huruf (urutan ke-23)


CERPEN YANG MASUK ANTOLOGI BERSAMA

Ada penulis yang mengatakan, “Koran mempublikasikan secara temporer, dan buku menjadikannya abadi.” Mungkin ada benarnya pendapat tersebut, sebab cuma segelintir orang saja yang sungguh-sungguh menekuni dunia penglipingan koran. Jelas berbeda dengan nilai sebuah buku, yang bagi sebagian orang justru dapat menjadi koleksi yang bertahan lebih lama.

Akan tetapi, dalam pembukuan karya, AW masih harus numpang pada antologi bersama, karena biaya penerbitan buku membutuhkan dana cukup besar, dan belum ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkan cerpen-cerpen AW yang memang sangat jauh dari standar atau kriteria kelayakan sebuah cerpen.

Namun, apa pun itu, AW patut bersyukur bahwa masih ada cerpennya yang sudi dipilih oleh orang lain untuk diikutkan dalam sebuah antologi bersama. Dan, berikut ini pemuatan dan pembukuan tersebut dapat disimak:

1. Cerpen “Kota Terhilang” dalam antologi “Bupati Pedro, Laki-laki Kota Rembulan” yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Sleman bekerjasama dengan Penerbit Aksara Indonesia, tahun 2001

2. Cerpen pendek “Berita Pagi” dalam antologi “Graffiti Imaji” yang diterbitkan oleh Yayasan Multimedia Sastra dan Penerbit Angkasa, 2002.

3. Cerpen “Kado Istimewa untuk Dies” dalam kumpulan cerpen terpilih Balairung UGM “Seekor Anjing dengan Luka di Tengkuknya”, 2002.

4. Cerpen "Kolam" dalam kumpulan cerpen pendek "Batu Merayu Rembulan" yang diterbitkan oleh Yayasan Damar Warga, 2003.

5. Cerpen "Rayuan Pedang" dalam antologi puisi-cerpen-esai "Sastra Pembebasan" yang diterbitkan oleh Yayasan Damar Warga, 2004.

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |