MAUT
Yun Casalona
Datang maut panggil namaku
Tersentak aku dari lamunan
Ketika bisikan kata teringat akan dosa
Maut datang tanpa member salam
Apakah datang bukan dari pintu
Atau memang itu caramu bertamu
Maut pastikah itu alamat yang tertulis
Di daftarmu
Maut jangan dekati aku,aku malu bertemu
Aku kotor, jauhilah aku
Banda Aceh, 180793
Showing posts with label Tema Maut. Show all posts
Showing posts with label Tema Maut. Show all posts
Sunday, May 2, 2010
MAUT | Puisi Bertema Maut
0 komentar Sunday, May 02, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiThursday, April 22, 2010
Puisi Tentang maut
0 komentar Thursday, April 22, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTentang maut
Ajip Rosidi
I
Kulihat manusia lahir, hidup, lalu mati
Menerima atau menolak, tak peduli
Dengan tangan dingin namun pasti
Sang Maut datang dan tiap hidup ia akhiri.
Kuperhatikan perempuan sedang mengandung
Wajahnya riang, mimpinya menimang si jabang
Namun kulihat Sang Maut aman berlindung
Dalam rahim sang ibu ia bersarang.
Kuperhatikan bayi lahir
Dan pertama kali udara dia hirup
Dalam tangisnya kudengar Sang Maut menyindir:
"Jangan nangis, kelak pun hidupmu kututup".
II
Yang kukandung sejak hidup kumulai
Takkan kutolak, meski ia kubenci
Tapi kalau hidupku nak dikunci
Datang Tuhan menawari:
"Sukakah kau hidup semenit lagi?"
Kujawab pasti: "Suka sekali!"
III
Seperti gelap bagi kanak-kanak, pernah pada Maut aku ngeri
Karena tak berketentuan, bisa nyergap sesuka hati
Membayangi langkah, mengintip menanti saat
Dan bagi kesadaran jadi beban paling berat.
Kupertentangkan ia dengan Hidup yang seolah 'kan dia rebut
Kupilih pihak: Karena pada siksa neraka aku takut;
Namun kini tiada lagi, karena selalu kudapati
Napasnya menghembus dalam tiap hidup yang fana ini.
1960Share
Subscribe to:
Posts (Atom)
