Biografi Saut SitumorangSaut Situmorang lahir 29 Juni 1966 di kota kecil Tebing Tinggi, Sumatera Utara, tapi besar di Medan. Pendidikan terakhir BA (Sastra Inggris) dan MA (Sastra Indonesia[tidak selesai]) di New Zealand, di mana ia merantau selama 11 tahun. Mengajar bahasa dan sastra Indonesia di almamaternya, Victoria University of Wellington dan Universitas of Auckland di New Zealand. Sejak akhir 2001 menetap di Yogyakarta sebagai penulis full time. Kumpulan puisinya yang lain: saut kecil bicara dengan tuhan dan Otobiografi.
Showing posts with label Saut Situmorang. Show all posts
Showing posts with label Saut Situmorang. Show all posts
Wednesday, March 5, 2014
Biografi Saut Situmorang
0 komentar Wednesday, March 05, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSunday, January 26, 2014
Puisi Potret Sang Anak Muda sebagai Penyair Protes | Saut Situmorang
0 komentar Sunday, January 26, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPotret Sang Anak Muda sebagai Penyair ProtesSaut Situmorangkota kota menggersang. hari hari jahat. hantusrigala betina bangkit dari sela reruntuhantak ada lagi dambahanyalumut dan bara apimenemani sepanjang hari.aku disergap dentang kematiandan aku terbakar hangusdan aku lari tak tentu arah.api semarak menghangus bajukusepasang tangankurambut kusutku. dan sambil berlariaku menjerit memekik. tapi,tak ada yang peduli.aku memandang ke depan dengan keduamataku butaaku mendengar sekitarku dengan keduakupingku tulidan ada suara suara sumbangbuta dan tulitak mampu lindungikudari suasana hidup yang memilumata dan telinga hatimembebani!1987
Puisi Anatomi Penyiksaan | Saut Situmorang
0 komentar Sunday, January 26, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAnatomi PenyiksaanSaut Situmorangmatajangan kau menangiswalau tak henti sepatu sepatu tentara itumenghajar dadamulutjangan kau mengeluhwalau terbakar kulit dagingdisundut rokok rokok itukakijangan kau goyahwalau berjam jam kau berdirimenahanku terpaksaperutbertahanlahrasa mual yang amis itucuma listrik menggigit darahah, dada yang malangjantungmu sudah tak tahanhampir pecah.tegarlah, tegarlahjangan kau sampai berkhianatitu yang diinginkan mereka!
Tuesday, January 21, 2014
Puisi Nyanyian Enggang | Saut Situmorang
0 komentar Tuesday, January 21, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiNyanyian EnggangSaut Situmorangmaka beberapa ekor burung enggang yang berparuh gading gajah afrika berteriak teriak parau di pucuk pohon pohon cempaka raksasa di pedalaman rimba raya orang orang dayak yang baru saja selesai mengukiri tengkorak lima orang binatang pencuri kayu dan menghanyutkannya di air sungai mahakam kapuas barito hingga ditelan lautan yang gelisah tak sabar menunggu sambil memukul mukul gong pantai laut cina selatan …
Thursday, January 16, 2014
Puisi Aku Adalah Mayat | Saut Situmorang
0 komentar Thursday, January 16, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAku Adalah MayatSaut Situmorangyang terapung di sungaidi samping rumahmuaku adalah laki laki itu yang kemarinberpapasan denganmu tapi tak kau hirauaku adalah laki laki itu yangmelompat masuk ke dalam bis kotasesak dengan anak anak sekolah dan orang orangpergi kerjaaku adalah bau busuk di sungaiyang meresahkan cicak cicak kecil di rumahmuaku duduk di bangku kayu warung pinggir jalandan memesan sepiring nasi, sepotong ikan asin,dan sambal belacanaku adalah laki laki itu yang berteduh di bawahpohon di pinggir jalan waktu turun hujandan sebuah mercedes mencipratkan air lumpurke baju dan celanakuaku selalu ingin makan di restauran mewahdengan seorang perempuan muda yang jelitamenemani di mejaaku adalah mayat membusuk yang terapungtersangkut bambu di sungai dekat rumahmuaku adalah laki laki itu yang mendayung becakpenuh air laut dalam mimpikuaku adalah laki laki itu yang berjalan terburuburu tiap kali polisi memapasikuaku adalah sepucuk surat yang ditunggu tunggutapi tak pernah muncul di kampungkuaku adalah laki laki itu yang melambaikantangannya dan tinggal airmatadi pipi ibu tercintaaku adalah mayat busuk tak berbajuyang mengapung di sungai pagi ituaku adalah perempuan muda tak berbaju yangterapung di sungai di samping rumahmuaku adalah perempuan itu yang naik bis antarprovinsi ditangisi sawah sawah tak berpadi dikampungku yang jauhaku adalah perempuan itu yang duduk termangudi stasiun bis kotamu sore soremau ke mana tak tahuaku didekati seorang laki laki yang pandaiberkata kataaku adalah perempuan itu yang cuma punyasepuluh ribu di sakukuaku adalah bau busuk yang mengganggutidurmu sepanjang malam ituaku berdiri di trotoar jalan ditutupi malammenunggumuaku tidur sepanjang hari di kampung kumuhdipagari hotel hotel tinggi bernama asingaku adalah perempuan itu yang bermimpisambil merias diriaku adalah bis antar provinsi penuh debuyang tak pernah pulang kembalikami bertemu di atas truk polisi waktubulan purnama gemerlapan di air sungaiaku adalah laki laki itu yang memungutpunting rokok dari dekat kakimuaku adalah perempuan itu yang memungutpecah belah dari tong sampah depan rumahmuaku adalah laki laki itu yang tersenyumtapi tak kau hiraukami adalah wajah wajah itu yang menatapkosong waktu rumah tepas kami kau buldozerkami adalah wajah wajah itu yang tertundukdi atas truk diangkut seperti sampah busukaku adalah laki laki itu yang diusir dari kotaterpisah dari istri tercintaaku adalah perempuan itu yang diusir dari kotaterpisah dari suami tercintaaku adalah laki laki itu yang menyusup kembalike kota mencari istri tercintaakua adalah perempuan itu yang menyusupkembali ke kota mencari suami tercintaaku adalah laki laki itu yang di pinggir jalanberdiri termangu melihatgedung gedung kota terbakar membaraaku adalah perempuan itu yang di pinggir jalanberdiri termangu melihatgedung gedung kota terbakar membaraaku adalah laki laki itu yang di pinggir jalanberdiri termangu …aku adalah perempuan itu yang di pinggir jalanberdiri termangu …kota terbakar!kota terbakar!kami adalah mayat membusuk yangterapung tanpa baju di sungaidi samping rumahmupagi itu!auckland, oktober 1998
Monday, January 13, 2014
Puisi Catatan Subversif tahun 1998 | Saut Situmorang
0 komentar Monday, January 13, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiCatatan Subversif tahun 1998-- disebabkan oleh Wiji ThukulSaut Situmorangkau adalah kemarau panjangyang hanya membawa kematiankepada daun, bunga, danikan ikan di sungaikampung tercintakarena kau adalah kemaraumaka airmata marah kami akanmenggenangi bumijadi embunnaik ke langit jadi awan awandan dengarlah gemuruh suara kamisebagai hujan turunmengusirmu dari sini!maret 1998
Friday, January 10, 2014
Sajak Apartheid | Saut Situmorang
0 komentar Friday, January 10, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSajak ApartheidSaut Situmorangbotha adalah anak mataharisiang hari matahari kelihatan botha kelihatanmalam hari matahari tak ada botha tak adabukankah putih putih karena cahaya?botha adalah anak mataharimatahari adalah induk bothadi mana ada semut di situ ada guladi mana ada matahari di situ ada bothadi pantai botha telanjang bersama mataharidi pantai botha jogging bersama mataharidi pantai botha cocktail party bersama mataharidi pantai botha dansa bersama mataharitapi matahari tak bisa lama lama bersama bothamatahari harus pergi matahari harus pergibotha tak mau sendiri botha takut sendiri.matahari takut malam matahari tak suka malambotha takut malam botha tak suka malamdi pantai botha membuat apiapi taku malam api tak suka malamapi harus pergi api harus pergibotha takut malam botha tak suka malamdi pantai tak ada matahari tak ada apidi pantai botha sendiri botha takut sendirimalam tak takut matahari tak suka mataharimalam tak takut api tak suka apimalam tak takut botha tak suka bothadi pantai botha telanjang sendiri sendiri sendirimalam tak takut botha tak suka botha di pantaitelanjang sendiri sendiri sendiribotha harus pergi!
Thursday, January 9, 2014
Puisi Marsinah | Saut Situmorang
0 komentar Thursday, January 09, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMarsinahSaut Situmorangdari luka luka tubuhmutercipta bintang bintangsetiap bintang adalah sajakyang mengabadikan suaramuperempuan muda yang berani itumati terbunuh.kenapa?tubuhnya yang indah yang sucirusakternodai -- kematian yang laknatmenghancurkanberibu doa ibu yang tinggal termangu.kenapa?perempuan muda yang berani angkat suarakarena tak adilnya matahari yang menyengatmukamati dibunuhdibunuh seperti kambing hitam yang cumabinatangdibunuh seperti babi hitam yang cuma binatangdibunuh seperti anjing hitam yang cumabinatangdibunuh seperti cuma seekor binatang!kenapa lobang tanah yang sempit yang hitamlebih menerima seorang manusiaperempuandibanding kita makhluk yang lebih tinggi darimalaikat tuhan?seorang perempuan mudamatihanya karena berani.terlalu tinggi diabagi kitayang terkutuk hidupsebagaipengecut!
Wednesday, January 8, 2014
Puisi Badai Penantian | Saut Situmorang
0 komentar Wednesday, January 08, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBadai PenantianSaut Situmoranglangit sunyi. terbakarmatahari, dan angin mati.terpaku semua yang hidup di bumi.menanti.badai sembunyi di gunung gunungbadai sembunyi di hutan hutanbadai sembunyi di mata airdi danau danau di sungai sungaibadai sembunyi di kampung kampung gersangdi gunung gunung tumbang di hutan hutan arangdi tepi mata air polusi di tepi danau polusi ditepi sungai polusibadai sembunyi di pantai pantai di laut sembiludi kota kota hangus tak lagi dikenalkota kecil kota besarkotamu kotakubadai sembunyi di rumah rumah berdindingberatap debudi didih aspal jalanandi kerikil kerikil tajam mimpimudalam lagu lagu bosan anak anakmudi uban pertama istrimu yang tak maulagi ketawabadai sembunyi di aspal jalanankerikil kerikil tajam kampung kampung terlantarkota kota terbongkaryang milikmu yang milikkubadai sembunyi di kampus kampuswesel terlambatdi pabrik pabrik keringat menyengatdi penjara penjara berkakus tumpatlantai bau pantatmilikmu milikku milik kau dan akubadai sembunyi di mata mata ituyang tertunduk mendekap bumi itudi kaki kaki ituyang tertunduk menekuk di bumi itudan di kuburan pun sembunyi badaiantara nisan nisan berhurufmerah jinggadan bunga kemboha rusak daunnyabadai sembunyi di negeri ininegerimu,negeriku ini. danmenanti. menanti.
Puisi Samosir | Saut Situmorang
0 komentar Wednesday, January 08, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSamosirSaut Situmorangmenyusuri jalanan batudi pinggang ramping bukitan batuangin danau yang panasbangkitkan amarah purba nenek moyanganak anak negeri terkutuk!langit mengirimkan asap beracunmencekik mimpi mimpi malamubau mayat embun debuberhembus dari dada susut anak anakmu!tertawalah terus dengan angkuhtertawalah di tengah padang semak ilalangyang menarikan tortor kematianmu!menyusuri jalanan airmataantara tugu tugu hantumatahari membakar rambutku satu satujadi bukitan tandusterkelupas hangusmenguap di didih air danauyang diludahkan para leluhurdari pusuk buhit dongeng kanak kanakku21 maret 2002
Subscribe to:
Posts (Atom)

