Showing posts with label Tema Politik. Show all posts
Showing posts with label Tema Politik. Show all posts

Thursday, October 9, 2014

Puisi Kami Muak dan Bosan | Karya Taufik Ismail

0 komentar



KAMI MUAK DAN BOSAN
Puisi Karya Taufik Ismail

Dengarlah kami akan menyanyi lagu yang tidak nyaman di hati
Lagu tentang sebuah negeri, negeri yang sedih dan ngeri
Dahulu pada abad abad yang silam,
Negeri ini penduduknya begitu rukun,
pemimpinnya jujur dan ikhlas memperjuangkan kemerdekaan.
Mereka secara pribadi tidak menumpuk-numpuk harta dan kekayaan.

Ciri utama yang tampak,
adalah kesederhanaan.
Hubungan kemanusiaannya,
adalah kesantunan dan kesetiakawanan.
Semuanya ini fondasinya adalah keimanan.

Tapi.., negeri ini berubah
jadi negeri MALING, COPET, RAMPOK, BANDIT dan MAKELAR.
Negeri PEMERAS, PENCOLENG, PENIPU, PENYOGOK dan KORUPTOR.

Negeri banyak omong,
orang banyak omong, fitnah kotor.
Tukang dusta, jago intrik dan ingkar janji.
Kini...
Mobil, tanah deposito, relasi dan kepangkatan
Kini, politik ideologi kekuasaan disembah sebagai tuhan
Kini, dominasi materi menggantikan tuhan

Kemudian alkohol nikotin heroin kokain sabu ekstasi ganja dan mriyuana
Pornografi, hp dan internet bagian dari gerakan sahwat merdeka
Seks tanpa aturan, gaya neoliberal dan ultra liberan merajalela
Setiap 15 detik seorang bayi diaborsi di ujung jalan jauh disana

KINI...
Negeri ini penuh dengan wong edan, gendeng, sinting.
Negeri padat jerma garelo (sinting), urang gilo, orang gila...
kronis nyaris sempurna infausta (buruk).

Jika mereka di bawa ke depan meja pengadilan,
apa betul mereka akan mendapat hukuman?
Divonis juga, tapi diringan-ringankan,
bahkan!!! berpuluh-puluh dibebaskan!

Yang mengelak dari pengadilan,
lari ke luar negeri dibiarkan.
Semua tergantung kecil besarnya uang sogokan.

Di RRC, koruptor dipotong kepala.
Di Arab Saudi, koruptor dipotong tangan.
Di Indonesia, koruptor dipotong masa tahanan.

Dari barat sampai ke timur, berjajar dusta-dusta.
Itulah kini Indonesia.
Sogok menyogok menjadi satu,
Itulah kini Indonesia.

Kami... MUAK!!!
Kami sudah hilang kepercayaan lama,
lama kami sudah hilang kepercayaan.
HILANG... KEPERCAYAAN!



Wednesday, April 9, 2014

Puisi Politik "Sajak Tentang Boneka" | Fadli Zon

0 komentar

Sajak Tentang Boneka
Fadli Zon

Sebuah boneka
Berbaju kotak merah muda
Rebah di pinggir kota
Boneka tak bisa bersuara

Kecuali satu dua kata
Boneka tak punya wacana
Kecuali tentang dirinya
Boneka tak punya pikiran
Karena otaknya utuh tersimpan
Boneka tak punya rasa
Karena itu milik manusia
Boneka tak punya hati
Karena memang benda mati
Boneka tak punya harga diri
Apalagi nurani
Dalam kamus besar boneka

Tak ada kata jujur, percaya dan setia
Boneka bebas diperjualbelikan
Tergantung penawaran
Boneka jadi alat mainan
Bobok-bobokan atau lucu-lucuan
Boneka mengabdi pada sang tuan
Siang dan malam
Boneka bisa dipeluk mesra

Boneka bisa dibuang kapan saja
Sebuah boneka

Tak punya agenda
Kecuali kemauan pemiliknya

03 April 2014


Sunday, December 9, 2012

Puisi Mahkota Politik, Bom Bunuh Diri Rakyat Jelata

0 komentar


Mahkota Politik, Bom Bunuh Diri Rakyat Jelata
Iwan Pramana Putra

Dunia?
hukum?
tuntutan?

Suara jeritan laksana pecahkan raga
langkah kaki pun seakan berirama
memberi arti otak ini telah dibodohi
memberi arti jiwa ini dikhianati

Dunia terus berputar seiring getir emosi jiwa
para aktor memangku kakinya
memberi arti bahwa merekalah yang berkuasa
dan kita
kita adalah tumbal dari ekspresi dan ekspetasi mereka

Kita berperang melawan asa
untuk memperjuangkan nafas manusia yang tak berdaya
selayaknya tinta merah, darah kita menetes di raga tak berdosa
tuk satu impian nyata

Mengertilah
sadarilah
kita bukan kertas yang bisa ditulis, dihapus, dan dibuang begitu saja
bukanlah juga bahan untuk mereproduksi kekayaan kalian

Sadarlah
rakyat kecil adalah kami
memohon tuk kedamaian dan ketentraman
bukan untuk kiasan dari kacamata bertahta mahkota yang kalian pakai

19-Apr-2012
www.kabarindonesia.com

Thursday, May 19, 2011

Sajak Jenaka Politik | Sajak Lucu Tentang Politik

0 komentar

JENAKA POLITIK
Abdul Latip Talib

Politik itu maknanya siasah
bertujuan untuk jadi pemerintah
bukan untuk menjajah
bukan untuk berpecah belah.

Politik itu sangat mudah
Kalau cuma hendak memangkah
politik itu jadi susah
Kalau masing-masing hendak memerintah.

Orang politik bermacam kisah
ada kena sanjung ada kena ludah
ada skandal sudah terdedah
banyak rahsia yang belum pecah.

Orang politik nampak gagah
kerana mereka tak mahu kalah
ada yang amalkan manisan lebah
ada yang amalkan kacip siti fatimah.

Ada pula yang serba salah
tahun 2005 menjelang sudah
janji dibuat mesti serah
Ada yang kata alhamdulillah

Nak menang pilihan raya bukannya mudah
Kena jaga hati rakyat di bawah
ampu sana ampu sini kata sedekah
Tapi rupanya suruh pangkah.

Abdullatip
Jelebu

Monday, May 16, 2011

Puisi Tema DPR | Anatomi Wakil Rakyat 2009

0 komentar

Anatomi Wakil Rakyat 2009
Asep Sambodja

inilah negeri demokrasi
yang paling wangi di planet ini
aku sepi sendiri
melihat bedak dan parfum
merias senayan, senayan kita
terbayang undang-undang menjadi skenario
pertunjukan drama paling menyedihkan
wakil-wakil rakyat kita pandai merias diri
selalu bermake up
produk partai-partai haus sensasi
partai politik yang memanfaatkan badut-badut
untuk menghibur anak-anak TK

inilah negeri demokrasi
yang belajar dari negeri hollywood
koboi-koboi duduk di bangku kekuasaan
artis-artis sinetron menjadikan legislatif
sebagai panggung sandiwara
yang penuh bedak dan gincu
produk partai-partai gincu politik
yang melecehkan akal sehat

dan kita siap tertawa
dalam duka
karena pelawak-pelawak
akan belajar serius persoalan politik
dan politikus-politikus produk parpol gincu
akan belajar serius jadi pelawak
ha ha ha

tidak lucu!

Citayam, 31 Oktober 2009

Wednesday, April 20, 2011

Puisi Politik | Merayu Swara Rakyat

0 komentar

Merayu Swara Rakyat
Heri Latief

sebanyak janji kampanye diobral
siapa itu yang anti modal?
kapital asing punya kepentingan
jangan mau tertipu lagi!

tetesan keringat darah rakyat
sumbangan orang melarat
dibilang pahlawan devisa
siksaan hidup buruh migran

sebanyak luka sejarah
kita harus berani berubah
demi keadilan sosial
Indonesiaku, majulah menang!

Amsterdam, 07/07/2009

Sunday, April 3, 2011

Puisi Bertema Politik | Di Pinggiran Rel Kreta

0 komentar

DI PINGGIRAN REL KRETA
Heri Latief

rumah kumuh silang menyilang
cintamu hilang di pojok gang
bacalah doa dukun politik

sihirnya santun bikin binun
apalah isu semua nipu
punya keyakinan palsu?

kemerdekaan cuma kenangan
fakta hutang segunung kawi
mistiknya intrik istana raja

janganlah lupa janji pemilu
lima tahun lewat sudah
apa kata sejarah?

rumah kumuh sistem kusut
membelit kemiskinan budaya
keberanian pilih perubahan!

Amsterdam, 05/07/2009

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |