Showing posts with label Hotma D.l. Tobing. Show all posts
Showing posts with label Hotma D.l. Tobing. Show all posts

Thursday, December 27, 2012

Puisi Pena Nan Suka Menari

0 komentar

Pena Nan Suka Menari
Hotma D.l. Tobing

Acap disiapkannya
Sebentuk kertas
Sepucuk  pena 
Sambil  duduk di bangku empuk
Ingin dituliskannya sebuah puisi
Tentang hidup dan kehidupan
Tapi goresan pena itu
Tak kunjung berwujud

Tatkala tersesak
Dan duduk  di bis pengap dan sumpek
Ilham itu datang   serta merta
Pena buruk itu  beraksi
Menari tiada henti
Ciptakan  goresan jeritan hati
Atau suasana hati senang
Tentang hidup dan kehidupan

Cibodasari  - binsar mata niari
1/7/2012/06.00
www.kabarindonesia.com

Puisi Ketika Melayat | Hotma D.l. Tobing

0 komentar

Ketika Melayat
Hotma D.l. Tobing

Ketika melayat
Saat Melayat
Kami memberi penghiburan
Kepada keluarga almarhumah
Lantunkanlah lagu pujian
Panjatkanlah doa dan pengharapan
Mereka menangis
Kami juga menangis
Mengingat betapa baik dan
Setia sang nenek
nan telah berpulang
Semasa hidupnya bersama sang kakek
Agar meniru, cara hidup keluarga
Yang sangat teruji dan terpuji 

Cibodasari 1/7/2012- 24.00- tonga borngin
www.kabarindonesia.com

Puisi Ketegasan Itu | Hotma D.l. Tobing

0 komentar

Ketegasan Itu
Hotma D.l. Tobing

Aku tak hirau siapa pun
yang tak menghargaiku
Karena selama ini
Saudara kita cuma
berani ngoceh, celoteh dan reseh
bak genta berbunyi hampa

Aku makan karena berburu
bukan diberi karena iba
Aku membuahkan hasil
bukan nyolong
bak investasi bodong
Kata perempuan itu
dengan tegas dan lugas
kepada junjungannya
yang  gajinya
hanya cukup menafkahi
tiga minggu
dan tak mampu
menghajatkan  keluarga

Perpustakaan  12.00- hos ari
www.kabarindonesia.com

Saturday, December 22, 2012

Puisi Surabaya Satu | Hotma D.l. Tobing

0 komentar


Surabaya Satu
Hotma D.l. Tobing

Ada yang tak mampu kulupa
Ketika bermukim kala pertama
Di bumi Suro-Boyo
Hampir dua doso warso lalu
Aku dan bojoku manten anyar
Baru pindah dari Jakarta
Kursi tamu belum punya
Belum paham tentang
Seluk beluk kehidupan bertetangga
Kami sangat bersyukur kepada Tuhan
Paparan pak RT tentang hal itu

Senja itu dengan tetangga duduk bersila
Kakek Sutjipto berbicara lantang
Dan lalu panjatkan doa dengan khusuk
Agar kami sehat wal afiat
Menempati rumah
Di Dukuh Pakis Gang Sekian
Suka cita sangat terasa
Usai makan malam
Dilanjutkan jagongan
Dan nonton televisi bersama
Rupanya televisi dengan remote control
melahirkan cerita anyar di desa itu
Tenanan,  iki cerita lawas
Ora iso, ora tau kesupen

Jakarta Juli 2012
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=18&jd=Surabaya+Satu&dn=20120704114735


Tuesday, December 18, 2012

Puisi Nurani Lelaki Bertutur | Hotma D.l. Tobing

0 komentar

Nurani Lelaki Bertutur
Hotma D.l. Tobing

Lelaki itu menyesal
Nuraninya berkata-kata
Aku kurang arif kemarin
Terlalu banyak menggapil orang lain
Daripada urusan diri sendiri

Aku kurang arif
Sampai tak masuk pabrik
Hanya karena ikut
Memberikan waktu
Bagi tetangga
Di sebelah lor
Dekat sumur bor

Istri dan masa depan anak-anak
Adalah yang  paling pokok
Paling selia secara hakiki
Waktu boleh diberi
Tetapi wajar dan arif

Karena waktu itu
Tidak bisa ditabung di lemari
Atau disimpan  di kulkas
Lakukan hal bernas
Nan nan terpenting
Sebelum waktumu genting

6/3/2005 8:56 – Tarbakta raja
www.kabarindonesia.com

Friday, December 14, 2012

Puisi Janji Tak Bertepi | Hotma D.l. Tobing

0 komentar

Janji Tak Bertepi
Hotma D.l. Tobing

Tahniah
anda mendapat  pulsa cuma-cuma
tabungan pulsa
sesama vendor
boleh bicara sebebasnya
berlaku pukul 00.00-06.00 Esok hari,
begitu kata sms  itu
Sebelum pukul 00.00
kala ditunggu dan ditunggu
serta cek dan ricek
ternyata 00.00-06.00
adalah bermakna 00.00 alias kosong melompong 

Tempat penantian 05.20 WIB
www.kabarindonesia.com

Tuesday, December 11, 2012

Puisi Percakapan dengan Sahabat Facebook-ku

0 komentar

sumber gbr : topnews.in

Percakapan dengan Sahabat Facebook-ku
Hotma D.l. Tobing

Ketika kutanya,
Dia mengaku sedang studi
Di fakultas tertentu
Di kota tertentu
Dan duduk di tingkat tertentu

Kutanya lagi
Apa dia suka membaca
Jarang, katanya
Koran, majalah
Apalagi buku
Jarang dibaca
Habis kalau membaca
Mataku berair melulu
Katanya berpalun-palun

Lalu apa upayamu
Supaya selesaikan
Studimu memperlekas?
Ah itu gangsar
Yang penting...
Lalu dia diam
Tetapi ngangguk-ngangguk
Sambil tersenyum.

Suatu siang
Jakarta Pusat 2012
www.kabarindonesia.com

Puisi Bisikan Malam Tentang Musuh

0 komentar

Bisikan Malam Tentang Musuh
Hotma D.l. Tobing

Tiba-tiba di malam kelam
hadirlah bisikan itu

Siapa musuh Anda?
tanya bisikan itu.
Anda adalah musuh anda sendiri
Dari masa silam
sampai kini
anda memiliki musuh
dan musuh itu datang dari
diri anda sendiri

Kala, saat nan berharga
DIA telah berikan untuk anda
sama dengan insan lain
kepemilikannya sama
24 jam per hari
yang lain kadang kala mengatakan
masih kurang saat yang dimiliki
tapi
Anda mungkin kurang bijak
menggunakan pemberian itu
Anda kerap cabar, cuai, gegabah,
serampangan dan teledor
terhadapnya
Apakah anda  terus begini?
belum mengelolanya
dengan bijaksana?

Demikian bisikan malam itu

Cibodasari dan Gadog
04/30/2012 1:14:22
www.kabarindonesia.com

Puisi Sepak Bola | Percakaan Menjelang Subuh

0 komentar

Percakaan Menjelang Subuh
Hotma D.l. Tobing

Usai penghiburan
Kami dipersilakan rehat
Duduk di halaman
Beratapkan langit   Berilah minum dan
Nikmatilah kacang Sihobuk
Gantilah topik
Kongko yang unik
Tentang Piala Eroa
Pemain  nan menjadi idola
Grup dari Jeman,
Italia dan Spanyol

Sebutlah mereka nan menambah asa
Bastian Suainch Tiger,Manuel Newer
Mario Gomez,Lukas Podolsky
Balo Telly, Andrea Pirlo
Safi Hernandez, Fernando Torrez
Piala Eropa yang bikin stress
Dan pikiran ngeres 
Subuh menanglah grup idola
Italia atau Spanyol
Yang penting jangan lupa
Besokkerja, meskipun ngantuk

Cibodasari 1/7/2012- 24.00 – tonga borngin
www.kabarindonesia.com

Sunday, December 9, 2012

Puisi Mobil Omprengan | Hotma D.l. Tobing

0 komentar


Mobil Omprengan
Hotma D.l. Tobing

Di pagi hari
dengan senyum manis
wajah-wajah insan
menikmati mobil tumpangan
yang disebut omprengan
menuju sawah ladang
di Jakarta

Sore  hingga senja
dengan senyum capek
wajah-wajah insan
tampak bersegi
berebut untuk mendapatkan
mobil tumpangan
yang disebut mobil omprengan

Sejujurnya selama empat dekade ini
transport umum
milik pemerintah
tiada pernah memadai
usahkan duduk
berdiri aja syukur sudah
Entah sampai kapan. (*)

Tengah Jakarta
25/4/2012/15.00- dua gala
www.kabarindonesia.com

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |