Selayang Pandang
Selendang Sulaiman
Tiada terbersit di benakku
Untuk menatapmu lebih lama
Wajahmu sepi tak berembulan lagi
Terbungkus canggung ilalang
Sampai kapan kemunafikan
Kau agungkan dalam cadarmu
Mawar di balik durimu
Julurkan semerbak wangi
Tak seharusnya kau sirami bungamu
Dengan kucuran darah kumbang
Dan bila hatimu dimeranai olehnya
Betapa hidup ini hanya tirani
01 2008
Showing posts with label Selendang Sulaiman. Show all posts
Showing posts with label Selendang Sulaiman. Show all posts
Wednesday, May 18, 2011
Puisi Selayang Pandang | Selendang Sulaiman
0 komentar Wednesday, May 18, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiFriday, May 6, 2011
Puisi Tentang Gadis Jogja | Selendang Sulaiman
0 komentar Friday, May 06, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Pengantin Hamil | Selendang Sulaiman
0 komentar Friday, May 06, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPENGANTIN HAMIL
Selendang Sulaiman
Perutmu bersemi cumbu cinta liar
Pada perjamuan manja yang dini
tatanpa terekam waktu
Dimana anak mata saling tikam
Menembus rahasia bunga saga
Hasrat memuncak gelora asmara
Pengap terengah nafas menggila
Dalam geliat api dadamu
Tubuhku membara, mengerang
Menggelitik lentik jemari jalang
Jemari yang baru berpotong kuku
Bersama senggama kupu di beranda
Tempat cerita mengalir Hingga larut
Tiba-tiba naluri nurani menjelma tuak
bulan bintang sepanjang malam
Sambil bereuforia di ranjang terlarang
Bara birahi kita hablur
Di sungai air mata ayah bunda
Atau air mata kita sendiri
Kutub, 10 Nop 08
Subscribe to:
Posts (Atom)
