DI STASIUN
Puisi Maghfur Saan
di stasiun kulihat orang-orang bergegas menuruni kereta
wajah-wajah yang sudah tak kukenal, entah siapa
di punggungnya bertumpuk onggokan kardus
yang dipenuhi angka-angka pertaruhan
setiap orang ramai-ramai membuang tiket
setelah bergulat dengan permainan panjang
perjudian baru usai tinggal menghitung
kekalahan demi kekalahan
ruang tunggu yang penat dipenuhi ribuan sampah
peluh dan keringat menebar dendam kesumat
sementara di atas pintu peron terpampang pengumuman
: "tak ada tiket buat si pemelihara resah!"
Showing posts with label Maghfur Saan. Show all posts
Showing posts with label Maghfur Saan. Show all posts
Tuesday, May 10, 2011
Puisi Di Stasiun | Puisi Tema Stasiun
0 komentar Tuesday, May 10, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Rumah | Puisi Bertema Rumah
0 komentar Tuesday, May 10, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiRUMAH
Maghfur Saan
memasuki rumah, aku harus melewati bukit-bukit
sambil mengeja satu persatu, kunaiki tangga waktu
mulutku komat-kamit menghafal doa
yang dikirim pepohonan dan memungut daun-daun
untuk membalut luka sejarah panjang
ibuku telah mengajariku bagaimana cara
berpegang batu-batu
dan menyapa angin yang setia menjaga musim
tangga ke berapa sekarang?
tak ada catatan apa-apa yang kubawa
selain sketsa wajah ibu yang mungkin sudah beralih rupa
itukah halaman rumahku telah menghampar
di pelupuk mata, atau hanya fatamorgana,
serupa oase di depan musyafir dahaga?
rupanya akar-akar jaman telah melilit semua jendela
dan pintu sedang pada ranting-ranting yang melapuk,
bergelantungan kunci-kuncinya
tapi siapa yang tiba-tiba mencuri angka-angkanya
di saku bajuku?
mungkin ini saatnya aku ditasbihkan
menjadi pengembara yang papa?
Subscribe to:
Posts (Atom)
