RAKYATHartoyo Andangjayahadiah di hari kridabuat siswa-siswa SMA NegeriSimpang Empat, Pasamanjutaaan tangan yang mengayun dalam kerjadi bumi di tanah tercintajutaan tangan mengayun bersamamembuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbungamengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kotamenaikkan layar menebar jalameraba kelam di tambang logam dan batubaraRakyat ialah tangan yang bekerjaRakyat ialah kitaotak yang menapak sepanjang jemaring angka-angkayang selalu berkata dua adalah duayang bergerak di simpang siur garis niagaRakyat ialah otak yang menulis angka-angkaRakyat ialah kitaberagam suara di langit tanah tercintasuara bangsi di rumah berjenjang bertanggasuara kecapi di pegunungan jelitasuara bonang mengambang di pendapasuara kecak di muka purasuara tifa di hutan kebun palaRakyat ialah suara beranekaRakyat ialah kitapuisi kaya makna di wajah semestadi darathari yang beringatgunung batu berwarna coklatdi lautangin yang menyapu kabutawan menyimpan topanRakyat ialah puisi di wajah semestaRakyat ialah kitadarah di tubuh bangsadebar sepanjang masa
Showing posts with label Hartoyo Andangjaya. Show all posts
Showing posts with label Hartoyo Andangjaya. Show all posts
Wednesday, May 28, 2014
Puisi Tentang Rakyat | Hartoyo Andangjaya
0 komentar Wednesday, May 28, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Perempuan-Perempuan Perkasa | Hartoyo Andangjaya
0 komentar Wednesday, May 28, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASAHartoyo AndangjayaPerempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah merekake stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desasebelum peluit kereta pagi terjagasebelum hari bermula dalam pesta kerjaPerempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah merekadi atas roda-roda baja mereka berkendaramereka berlomba dengan surya menuju gerbang kotamerebut hidup di pasar-pasar kotaPerempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah merekamereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasaakar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kotamereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa
Puisi Dari Seorang Guru Kepada Murid-Murid nya | Hartoyo Andangjaya
0 komentar Wednesday, May 28, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Dari Seorang Guru Kepada Murid-Murid nyaHartoyo AndangjayaAdakah yang kupunya, anak-anakkuselain buku-buku dan sedikit ilmusumber pengabdianku kepadamu.Kalau hari Minggu kau datang ke rumahkuaku takut, anak-anakkukursi-kursi tua yang di sanadan meja tulis sederhanadan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnyasemua padamu akan berceritatentang hidupku di rumah tanggaAh, tentang ini tak pernah aku berceritadepan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remajahorison yang selalu biru bagikukarena kutahu, anak-anakkuengkau terlalu mudaengkau terlalu bersih dari dosauntuk mengenal ini semua
Subscribe to:
Posts (Atom)
