Showing posts with label Nancy Meinintha Brahmana. Show all posts
Showing posts with label Nancy Meinintha Brahmana. Show all posts

Friday, February 15, 2013

Puisi Lagu Sahutan | Nancy Meinintha Brahmana

0 komentar

LAGU SAHUTAN
Nancy Meinintha Brahmana

+
malam menjemput suram pada kilau penghasut perang kelam
pelukan dinda mengajakku terbang meski di ujung pedang,
sungguh diriku tak ingin berlalu bagai bulan berbulan

-
kejarlah malam yang bersiul menantang, kanda
gada kebenaran akan menjadi perisai bagi kesuraman
tiada jenjang tak melewati tangga kehidupan,
demikianpun cinta kita
yang bersahut-sahutan

+
wahai dinda pembuluh jiwa
getar kakanda menguat dalam berjuang
pada tatapan keteduhan kebenaran
dindalah meruap kata yang bersinggah
menguak misteri hati yang terpanah!

+-
apakah dirasa memberat awan terlihat badai menerjang?
kitalah bertaut meski pedih menantang
jangan biarkan hari kita mengejang,
wahai cinta, demikianlah kuat kita mengerang
menembus dunia yang kita sandang

-
abadilah cinta kita kekasih

+
abadilah cinta kita kekasih

Friday, January 4, 2013

Puisi Berjudul "Nama" | Nama Adalah Panggilan Surga

0 komentar

NAMA
Nancy Meinintha Brahmana

adalah keinginan hati para pujangga membelah lautan bebas
seluas angkasa raya
lautan bebasmu adalah hatiku
samudera rayamu adalah jiwaku

ketika buih-buih mendengar dan berlari pulang
begitu juga karang dan bintang-bintang

Pujangga mencari nama pada seraup tanah
dan berbicara pada awan-awan
mereka mengerti bahwa
putaran waktu bagi nama tidak akan berubah
ketika dipersiapkan bahkan
sebelum segala sesuatu

http://oase.kompas.com/read/2012/11/09/19531378/Puisi-puisi.Nancy.Meinintha.Brahmana

Saturday, November 17, 2012

Puisi Layar Rimba | Nancy Meinintha Brahmana

0 komentar

LAYAR RIMBA
Nancy Meinintha Brahmana

Kanda,
aku memanggil di antara hutan sukma pada belantara rimba raga
gelap rimbunan daun-daun bahaya kata!

Aku tau kanda datang mencuri waktu
senyumku di antara mekar sukma taman rimba raga
terang padang daun keindahan cinta kita

Kanda,
yang terdengar kini hanyalah kidung hening dari rawa gelap
yang ada hanya jelaga goyang tanpa sandingan
teringat kisah semusim sehanyut kata pada laut,
sapa dibawa pergi bersampan
ingin menyampaikan salam batin menikam
namun telah jauh jarak berlayar

http://oase.kompas.com/read/2012/11/09/19531378/Puisi-puisi.Nancy.Meinintha.Brahmana


 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |