Kutuk BuahPutu Gede Pradiptaterpukat taringhabis tersesapiterendap kulaisendiri bersepidan bara nyawasekibasan anginsegantung bijihhanya kilas isibelumlah puisi2012
Showing posts with label Putu Gede Pradipta. Show all posts
Showing posts with label Putu Gede Pradipta. Show all posts
Tuesday, February 19, 2013
Puisi Kutuk Buah | Putu Gede Pradipta
0 komentar Tuesday, February 19, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiFriday, February 15, 2013
Puisi Kontemplasi Batu | Putu Gede Pradipta
0 komentar Friday, February 15, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKontemplasi BatuPutu Gede Pradiptaberdiam seutuhmengukuhi bisusepatut berpautmeruapkan tuahmewujud si besimeredam ketukyang sunyi nyalicapai nyanyi hatiberakhir ia puisi2012
Thursday, February 14, 2013
Puisi Lembu | Putu Gede Pradipta
0 komentar Thursday, February 14, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiLembuPutu Gede PradiptaCermin pecah melampaui retak usiaMerah suam merakit bebilah bambuKini jelaslah gambar nujum maut ituMembentuk tubuh berwujud lembuYang menyuarakan lenguh umpamaDari sekian langkahnya yang berimaSebelum sampai mencapai bukit alusiDengan empat kaki sepantas tangguhAdalah bosan lebih dulu mengutuknyaTergelincir dari bait ke bait berlanjutSesisa harap setimpang cahaya mataMerampungkan bayang-bayang huluKiasan yang ampuh memuslihatkan isiDan merah suam menjelma kau kiniLembu lanjut usia lampau ingin belia2012
Friday, January 11, 2013
Puisi Pejalan | Putu Gede Pradipta
0 komentar Friday, January 11, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
PejalanPutu Gede PradiptaSemenjak mengawali lintas waktuSudah kuterima setiap luka tempuhDan menjadi kian tabah melangkah2012
Tuesday, January 8, 2013
Puisi Mata Kail | Putu Gede Pradipta
0 komentar Tuesday, January 08, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMata KailPutu Gede Pradiptayang bersangkutanditembus oleh kilauseujung runcing ituadalah doa terakhirdari semulut samunjelang senar terulurdi mana pemancingia belia dan peragudi ruas dadanya itutak ada sepuisi pun2012http://oase.kompas.com/read/2012/10/17/22083399/Puisi-puisi.Putu.Gede.Pradipta
Friday, December 28, 2012
Puisi Fragmen Hujan | Putu Gede Pradipta
0 komentar Friday, December 28, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiFragmen HujanPutu Gede PradiptaSayu mata hujandikawal gerimismenembus kabutmenuju rerimbunrambut hitam itu.Seorang perempuanmembuka perlahanpayung hitamnyahendak berlindungdari kuyup hujanyang kian berusahamulai mengurung.2012http://oase.kompas.com/read/2012/07/27/22222431/Puisi-puisi.Putu.Gede.Pradipta
Thursday, December 27, 2012
Puisi Mandi | Putu Gede Pradipta
0 komentar Thursday, December 27, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMandiPutu Gede PradiptaMaka dibasuhnya tubuh itutubuh penuh lukanya itu.Ia sebut prosesi ini sebagai mandi.Berawal sesaat setelah bangun pagimelangkah ia menuju kamar mandi.Ia kemudian melepaskan segalapakaian yang semalaman penuhtelah menyekap seluruh tubuhnya.Begitu tubuh terbuka sepenuhnyaditumpahkan air mata kekasihnya.Sebelumnya tentu telah ia tampungdalam jantung mungil di dada.Pertama, dipakainya untuk keramas.Kedua, mengguyur badannya sampaiia rasakan kulitnya luruh perlahan.Ketiga, bila masih tersisadipakai mengusap-usap matanya.Agar setelah mandi usai iabisa berjalan tenang melupakankekasihnya.2012http://oase.kompas.com/read/2012/07/27/22222431/Puisi-puisi.Putu.Gede.Pradipta
Sunday, December 2, 2012
Puisi Kupu-Kupu | Putu Gede Pradipta
0 komentar Sunday, December 02, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
sumber gbr : mmbphotographics.com
Kupu-kupuPutu Gede PradiptaBarangkali cuma kaulah yang mengerti tentang bagaimana wajah langitSetelah sehampar biru membentang mampu kauartikan jadi sejuk abadiDan kepak sebilah sayapmu membimbing sampai ke puncak gunung ituMengamati seberapa dekat letak bunga-bunga membuka diri di matamuSebelum menghinggapi dan bertukar warna dengan kelopak-kelopaknya2012http://oase.kompas.com/read/2012/07/27/22222431/Puisi-puisi.Putu.Gede.Pradipta
Wednesday, November 21, 2012
Puisi Layang-Layang | Putu Gede Pradipta
0 komentar Wednesday, November 21, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Layang-layangPutu Gede PradiptaDia membuat layang-layang dari sehimpundaun kering yang dikumpulkan dari tamansebuah kota yang sedang menjalani musimgugur pertama.Namun, daun-daun kering yang disusunnyamenjadi layang-layang segera habis terbakarketika memulai terbang dan musim kemarautiba-tiba datang.2012http://oase.kompas.com/read/2012/07/27/22222431/Puisi-puisi.Putu.Gede.Pradipta
Subscribe to:
Posts (Atom)



