Wednesday, August 25, 2010

Kenangan Berwarna Hijau Tua


Kenangan Berwarna Hijau Tua
Hasan Aspahani

ia datang serentak hujan, bunga mayang yang
luruh bersama setelah penyerbukan, dengung lebah
riuh bilah-bilah, rumput ditebas rebah, aih
rasanya tak cukup telinga mendengar dua belah.

(yang lebih megah dari konser sederhana ini, adakah?)

ia datang bersama arus sungai yang menuding ke wajah muara
kesanakah mengalir semuanya? dulu kutanyakan pada
anak-anak udang galah, jawabnya: tak perlu kau bertanya,
dulu kutanya juga pada angin lincah, jawabnya: tanyakan
saja pada akar kelapa, lalu kutanya pada tanah yang tabah,
jawabnya: sudahlah, nanti kau akan tahu juga.

(aku tidak bertanya pada laut jauh yang mengirim pasang waktu subuh)

masih saja, ia datang bersama hujan, bunga kenangan
yang tak mau luruh, menggenangkan aku ke tanya tak bermuara tak berhulu.

Feb 2003




Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Kenangan Berwarna Hijau Tua dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Kenangan Berwarna Hijau Tua ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2010/08/kenangan-berwarna-hijau-tua.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Kenangan Berwarna Hijau Tua Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Kenangan Berwarna Hijau Tua salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |