ArasymIlmi HercyfillDan bila kau pergi tinggalkan ku sendiri,Mimpi buruk ini masih ku tak mengerti,Adakah ini kisah kala yang harus terjadi?Atau petanda lagu, sebelum hadir melodi?Terpisah senja mengharap berpijar mentari,Sampaikan wahai angin, laguku di sampingnya,Kini ku sedar bahwa kau tiada lagi di sini,Bisikan padaku, apa khabar kau di sana?Ku lukiskan potret hatiku seru untukmu,Agar bisa ditatap hingga hujung waktu,Biarkan aku menjaga rasa rinduku padamu,Nantikan seketika, ku tetap hadir untukmu.Maaf aku tiada bila kau hampir pergi,Terlambatkah tepati janji? maafkan aku,Saat jagaku teralih oleh leka sepi sunyi,Bila semua kan teratasi? ia masih palsu.Tuhan, dengarlah permintaan yang terakhir ini,Bemekarlah kasih dan sayangnya ke atas mereka,Abadikan kaguman ku padanya sampai akhir nanti,Agar kami akan bersama, saat pemimpi terjaga.Malaysia, 10 June 2013
Showing posts with label Ilmi Hercyfill. Show all posts
Showing posts with label Ilmi Hercyfill. Show all posts
Thursday, November 14, 2013
Puisi Arasym | Ilmi Hercyfill
0 komentar Thursday, November 14, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiWednesday, November 13, 2013
Puisi Pening | Ilmi Hercyfill
0 komentar Wednesday, November 13, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPeningIlmi HercyfillAir penuh di dulang tak berkocak,Kemenyan tak dibakar tak terhidu,Lautan mana yang tidak bergelora?Bunga yang harum pun berduri jua.Biar cinai jangan kadut dikafan,Asal tak bersilat pada si buta,Alkisah beranak tidak berbidan,Ludah ke langit, muka sendiri terkena.Lelahnya berkaul pada si Keramat,Kerna cinta geliga, di mulut naga,Dekat tak tercapai, jauh tak berantara,Bagaimana bunyi gendang, itulah tarinya.Hikayat belalang menjadi helang,Tinggallah baung di bawah bangkar,Dalam kilat ada kilau terpandang,Baik luka di dada, jangan di belakang.Datang tak diundang, hadir tak memahami,Walau tertipu namun tetap dilestari,Bagai pedang, punya dua mata selari,Kanan terluka, terhiris pula di kiri.Malaysia, 22 July 2013
Tuesday, November 12, 2013
Puisi Fitrah | Ilmi Hercyfill
0 komentar Tuesday, November 12, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiFitrahIlmi HercyfillSaat sinar mentari terhalang oleh awan,Tetap Sang Suria pancari seluruh alam,Saat haruman mawar jaki disembunyikan,Tetap angin bawa pergi wangian terselam.Jangan pujuk rayu pada si pisau di tangan,Pujuklah jemarinya sang tangan yang memegang,Jangan terleka atas rupawannya sang bulan,Pujilah mentari tempat cahaya bersarang.Jika mabuk kerna air laut di daratan,Sucikanlah dengan langit menerusi hujan,Jika merasakan diri serba kekurangan,Hisablah dirimu sebagai kayu ukuran.Eloklah sekiranya bukan sebuah kendi,Penuh diisi airnya, bibir kering sunyi,Eloklah sekiranya bukan seekor keldai,Dibeban suhuf namun tak bisa memahami.Benarlah kisah nisa' asalnya rusuk kiri,Agar nanti niat Qhorim bijak diperangi,Benarlah rijal itu ulil amri famili,Agar Qalbu menjadi sutrah di dunia ini.Malaysia, 4 July 2013
Puisi Kato Meikashi | Ilmi Hercyfill
0 komentar Tuesday, November 12, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKato MeikashiIlmi HercyfillNur itu sebaik-baik cahaya,Tak terhidu kerna ia rahsia,Daun ini semalu pabila bicara,Terungkap bila diusik bersila.Anugerah ini tak mungkin disia,Demi masa, semua akan merasa,Waktu itu akan bertatih tiba,Sindirlah Jahal! ku kan bersedia.Kata-kata ini tiada terbakar,Kerna naga lidah tak berapi,Menyusur belantara mencari akar,Walau mustahil, ku tetap tak sendiri.Peluk tubuh harungi dingin malam,Obor cahaya pemangkin hati,Khazanah pesanmu telah ku peram,Terima kasih ku ucapkan, Sahabat sejati.Malaysia, 24 July 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)
