Showing posts with label Rinta Wulandari. Show all posts
Showing posts with label Rinta Wulandari. Show all posts

Thursday, September 25, 2014

Puisi Senyap Tahun Baru | Rinta Wulandari

0 komentar

Senyap Tahun Baru
Rinta Wulandari

Hiruk pikuk suasana kota
Sesekali Gelapnya langit memancarkan gemerlap
Suka cita menyalakan kembang api
Menerbangkan mercon

Aku tetap datang malam ini
Aku tetap menghampiri mereka
Aku tetap menjalankan tugas
Sembari belajar mengamati mereka

Ruangan ini tetap tidak berubah
Walaupun ini malam tahun baru
Masih dingin,
Masih senyap.

Hanya denting alarm
Monitor, syringe pump
Decitan jendela hijau
Sampai engahan nafas pasien
yang kadang memburu

Mungkin orang diluar sana lupa
Bahwa ada mereka yang tetap sunyi
Ada mereka yang tetap konstan
Menetap di jiwa hidup namun kaku

Diluar sana ada keluarga yang nyaman bersama
Bagaimana disini?
Keluarga masih saja menunggu perkembangan
Tidur dilantai beralaskan tikar
Sambil harap-harap cemas,
Tatkala petugas ICU menghampiri

Malam tahun baru,
ICU yang dingin mengajarkan
Bahwa kesenangan dan kesulitan kadang berjajar
Tak ada yang baru di esok hari
Mereka hanya masih terus berjuang

Selamat tahun baru 2014
Para pasien,
Semoga semangat kalian menjadi baru
Berapi melawan sakit

Nb: ini puisi ditulis saat dinas di malam tahun baru 2014 di ruang ICU rumah sakit.


Puisi Anak Pasien | Rinta Wulandari

0 komentar

Anak Pasien
Rinta Wulandari

Kaca panjang terbentang
Membelakangi seseorang disana
Dia terbaring dengan selangnya
Anak itu membawa balon
Tepat di gendongan sang ibunda
Dua tahun usianya
Sampai kini ia belum pernah disapa ayahnya
Anak itu ceria bermain balon ditangan
Melihat kesana kemari
Tanpa ia sadari,
Ayah kandungnya sedang berjuang
Dengan takdir ia pasrah
Ada kekuatan yang tak terlihat
Kelak dia akan tahu
Apa yang ada di hadapannya hari ini
Di balik kaca panjang ini.

Nb: puisi ini ditulis saat dinas pagi di ICU, mengamati saat jam jenguk pasien melalui kaca belakang


Puisi Dari Ruang ICU | Rinta Wulandari

0 komentar

I.C.U
Rinta Wulandari

Jendela hijau berdecit ngilu
Tirai tertutup
Hijau memenuhi ruang
Suhu dingin mendekap tulang
Aku terjaga, melihat sekitar

Mereka bukan pasien biasa
Alat penunjang merayap di tubuhnya
Kabel-kabel tertata di badan
Pipa karet menyumbat kerongkongan
Infus terpasang, malah lebih dari satu

Mereka pejuang hidup
Dalam lelap mereka berjuang
Ada keputusan di atas Sana
Ada takdir yang akan menyapa
Kehidupan atau Kematian

Waktu akan menjawab
Tidak sia perjuangan mereka
Karena Allah Maha Pemberi Keputusan terbaik.
Tiada Sia-sia bagi hamba yang berjuang

Nb: puisi ini secara iseng dibuat oleh mahasiswa keperawatan yang sedang dinas malam di ruang ICU sebuah rumah sakit. Mahasiswa itu, aku Rinta Wulandari.

sumber : kompasiana


 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |