Showing posts with label Tema Gadis. Show all posts
Showing posts with label Tema Gadis. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

Puisi Gadis Kita | Afrizal Malna

0 komentar

Gadis Kita
Afrizal Malna

O gadisku ke mana gadisku. Kau telah pergi ke kota lipstik gadisku. Kau pergi ke kota parfum gadisku. Aku silau tubuhmu kemilau neon gadisku. Tubuhmu keramaian pasar gadisku. Ja-  ngan buat pantai sepanjang bibirmu merah gadisku. Nanti engkau dibawa laut, nanti engkau dibawa sabun. Jangan tempel tanda-tanda jalan pada lalulintas dadamu gadisku. Nanti polisi marah. Nanti polisi marah. Nanti kucing menggigit kuning pita rambutmu. Jangan mau tubuhmu adalah plastik warna-warni gadisku. Tubuhmu madu, tubuhmu candu. Nanti kita semua tidak punya tuhan, nanti kita semua dibawa hantu gadisku. Kita semua cinta padamu. Kita semua cinta padamu. Jangan terbang terlalu jauh ke pita-pita rambutmu gadisku, ke renda-renda bajumu, ke nyaring bunyi sepatumu. Nanti ibu kita mati. Nanti ibu kita mati. Nanti ibu kita mati.

1985

Tuesday, December 25, 2012

Puisi Balada Gadisku | Rudi Anwar Hasibuan

0 komentar

Balada Gadisku
: untuk Vas bungaku
Rudi Anwar Hasibuan

di pucuk dawat ini aku terjaga
menoreh berbait sajak di malam jelita
hingga pagi kembali tiba
dan embun menyapa nyawa-nyawa yang dahaga

belum lagi reda kau dalam dadaku
sementara pagi bersama malam berajut menyulam waktu
tapi kenapa kau tak kunjung berlalu

benih wajahmu yang kutanam di galian kalbu
kini telah berbunga mekar menjadi rindu

Gadisku...
adakah sedikit waktumu mengingat aku?
adakah secubit sukmamu merinduku?

Gadisku...
kau bunga terlama mekar di halaman hatiku
kau bagai roh yang bersemayam dalam ragaku
’kan hilang ’tika senja esok tak lagi milikku

Pekanbaru-Riau, 27 Mei 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/07/26/15484996/Puisi-puisi.Rudi.Anwar.Hasibuan

Tuesday, December 11, 2012

Puisi Senyummu Mengikat Hatiku

0 komentar

sumber gbr : wallpaperscraft.com

Senyummu Mengikat Hatiku
Muhammad Zakaria

Begitu indah raut wajahmu
Begitu indah lesung pipimu
Memberi warna yang begitu indah
Memeberikan pancaran ke dihatiku

Engkau begitu sederhana
Engkau Gadis biasa
Yang membuat hatiku bahagia bila melihatmu

Bukan Daku memujimu
Tapi aku suka akan pancaran senyummu
pancaran yang mempesonaku
Memberikan kesejukan bagiku

Andai engkau tau
Aku begitu mengagumimu walau dari kejauhan
Aku mungkin adalah fans beratmu
Walau engkau bukan artis, tapi engkau akan selalu artis dihatiku

03-Jul-2012
www.kabarindonesia.com

Monday, December 10, 2012

Puisi Kisah Seorang Gadis Kecil | Gadis Jalanan

0 komentar


Kisah Seorang Gadis Kecil
Nurulita Rachma Budi Utami

Ia yang menangis menitikkan air mata
Ketika nasib tak lagi berpihak padanya
Baju lusuh dan kaki telanjang melangkah
Terseok diantara garangnya kehidupan

Matanya bening menatap asa
Aku ingin sekolah memegang pena
Bukan jalanan berdebu rumahku
Aku ingin menjadi pintar

Siapa yang peduli?
Hidup ini kejam!
Kau mau apa?
Tentu saja bukan mauku begini

Hiruk-pikuk jalanan dan lalu lalang kendaraan
Menjadi tempatku bermain dan belajar
Tidak sepertimu yang tinggal dirumah
Tak pernah memikirkan perut yang lapar

Sementara kau punya ayah dan ibu
Menyayangimu, memperhatikanmu
Bahkan bermain bersamamu di kala senggang
Lihatlah aku yang senantiasa bergulat

Ayah dan ibu aku tak punya
Rumahku menempati kolong jembatan
Tikus dan kecoak seringkali bersamaku
Apa kau tahu, bagaimana rasanya?

Razia....razia! aku pun tergusur dan tersungkur
Akankah hidupku menjadi lebih baik?
Katanya negeri ini cukup makmur
Tuhan, jawablah tanyaku ini

13-Jun-2012
www.kabarindonesia.com

Friday, May 6, 2011

Puisi Tentang Gadis Jogja | Selendang Sulaiman

0 komentar

TENTANG GADIS JOGJA
Selendang Sulaiman

Bedakmu cadar mantra
Kebayamu jubah kehormatan
Wismamu tahta yang sakral

Aku menerka dalam impian
Kau bakal permaisuri
Dariku sang perantau

Ah,
Terlalu semu untuk terjelma
Layaknya mimpi senja hari

Yogyakarta, juli 2008

Thursday, April 14, 2011

Puisi Gadis Lembah Seberang | Ilham Wahyudi

0 komentar

GADIS LEMBAH SEBERANG
Ilham Wahyudi

kalau langit mengijinkan
bulan purnama ini aku akan menyuntingmu
gadisku
gadis terang dari lembah seberang
pikat sukma jiwaku melayang

katakan pada seluruh tetua di sana
tak usah menyembelih binatang ternak
aku telah memotong sembilanpuluhsembilan
kerbau putih
tigapuluhtiga jenis rempah-rempah dari tanahku
sembilan daun sirih macam rasa
serta tiga kilo emas putih
sebagai maharku

gadisku,
kelak masaklah apa yang kita tanam dari kebun-kebun pengharapan
suapi si bungsu dengan senyum yang kau pamerkan
saat pandanganku terbentur matamu
pegang juga pundakku sebab aku akan menggosok rasa letih
yang menempel di kaki jenjangmu dengan seluruh keringat
yang kutampung dari sekujur tubuhku
mengendongmu ke ranjang yang dipenuhi bunga-bunga mawar

gadisku,
gadis terang dari lembah seberang
bersiap-siaplah aku akan segera datang
mencurimu dari kedua orang tuamu
orang-orang yang memperdulikanmu
tanah yang selalu merindukanmu – sepertiku –
selalu

Medan. Maret 2009

Saturday, March 26, 2011

Puisi Tentang Gadis Peminta Minta | Toto Sudarto Bachtiar

0 komentar

GADIS PEMINTA-MINTA
Toto Sudarto Bachtiar

Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda


Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten

Monday, February 7, 2011

Seorang Gadis Di Muka Jendela | Arsyad Indradi

0 komentar

Seorang Gadis Di Muka Jendela
Arsyad Indradi

Wahai bagaimana aku bisa lari dari diriku sendiri
Airmataku tak keringkering menetesi rinduku
Jangan kau tipu lagi aku wahai langit khayalku
Kemana kau sembunyikan bulan dan bintang
Menjadikan hatiku lumpuh di padamnya malam
Kau mengusik pembaringanku tak hentihenti
Aku begitu tergesagesa berdandan menuju tidur
Wahai dusta mimpiku
Datang, o datanglah yang bersemayam di balik fajar
yang menjadikan aku merindu
Aku cemburu pada kicau burungburung
dalam pelukan cahya surya
Aku iri pada bungabunga bermandikan embun
O datang, datanglah padaku
Aku tak mampu lari dari diriku sendiri
Wahai


Banjarbaru,2001

Wednesday, July 21, 2010

GADIS BERKERUDUNG | Puisi Tentang Gadis Berkerudung

0 komentar

GADIS BERKERUDUNG

lambat mengembang
kepak sayap kecil
lapis tipis
lembut kemasaan
coreng nurani
begitu memperdaya
mengontrol diriku
sehelai puing
ringkasan rasa
mendesir habis
dalam pikiran

debu secangkir
ungkapan
rinai ragu
serempak bersama
hanyut dalam jurang

melangkah pelan
lenyap kerapuhan
mengantarkan jiwa
buktikan kejujuran
percak rasa
yang telah muncul
di untai pagi
untuk seorang
gadis berkerudung


PUISI BUKU 1 Karya 1104 dan NOEL
www.eryyuliana.co.cc

Tuesday, July 6, 2010

Sajak Gadis dan Kupu-kupu

0 komentar

Gadis dan Kupu-Kupu
Pranita Dewi

kupu-kupu
kaukah alamat buruk itu
saat petang merambati celah rumah
langkahku berhenti pada genangan warnamu

kupu-kupu
curilah waktu untukku
sebab begitu banyak simbol merah jambu
dari kartu tanpa warna ungu
tempat tanpa alamat yang kau kirimkan

seorang gadis pergi mandi malam-malam
seekor kalajengking datang diam-diam
mengapa harus mencoba malam?

kupu-kupu
kaukah alamat buruk itu
sebab semalam gadisku hilang
tubuhnya nyisakan luka yang dalam
kupu-kupukah yang membawanya terbang?

2005

Sumber : Kumpulan Puisi "Pelacur Para Dewa"


Sunday, June 20, 2010

GADIS KECIL | Sajak Tentang Gadis Kecil

0 komentar

GADIS KECIL
Usman Awang

Tubuh itu mengingatkan daku
sebatang pinang di desa sepi
kurus dan tinggi
ketika ribut besar
pohon sekitarnya rebah terkapar
dan pohon pinang tegak menanti
sinar mentari pagi

Demikianlah gadi kecil itu
kurus seperti sebatang pinang
bertahun berulang-alik melalui
penjara kawat duri menemui
ayahnya yang bertahun pula sendiri
menentang tiap penderitaan
tabah dan beriman.

Gadis kecil itu mengagumkan daku
tenang dan senyuman yang agung
dengan sopan menolak pemberianku
'saya tak perlu wang, pak cik,
cukuplah kertas dan buku.'

Usianya terlalu muda
Jiwanya didewasakan oleh pengalaman
tidak semua orang mencapai kekuatan demikian
ketabahan yang unik, mempesonakan.
Bila aku menyatakan simpati dan dukaku
rasa pilu terhadapnya

sekali lagi dia tersenyum dan berkata:
'jangan sedih, pak cik, tabahkan hati
banyak anak-anak seperti saya di dunia ini.'

Aku jadi terpaku
dia, si gadis kecil itu menenteramkan
mengawal ombak emosiku
jangan sedih melihat derita pahitnya.
Alangkah malunya hati seorang lelaki dewasa
yang mahu membela manusia derita terpenjara
menerima nasihat supaya tabah dan berani,
dari anak penghuni penjara sendiri?

Sepuluh anak seperti dia
akan menghapuskan erti seribu penjara.

Thursday, June 17, 2010

Puisi Tentang Gadis Kecil | Sapardi Djoko Damono

0 komentar

GADIS KECIL
Oleh : sapardi Djoko Damono

Ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang,ada pohon
dan seekor burung…

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |