Showing posts with label Tema Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Tema Tuhan. Show all posts

Friday, September 19, 2014

Puisi Tuhanku Begitu Dekat | Sutardi MS Dihardjo

0 komentar

Tuhanku Begitu Dekat
Sutardi MS Dihardjo

Tuhanku begitu dekat

Di tengah malam sunyi
digerak-gerakkan-Nya dengan lembut
kakiku lalu tubuhku
digoyang-goyang-Nya mimpiku lalu hatiku
disentuh pelan dengan santun
di pusat kesadaran
hingga aku tak terkejut dan merasa kehilangan
nikmat tidur dan mimpi indah
ketika terbangun

Jarum jam menunjuk angka satu
Dituntun-Nya aku mengambil air wudhu
dingin air terasa sejuk
membangun suasana khusyuk

Tuhan menungguiku dengan sabar
aku menggelar sajadah
Ketika ’Allahu Akbar’ tangan kuangkat
para malaikat mulai mencatat
pahala tahajudku, khusyuk dan tawadukku
dan Allah menaburkan barokah, ketenangan
dan ketentraman dalam jiwaku
Ketika doa-doa kupanjatkan
rasanya begitu nyata dan pasti
Allah Yang Maha Pemurah
mengangguk ridho
menyalakan merjan-merjan harapan

Ketika sholat dan doa kusudahi
Malaikat bertasbih dan mengamini
Tuhan tetap menyertai di hamparan bunga tidur
bertikar rindu berbantal harap
mimpi wujudkan cita-cita luhur
sebatas ridho Ilahi

              ***
NB: Puisi ini telah dimuat di Majalah NUSA INDAH Semarang No. 110/Oktober 2012


Monday, July 29, 2013

Puisi Ampuni aku ya Allah | Annisa kamilah

0 komentar

Ampuni aku ya Allah
Annisa kamilah

sebuah jalan yang memang tak berujung
walau telah kelihatan menyempit dan menghilang
begitu pula asaku kepada-Mu
ketika aku mau, aku berharap lalu berucap
memohon kepada-Mu, bersimpuh dihadapan mu.
hamparan sajadah panjag, menghantarkan ku mengadu dan berdendang,
Tak kuasa hati yang menyimpang,
Selalu merayu dan mengajak ku terbang
dan ketika tak tertuju aku mulai meninggalkanmu
Ku lupa kan diri mu
Ya Robb.......
Ku tak sanggup berlari,
Tak henti ku ratapi diri,
Begitu hina, bergelimang dosa.
Ya..... afuwu
Ku bukanlah manusia sempurna
Kadar iman ku melemah
kadang rasa lelah putus asa datang mengoda
dan membuatku lupa dengan apa yang ku pinta
tapi tak seperti-Mu
walau tampak seperti jalan buntu
sesungguhnya KAU tidak melupakan yang kumau
berkali-kali aku tahu dan menyadari itu
bahwa KAU telah punya maksud tertentu

sabtu malam minggu, 17 mei 2011


Monday, December 31, 2012

Puisi Aku dan Tuhanku | ArieyWee

0 komentar


Aku dan Tuhanku!
ArieyWee

Pandangan mata sayu
menceritakan perasaan antara
sedih, sesal dan pilu
membenam jauh di lubuk hati,

Kukhayal dengan kepalsuan dunia
menjadikan diri manusia derhaka
aku lupa aku leka;
Hidup bergelumangan dosa
sedarku cumalah seketika
ketika resah barulah kumenuju
pulang ke jalan Tuhanku!

jurangnya ketara;
sedangkan Dia kasih padaku
sedangkan Dia pelindungku
sedangkan Dia penentu takdirku.
Rimbunan dosa;
layakkah aku menghidu wangian syurgaMu?
segalanya tercatat, tercoret
aku yang angkuh, jahil dan ingkar
di lembah usiaku
hanya mengutip dosa,

Aku beratkan kaki melangkah ke rumahMu
aku pekakkan telinga mendengar azanMu,
aku melekakan tubuh badan untuk melakukan fardhuMu
aku membutakan mata untuk melihat
dan aku juga membisukan bibir untuk membaca Al-quran Mu!
sehingga ada yang mengalun kalimah merdu
rahmatMu Ya Tuhanku!
mengatasi segalanya
tersentak aku dari lamunan panjang
membangkitkan untuk menuju keinsafan
tika dalam diri kealpahan
tika hati penuh keraguan.

24 Disember 2012

Thursday, December 20, 2012

Puisi Tuhan Sudah "Tiada" | abahDifa

0 komentar

sumber gbr : http://graceuniversity.edu

Tuhan Sudah "Tiada"
abahDifa

Katanya posisi Tuhan kosong
Sehingga berbuatlah sekehendaknya
Karena Kita tidak akan dihisab
Itu kata si Boy yang tidak pernah mencicip solat
Kata si Nur lain lagi
Dia berhenti solat dan berdoa karena tidak kuat
Sudah merasa cape solat namun doa belum di ijabat
Tapi keduanya sepakat...
keduanya sepakat kalau umur akan berhenti di tempat
Keduanya sepakat hidup pasti sakit dan sekarat
Keduanya sepakat orang baik harus mendapat tempat
Keduanya sepakat tidak bisa bikin air dan udara yang dipakai megap-megap
Tuhan sudah "tiada" katanya
Si boy senang merasa bebas
Bebas seperti hewan tanpa baju, celana dan rasa malu
Merumput semaunya walau sudah ada warning "Danger"
Apesnya, si Boy terkilir karena over menggilir
Sehingga harus antri nyantri di pak Mantri
Si Nur lain lagi
Kini dia sibuk mengoleksi ayam putih dan ayam hitam
Dia jadi penadah bunga-bungaan dan kemenyan
Suka menyendiri dan wisata religi ke tempat sepi
Apesnya, si Nur masuk angin ketika semedi sampai harus diinjeksi
Tuhan sudah "tiada" katanya
Dalam sakit si Boy dan si Nur berfikir
Apakah hidup ini akan berakhir
Hanya karena salah semedi dan terkilir
Ah... , terlalu remeh jika hidup hanya begini
Tapi kalau memang jadi mati, bagaimana nasib si Putri
Bagaimana dengan teori-teori yang belum dihargai
Masuk dalam peti terkunci seorang diri
Ah... , terlalu remeh jika hidup hanya begini
Si Boy sudah takut tak berbusana apalagi tak bercelana
Itu hasil akhir wejang pak Mantri
Si Nur terpaksa menjual semua koleksi
Karena takut bertemu lagi jarum injeksi
Dalam sakit si Boy dan si Nur berfikir
Betapa indahnya jika hidup tak berakhir
Betapa indahnya jika masih bisa bertemu si Putri
Betapa indahnya jika masih bisa menerima premi teori-teori
Betapa indahnya jika masih bisa bertemu teman relasi
Tidak lenyap ditelan bumi
Kalau begitu Tuhan, aku koreksi
Karena Aku masih mau hidup setelah ini
Masih Inggin kembali menikmati seluruh yang pernah aku cicipi
Engkau jangan dulu mati
Biarkan aku mengejar mimpi memburu janji surga-Mu nanti

abahDifa.blogspot 17/12/12


Tuesday, December 11, 2012

Puisi Tuhan, Aku Yakin Kau Tidak Lelah

0 komentar

sumber gbr : fanpop.com

TUHAN, AKU YAKIN KAU TIDAK LELAH
odi shalahuddin

bencana demi bencana yang melanda Indonesia
kuyakin bukan adzab darimu, Tuhan
tapi irama alam semesta yang tidak lagi berada dalam putarannya
lantaran ulah manusia dengan keserakahannya yang meraja
atau bahkan mungkin terlena dan larut dalam lupa
kuyakin itu, Tuhan,
sebab ketika semesta tercipta, telah kau lepas ia untuk bekerja

pada setiap bencana, selalu saja berulang kebodohan yang sama
tentang orang-orang yang selalu saja berkata-kata
tentang peringatan darimu, kepada para korban yang dinilai menjadi para pendosa
dan ini disiarkan dalam berbagai ruang-ruang agama
tentang ini, aku tidak yakin, Tuhan
walau dalam keyakinan, semuanya adalah atas kehendak-Mu
tapi manusia pulalah yang harus senantiasa menjaga keseimbangan
dan bersikap waspada terhadap berbagai kemungkinan ancaman bencana

pada setiap bencana, selalu saja berulang kebodohan yang sama
tentang para penguasa yang masih gagap,
suntuk bermain dalam ruang prosedur dan administrasi
sedang para korban butuh pengungsian yang aman, nyaman,
dan terjamin kelangsungan hidupnya

pada setiap bencana, anugrah dariMu, menjelma melalui hati dan sosok
ratusan orang-orang yang ringan bergerak membantu sesamanya
para relawan yang tak henti bekerja, ke dalam wilayah-wilayah bahaya
hingga kematian juga sering membayang-bayangi mereka

Tuhan, ketika nama-Mu digemakan, dengan berjuta permintaan
kutahu, kau tak pernah lelah, dan tak akan pernah lelah
karena diri-Mu memanglah tempat meminta

Yogyakarta, 19 November 2010
http://odishalahuddin.wordpress.com

Thursday, April 14, 2011

Tuhan Bermain Musik, Semalam...| Fandy Hutari

0 komentar

Tuhan Bermain Musik, Semalam...
Fandy Hutari

Alunan musik terdengar dari langit, semalam
Tak ramah nada yang dikeluarkan
Bising dan bergemuruh

Tuhan sedang bermain musik semalam
Ketika aku hampir terlelap dalam mimpi,
tiba-tiba ia memainkan semua alat musiknya
Dentuman saut-menyaut
Tak berirama Langit yang sudah tumpah,
ditambah suara hentakkan tak henti-hentinya

Tuhan bermain musik semalam
Dan itu gratis Hanya untuk kita

Jakarta, Januari 2010

Tuesday, February 8, 2011

Tuhanku | Kumpulan Puisi Tentang Tuhan

0 komentar

Tuhanku
deddi anggadiredja

Tuhanku,
setiap kusebut namaMU
Engkau ada di sampingku
setiap aku lupa
Engkau tetap ada disisiku
Engkau pelihara aku
Engkau lindungi aku
dengan Maha Rahkman dan RakhimMU
Ampunilah aku
Yaaa Tuhanku

Sumedang, 1959

Friday, July 9, 2010

Sajak Puisi | Tuhan tenggelam dalam kelam

0 komentar

Tuhan tenggelam dalam kelam
Pranita Dewi

aku terkenang senja merah
gapai tangan suci malaikat darah
pasir hangus meniris tubuhku
pada remang waktu

"tuhan tenggelam dalam kelam!"
serumu

melulu lenguh
namamu digerus pilu
butir pasir menyisir sepi
riwayat janinku,
kubangan senja keruh
rapuh

kau tuturkan kisah 1000 langit
jatuh di tepi mimpi
yang hanya lumatan tangis

kau mamah perih
di lipatan bibirku
hingga jemari
selesai menari
ufuk meraih pagi
namun, mataku jadi riskan
saksikan jisim tuhan

2003



Thursday, July 1, 2010

Sajak Tahun Tuhan | Faisal Muhctar Al Khaufi

0 komentar

Sajak Tahun Tuhan
Faisal Muhctar Al Khaufi


tahun-tahun bermunajat
saat doa-doa disepuh alim ulama
melulu batu-batu disepuh ayat suci
dan nafas para sifi mengetuk pintu langit
menguak tabir pada hati yang kecemasan

tahun-tahun menangis
di dasar hati yang terkikis
namun rindu tak terhapus
oleh cinta yang mulai pupus

tahun-tahun menelan dzikir
di sepertiga malam yang getir
dan rindu pun menyauh
di atas sajadah lusuh

orang-orang pun menari layaknya
mulana menari di depan tuhan
aku juga menari

ya disini

di dasar batin ini


Tasikmalaya 2003


Wednesday, June 23, 2010

Kumpulan Syair Kehidupan | Abu Hamzah & Ibrahim bin Adham

0 komentar

TAWAKAL KEPADA ALLAH
Abu Hamzah al-Kharrasani
(w. 290 H/903 M)

Kutampakkan kepada-Mu rasa takut
Yang telah kusempurnakan
Hariku menampakkan sesuatu
Yang diucapkan oleh mataku

Rasa maluku telah melarangku dari-Mu
Untuk menyembunyikan keinginan
Dan Engkau memberikan pemahaman
Dengan terungkapnya sesuatu

Engkau telah mempermudah urusanku
Lantas Engkau tumpahkan
Kedua orang yang menyaksikan kesamaranku
Oleh karena itu
Kelemah-lembutan akan diperoleh
Dengan kelemah-lembutan

Engkau telah memperlihatkan diriku
Sesuatu yang samar
Seakan-akan Engkau
Memberikan kabar kepadaku
Dengan sesuatu yang samar
Bahwa Engkau berada dalam kebahagiaan

Saya dapat melihat-Mu dan diriku
Karea kehebatanku takut kepada-Mu
Engkau menggembirakan diriku
Dengan lemah lembut dan cinta kasih

Kau hidupkan orang yang cinta
Sedangkan Engkau mencintai kematian
Alangkah herannya eksistensi kehidupan
Yang terpaut dengan kematian.




Ibrahim bin Adham
(w. 161 H/778 M)

Saya adalah orang yang memuji
Saya adalah orang yang bersyukur
Saya adalah orang yang ingat
Saya adalah orang yang lapar
Saya adalah orang yang kehilangan
Saya adalah orang yang telanjang
Terhadap yang enam
Saya menjamin separuhnya
Jadilah (orang) yang menjamin separuhnya

Wahat Zat Pencipta
Memuji kepada selain-Mu
Adalah jilatan api neraka
Yang telah Kau panaskan
Selamatkanlah orang yang selalu menyembah-Mu
Dari masuk neraka

Neraka di sampingku
Seperti sebuah pertanyaan
Apakah Engkau Tahu
bahwa Engkau tidak memaksaku
Masuk neraka.

Sumber : Hidup Bahagia Cara Sufi

Friday, June 18, 2010

Puisi Religius | Kembali Pada Tuhan - Jalaluddin Rumi

0 komentar

KEMBALI PADA TUHAN
Jalaluddin Rumi

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”


Jalaluddin Rumi (1207-1273)

Friday, June 11, 2010

TUHANKU LEPASKAN DAKU DARI BELENGGU KU

0 komentar

TUHANKU LEPASKAN DAKU DARI BELENGGU KU
Hj. Farida Hanum

Ya Allah Ya Raab:
Dengan kemulyaan-Mu
Sayangilah daku dalam segala keadaan
Kasihi daku dalam segala perkara
Kepada siapa lagi selain Engkau
aku memohon di hilangkan kesengsaraanku
dan diperhatikan urusan ku.

Tuhanku, pelindungku
Aku tidak cukup waspada terhadap tipu daya musuhku.
Maka terkecoh daku lantaran nafsuku,
namun bagi-Mu segala pujiku atas semua itu.
Aku datang menghadap-Mu Ya Ilaahi,
dengan segala kekurangan ku, dengan segala
ke durhakaanku, dengan hati yang hancur luluh,
memohon ampun dan berserah
diri pada-Mu, terimalah pengakuan ku
kasihanilah beratnya kepedihan ku
lepaskan aku dari kekuatan belenggu ku

Ya Allah, Junjungan ku.
Pemelihara ku.
Apakah Engkau Akan menyiksa ku
dengan api-Mu

Setelah aku meng-Esakan-Mu
setelah hati ku tenggelam
Dalam ma'rifat-Mu
setelah lidah ku bergetar menyebut- Mu
setelah jantung ku terikat dengan cinta -Mu
setelah segala ketulusan pengakuan ku
dan permohonan ku

Tidak, Engkau terlalu mulia untuk
mencampakkan orang yang Engkau ayomi.
atau menyisihkan orang yang Engkau naungi

Tuhan ku, jujungan ku, Pelindung ku
Engkau mengetahui kelemahan ku
ampunilah segala dosa-dosaku

(DOA KUMAIL)

(Sumber : Perjalanan Ruhani Meraih Cinta Sejati - Oleh Hj. Farida Hanum)


Thursday, April 22, 2010

SSSSST ... JANGAN RIBUT, TUHAN LAGI RAPAT

0 komentar

SSSSST ... JANGAN RIBUT, TUHAN LAGI RAPAT
Dadan Dania DK

Lewat konsepsi setengah jadi,
Tuhan menggiring manusia ke meja diskusi
petuah pun senggama dengan serapah.

Tuhan mengibar panji meniup sangkala dahana laga
di padang yang sarat, t'lah sepakat malaikat jadi wasit
kala langit kesumba jadi merah dan membara
Tuhan-tuhan jadi panglima mendera divisi
pekik yang cabik dan teriak yang koyak
sesayat kecewa terlempar dari semangat yang terjerat
seiris tangis yang bersamaan, adalah lahar yang merembes
di kaki bukit.

Dengan menyandang Asahi pentax,
kuandai satu kabar yang berkobar
(Seorang anak meratap dengan keranda mayat tanpa isi di sisinya
"Jenazah Tuhanku hilang dimangsa elang"
Adalah penjejal headline harian sore kotaku.

seonggok umat mengumpat-umpat
menyumpah-nyumpah
pada tuhannya.
"tuhan yang pengecut,
kautinggal kami dalam jerat."

Mereka memang umpan mapan yang larut dan latah
jadi sasaran terdepan
sepah dikunyah ketamakan tuhannya.

Kutinggalkan mereka yang tak mau punya anak karena
merasa Tuhan mulai miskin
kutinggalkan mereka yang menganggap Tuhan kurang cerdik
dan mengajak-Nya berpolemik

Jauh dan pertarungan yang tak henti,
dalam bilikku dalam satu sudutnya)
Allah tersenyum padaku
padamu
pada mereka dan semesta cipta.

Dalam sujud
dalam simpuh
kubisikkan lirih, "Mereka diperdaya tuhan yang khianat."


Cicalengka,1398 H

Kepada Tuhan | Puisi Untuk Tuhan

0 komentar

Kepada Tuhan
Ajip Rosidi

Tuhan. Kulihat tanganMu mengulur gemetar
Dalam mata anak yang lapar. Dan perutMu melilit
Dalam permainan licik bandit-bandit. TubuhMu telantar,
Terlupakan dalam onggokan bangkai membukit.

Tuhan. Kudengar suaraMu parau
Dalam riuh-rendah caci-maki para penipu
Yang saling tuduh, saling tinju
Tapi bersama-sama seia mengisap darahMu.

Tuhan. Kusaksikan diriMu diinjak kawanan kerbau
Yang liar, garang dan kejam. Memandang haus dunia
Yang Kauharamkan dalam kitabMu, tapi Kausediakan
Dalam dirinya. Tiada kendali.

1962



Share

Sajak buat Tuhan | Puisi Tentang Tuhan

0 komentar

Sajak buat Tuhan
Ajip Rosidi

II

Makin terasa, betapa sendiri
Hidupku bermukim di bumi. Tiada kawan
yang mau mengulurkan tangan
dan sedia bersama menempuh jalan
tatkalaa tiap langkah buntu.

Tak seorang pun, juga Kau
datang mendekat, menepuk-nepuk bahu
menganjurkan tabah dan jangan ragu.
Tiada. Hanya aku saja lagi
yang setia padaku. Hidup bersama
dalam duka dan putusasa.

Hanya aku jua, yang tetap cinta
kepada hidupku, tiada dua! Duh, tiada
lagi yang lain kujadikan gagang
tempat sirih pulang.

Rasa sendiri di dunia ramai, mengeratkan
aku padaMu, sepi-mutlak!
Rasa lengang di tengah orang, menyadarkan
antara Kau dan aku tiada jarak!

Saat seluruh bumi diam sunyi ....


16-4-1960


Puisi Tuhan | Sajak buat Tuhan

0 komentar


Sajak buat Tuhan
Ajip Rosidi

I

Kalau aku bicara padaMu, Tuhan
Bukan mau mengadukan dera dan derita
Tak kuharap Kau berdiri di depan
Ke dahiku mengeluskan tangan mesra

Kalau kutulis sajak ini, Tuhan
Bukan lantaran rindu-dendam atau demam
Tak kuharap Kau membacanya
Sambil duduk mengisap pipa kala senja

Karena Kau lebih tahu apa rasa hatiku
Dan mengerti bagaimana pikiranku
Karena Kau paling Aku dari aku
Yang terkadang kesamaran sama bayangan.

8-1-1960

Share


 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |