Tuhanku Begitu DekatSutardi MS DihardjoTuhanku begitu dekat
Di tengah malam sunyidigerak-gerakkan-Nya dengan lembutkakiku lalu tubuhkudigoyang-goyang-Nya mimpiku lalu hatikudisentuh pelan dengan santundi pusat kesadaranhingga aku tak terkejut dan merasa kehilangannikmat tidur dan mimpi indahketika terbangunJarum jam menunjuk angka satuDituntun-Nya aku mengambil air wudhudingin air terasa sejukmembangun suasana khusyukTuhan menungguiku dengan sabaraku menggelar sajadahKetika ’Allahu Akbar’ tangan kuangkatpara malaikat mulai mencatatpahala tahajudku, khusyuk dan tawadukkudan Allah menaburkan barokah, ketenangandan ketentraman dalam jiwakuKetika doa-doa kupanjatkanrasanya begitu nyata dan pastiAllah Yang Maha Pemurahmengangguk ridhomenyalakan merjan-merjan harapanKetika sholat dan doa kusudahiMalaikat bertasbih dan mengaminiTuhan tetap menyertai di hamparan bunga tidurbertikar rindu berbantal harapmimpi wujudkan cita-cita luhursebatas ridho Ilahi***NB: Puisi ini telah dimuat di Majalah NUSA INDAH Semarang No. 110/Oktober 2012
Showing posts with label Tema Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Tema Tuhan. Show all posts
Friday, September 19, 2014
Puisi Tuhanku Begitu Dekat | Sutardi MS Dihardjo
0 komentar Friday, September 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMonday, July 29, 2013
Puisi Ampuni aku ya Allah | Annisa kamilah
0 komentar Monday, July 29, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAmpuni aku ya AllahAnnisa kamilahsebuah jalan yang memang tak berujungwalau telah kelihatan menyempit dan menghilangbegitu pula asaku kepada-Muketika aku mau, aku berharap lalu berucapmemohon kepada-Mu, bersimpuh dihadapan mu.hamparan sajadah panjag, menghantarkan ku mengadu dan berdendang,Tak kuasa hati yang menyimpang,Selalu merayu dan mengajak ku terbangdan ketika tak tertuju aku mulai meninggalkanmuKu lupa kan diri muYa Robb.......Ku tak sanggup berlari,Tak henti ku ratapi diri,Begitu hina, bergelimang dosa.Ya..... afuwuKu bukanlah manusia sempurnaKadar iman ku melemahkadang rasa lelah putus asa datang mengodadan membuatku lupa dengan apa yang ku pintatapi tak seperti-Muwalau tampak seperti jalan buntusesungguhnya KAU tidak melupakan yang kumauberkali-kali aku tahu dan menyadari itubahwa KAU telah punya maksud tertentusabtu malam minggu, 17 mei 2011
Monday, December 31, 2012
Puisi Aku dan Tuhanku | ArieyWee
0 komentar Monday, December 31, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Aku dan Tuhanku!ArieyWeePandangan mata sayumenceritakan perasaan antarasedih, sesal dan pilumembenam jauh di lubuk hati,Kukhayal dengan kepalsuan duniamenjadikan diri manusia derhakaaku lupa aku leka;Hidup bergelumangan dosasedarku cumalah seketikaketika resah barulah kumenujupulang ke jalan Tuhanku!jurangnya ketara;sedangkan Dia kasih padakusedangkan Dia pelindungkusedangkan Dia penentu takdirku.Rimbunan dosa;layakkah aku menghidu wangian syurgaMu?segalanya tercatat, tercoretaku yang angkuh, jahil dan ingkardi lembah usiakuhanya mengutip dosa,Aku beratkan kaki melangkah ke rumahMuaku pekakkan telinga mendengar azanMu,aku melekakan tubuh badan untuk melakukan fardhuMuaku membutakan mata untuk melihatdan aku juga membisukan bibir untuk membaca Al-quran Mu!sehingga ada yang mengalun kalimah merdurahmatMu Ya Tuhanku!mengatasi segalanyatersentak aku dari lamunan panjangmembangkitkan untuk menuju keinsafantika dalam diri kealpahantika hati penuh keraguan.24 Disember 2012
Thursday, December 20, 2012
Puisi Tuhan Sudah "Tiada" | abahDifa
0 komentar Thursday, December 20, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
sumber gbr : http://graceuniversity.edu
Tuhan Sudah "Tiada"abahDifaTuhan sudah "tiada" katanyaKatanya posisi Tuhan kosongSehingga berbuatlah sekehendaknyaKarena Kita tidak akan dihisabItu kata si Boy yang tidak pernah mencicip solatKata si Nur lain lagiDia berhenti solat dan berdoa karena tidak kuatSudah merasa cape solat namun doa belum di ijabatTapi keduanya sepakat...keduanya sepakat kalau umur akan berhenti di tempatKeduanya sepakat hidup pasti sakit dan sekaratKeduanya sepakat orang baik harus mendapat tempatKeduanya sepakat tidak bisa bikin air dan udara yang dipakai megap-megapTuhan sudah "tiada" katanyaSi boy senang merasa bebasBebas seperti hewan tanpa baju, celana dan rasa maluMerumput semaunya walau sudah ada warning "Danger"Apesnya, si Boy terkilir karena over menggilirSehingga harus antri nyantri di pak MantriSi Nur lain lagiKini dia sibuk mengoleksi ayam putih dan ayam hitamDia jadi penadah bunga-bungaan dan kemenyanSuka menyendiri dan wisata religi ke tempat sepiApesnya, si Nur masuk angin ketika semedi sampai harus diinjeksiTuhan sudah "tiada" katanyaDalam sakit si Boy dan si Nur berfikirApakah hidup ini akan berakhirHanya karena salah semedi dan terkilirAh... , terlalu remeh jika hidup hanya beginiTapi kalau memang jadi mati, bagaimana nasib si PutriBagaimana dengan teori-teori yang belum dihargaiMasuk dalam peti terkunci seorang diriAh... , terlalu remeh jika hidup hanya beginiSi Boy sudah takut tak berbusana apalagi tak bercelanaItu hasil akhir wejang pak MantriSi Nur terpaksa menjual semua koleksiKarena takut bertemu lagi jarum injeksiDalam sakit si Boy dan si Nur berfikirBetapa indahnya jika hidup tak berakhirBetapa indahnya jika masih bisa bertemu si PutriBetapa indahnya jika masih bisa menerima premi teori-teoriBetapa indahnya jika masih bisa bertemu teman relasiTidak lenyap ditelan bumiKalau begitu Tuhan, aku koreksiKarena Aku masih mau hidup setelah iniMasih Inggin kembali menikmati seluruh yang pernah aku cicipiEngkau jangan dulu matiBiarkan aku mengejar mimpi memburu janji surga-Mu nantiabahDifa.blogspot 17/12/12
Tuesday, December 11, 2012
Puisi Tuhan, Aku Yakin Kau Tidak Lelah
0 komentar Tuesday, December 11, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
sumber gbr : fanpop.com
TUHAN, AKU YAKIN KAU TIDAK LELAHodi shalahuddinbencana demi bencana yang melanda Indonesiakuyakin bukan adzab darimu, Tuhantapi irama alam semesta yang tidak lagi berada dalam putarannyalantaran ulah manusia dengan keserakahannya yang merajaatau bahkan mungkin terlena dan larut dalam lupakuyakin itu, Tuhan,sebab ketika semesta tercipta, telah kau lepas ia untuk bekerjapada setiap bencana, selalu saja berulang kebodohan yang samatentang orang-orang yang selalu saja berkata-katatentang peringatan darimu, kepada para korban yang dinilai menjadi para pendosadan ini disiarkan dalam berbagai ruang-ruang agamatentang ini, aku tidak yakin, Tuhanwalau dalam keyakinan, semuanya adalah atas kehendak-Mutapi manusia pulalah yang harus senantiasa menjaga keseimbangandan bersikap waspada terhadap berbagai kemungkinan ancaman bencanapada setiap bencana, selalu saja berulang kebodohan yang samatentang para penguasa yang masih gagap,suntuk bermain dalam ruang prosedur dan administrasisedang para korban butuh pengungsian yang aman, nyaman,dan terjamin kelangsungan hidupnyapada setiap bencana, anugrah dariMu, menjelma melalui hati dan sosokratusan orang-orang yang ringan bergerak membantu sesamanyapara relawan yang tak henti bekerja, ke dalam wilayah-wilayah bahayahingga kematian juga sering membayang-bayangi merekaTuhan, ketika nama-Mu digemakan, dengan berjuta permintaankutahu, kau tak pernah lelah, dan tak akan pernah lelahkarena diri-Mu memanglah tempat memintaYogyakarta, 19 November 2010http://odishalahuddin.wordpress.com
Thursday, April 14, 2011
Tuhan Bermain Musik, Semalam...| Fandy Hutari
0 komentar Thursday, April 14, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuhan Bermain Musik, Semalam...
Fandy Hutari
Alunan musik terdengar dari langit, semalam
Tak ramah nada yang dikeluarkan
Bising dan bergemuruh
Tuhan sedang bermain musik semalam
Ketika aku hampir terlelap dalam mimpi,
tiba-tiba ia memainkan semua alat musiknya
Dentuman saut-menyaut
Tak berirama Langit yang sudah tumpah,
ditambah suara hentakkan tak henti-hentinya
Tuhan bermain musik semalam
Dan itu gratis Hanya untuk kita
Jakarta, Januari 2010
Tuesday, February 8, 2011
Tuhanku | Kumpulan Puisi Tentang Tuhan
0 komentar Tuesday, February 08, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuhanku
deddi anggadiredja
Tuhanku,
setiap kusebut namaMU
Engkau ada di sampingku
setiap aku lupa
Engkau tetap ada disisiku
Engkau pelihara aku
Engkau lindungi aku
dengan Maha Rahkman dan RakhimMU
Ampunilah aku
Yaaa Tuhanku
Sumedang, 1959
Friday, July 9, 2010
Sajak Puisi | Tuhan tenggelam dalam kelam
0 komentar Friday, July 09, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuhan tenggelam dalam kelam
Pranita Dewi
aku terkenang senja merah
gapai tangan suci malaikat darah
pasir hangus meniris tubuhku
pada remang waktu
"tuhan tenggelam dalam kelam!"
serumu
melulu lenguh
namamu digerus pilu
butir pasir menyisir sepi
riwayat janinku,
kubangan senja keruh
rapuh
kau tuturkan kisah 1000 langit
jatuh di tepi mimpi
yang hanya lumatan tangis
kau mamah perih
di lipatan bibirku
hingga jemari
selesai menari
ufuk meraih pagi
namun, mataku jadi riskan
saksikan jisim tuhan
2003
Thursday, July 1, 2010
Sajak Tahun Tuhan | Faisal Muhctar Al Khaufi
0 komentar Thursday, July 01, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSajak Tahun Tuhan
Faisal Muhctar Al Khaufi
tahun-tahun bermunajat
saat doa-doa disepuh alim ulama
melulu batu-batu disepuh ayat suci
dan nafas para sifi mengetuk pintu langit
menguak tabir pada hati yang kecemasan
tahun-tahun menangis
di dasar hati yang terkikis
namun rindu tak terhapus
oleh cinta yang mulai pupus
tahun-tahun menelan dzikir
di sepertiga malam yang getir
dan rindu pun menyauh
di atas sajadah lusuh
orang-orang pun menari layaknya
mulana menari di depan tuhan
aku juga menari
ya disini
di dasar batin ini
Tasikmalaya 2003
Wednesday, June 23, 2010
Kumpulan Syair Kehidupan | Abu Hamzah & Ibrahim bin Adham
0 komentar Wednesday, June 23, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTAWAKAL KEPADA ALLAH
Abu Hamzah al-Kharrasani
(w. 290 H/903 M)
Kutampakkan kepada-Mu rasa takut
Yang telah kusempurnakan
Hariku menampakkan sesuatu
Yang diucapkan oleh mataku
Rasa maluku telah melarangku dari-Mu
Untuk menyembunyikan keinginan
Dan Engkau memberikan pemahaman
Dengan terungkapnya sesuatu
Engkau telah mempermudah urusanku
Lantas Engkau tumpahkan
Kedua orang yang menyaksikan kesamaranku
Oleh karena itu
Kelemah-lembutan akan diperoleh
Dengan kelemah-lembutan
Engkau telah memperlihatkan diriku
Sesuatu yang samar
Seakan-akan Engkau
Memberikan kabar kepadaku
Dengan sesuatu yang samar
Bahwa Engkau berada dalam kebahagiaan
Saya dapat melihat-Mu dan diriku
Karea kehebatanku takut kepada-Mu
Engkau menggembirakan diriku
Dengan lemah lembut dan cinta kasih
Kau hidupkan orang yang cinta
Sedangkan Engkau mencintai kematian
Alangkah herannya eksistensi kehidupan
Yang terpaut dengan kematian.
Ibrahim bin Adham
(w. 161 H/778 M)
Saya adalah orang yang memuji
Saya adalah orang yang bersyukur
Saya adalah orang yang ingat
Saya adalah orang yang lapar
Saya adalah orang yang kehilangan
Saya adalah orang yang telanjang
Terhadap yang enam
Saya menjamin separuhnya
Jadilah (orang) yang menjamin separuhnya
Wahat Zat Pencipta
Memuji kepada selain-Mu
Adalah jilatan api neraka
Yang telah Kau panaskan
Selamatkanlah orang yang selalu menyembah-Mu
Dari masuk neraka
Neraka di sampingku
Seperti sebuah pertanyaan
Apakah Engkau Tahu
bahwa Engkau tidak memaksaku
Masuk neraka.
Sumber : Hidup Bahagia Cara Sufi
Friday, June 18, 2010
Puisi Religius | Kembali Pada Tuhan - Jalaluddin Rumi
0 komentar Friday, June 18, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKEMBALI PADA TUHAN
Jalaluddin Rumi
Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”
Jalaluddin Rumi (1207-1273)
Friday, June 11, 2010
TUHANKU LEPASKAN DAKU DARI BELENGGU KU
0 komentar Friday, June 11, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTUHANKU LEPASKAN DAKU DARI BELENGGU KU
Hj. Farida Hanum
Ya Allah Ya Raab:
Dengan kemulyaan-Mu
Sayangilah daku dalam segala keadaan
Kasihi daku dalam segala perkara
Kepada siapa lagi selain Engkau
aku memohon di hilangkan kesengsaraanku
dan diperhatikan urusan ku.
Tuhanku, pelindungku
Aku tidak cukup waspada terhadap tipu daya musuhku.
Maka terkecoh daku lantaran nafsuku,
namun bagi-Mu segala pujiku atas semua itu.
Aku datang menghadap-Mu Ya Ilaahi,
dengan segala kekurangan ku, dengan segala
ke durhakaanku, dengan hati yang hancur luluh,
memohon ampun dan berserah
diri pada-Mu, terimalah pengakuan ku
kasihanilah beratnya kepedihan ku
lepaskan aku dari kekuatan belenggu ku
Ya Allah, Junjungan ku.
Pemelihara ku.
Apakah Engkau Akan menyiksa ku
dengan api-Mu
Setelah aku meng-Esakan-Mu
setelah hati ku tenggelam
Dalam ma'rifat-Mu
setelah lidah ku bergetar menyebut- Mu
setelah jantung ku terikat dengan cinta -Mu
setelah segala ketulusan pengakuan ku
dan permohonan ku
Tidak, Engkau terlalu mulia untuk
mencampakkan orang yang Engkau ayomi.
atau menyisihkan orang yang Engkau naungi
Tuhan ku, jujungan ku, Pelindung ku
Engkau mengetahui kelemahan ku
ampunilah segala dosa-dosaku
(DOA KUMAIL)
(Sumber : Perjalanan Ruhani Meraih Cinta Sejati - Oleh Hj. Farida Hanum)
Thursday, April 22, 2010
SSSSST ... JANGAN RIBUT, TUHAN LAGI RAPAT
0 komentar Thursday, April 22, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSSSSST ... JANGAN RIBUT, TUHAN LAGI RAPAT
Dadan Dania DK
Lewat konsepsi setengah jadi,
Tuhan menggiring manusia ke meja diskusi
petuah pun senggama dengan serapah.
Tuhan mengibar panji meniup sangkala dahana laga
di padang yang sarat, t'lah sepakat malaikat jadi wasit
kala langit kesumba jadi merah dan membara
Tuhan-tuhan jadi panglima mendera divisi
pekik yang cabik dan teriak yang koyak
sesayat kecewa terlempar dari semangat yang terjerat
seiris tangis yang bersamaan, adalah lahar yang merembes
di kaki bukit.
Dengan menyandang Asahi pentax,
kuandai satu kabar yang berkobar
(Seorang anak meratap dengan keranda mayat tanpa isi di sisinya
"Jenazah Tuhanku hilang dimangsa elang"
Adalah penjejal headline harian sore kotaku.
seonggok umat mengumpat-umpat
menyumpah-nyumpah
pada tuhannya.
"tuhan yang pengecut,
kautinggal kami dalam jerat."
Mereka memang umpan mapan yang larut dan latah
jadi sasaran terdepan
sepah dikunyah ketamakan tuhannya.
Kutinggalkan mereka yang tak mau punya anak karena
merasa Tuhan mulai miskin
kutinggalkan mereka yang menganggap Tuhan kurang cerdik
dan mengajak-Nya berpolemik
Jauh dan pertarungan yang tak henti,
dalam bilikku dalam satu sudutnya)
Allah tersenyum padaku
padamu
pada mereka dan semesta cipta.
Dalam sujud
dalam simpuh
kubisikkan lirih, "Mereka diperdaya tuhan yang khianat."
Cicalengka,1398 H
Kepada Tuhan | Puisi Untuk Tuhan
0 komentar Thursday, April 22, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKepada Tuhan
Ajip Rosidi
Tuhan. Kulihat tanganMu mengulur gemetar
Dalam mata anak yang lapar. Dan perutMu melilit
Dalam permainan licik bandit-bandit. TubuhMu telantar,
Terlupakan dalam onggokan bangkai membukit.
Tuhan. Kudengar suaraMu parau
Dalam riuh-rendah caci-maki para penipu
Yang saling tuduh, saling tinju
Tapi bersama-sama seia mengisap darahMu.
Tuhan. Kusaksikan diriMu diinjak kawanan kerbau
Yang liar, garang dan kejam. Memandang haus dunia
Yang Kauharamkan dalam kitabMu, tapi Kausediakan
Dalam dirinya. Tiada kendali.
1962Share
Sajak buat Tuhan | Puisi Tentang Tuhan
0 komentar Thursday, April 22, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSajak buat Tuhan
Ajip Rosidi
II
Makin terasa, betapa sendiri
Hidupku bermukim di bumi. Tiada kawan
yang mau mengulurkan tangan
dan sedia bersama menempuh jalan
tatkalaa tiap langkah buntu.
Tak seorang pun, juga Kau
datang mendekat, menepuk-nepuk bahu
menganjurkan tabah dan jangan ragu.
Tiada. Hanya aku saja lagi
yang setia padaku. Hidup bersama
dalam duka dan putusasa.
Hanya aku jua, yang tetap cinta
kepada hidupku, tiada dua! Duh, tiada
lagi yang lain kujadikan gagang
tempat sirih pulang.
Rasa sendiri di dunia ramai, mengeratkan
aku padaMu, sepi-mutlak!
Rasa lengang di tengah orang, menyadarkan
antara Kau dan aku tiada jarak!
Saat seluruh bumi diam sunyi ....
16-4-1960
Puisi Tuhan | Sajak buat Tuhan
0 komentar Thursday, April 22, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSajak buat Tuhan
Ajip Rosidi
I
Kalau aku bicara padaMu, Tuhan
Bukan mau mengadukan dera dan derita
Tak kuharap Kau berdiri di depan
Ke dahiku mengeluskan tangan mesra
Kalau kutulis sajak ini, Tuhan
Bukan lantaran rindu-dendam atau demam
Tak kuharap Kau membacanya
Sambil duduk mengisap pipa kala senja
Karena Kau lebih tahu apa rasa hatiku
Dan mengerti bagaimana pikiranku
Karena Kau paling Aku dari aku
Yang terkadang kesamaran sama bayangan.
8-1-1960Share
Subscribe to:
Posts (Atom)


