Showing posts with label Jun Nizami. Show all posts
Showing posts with label Jun Nizami. Show all posts

Saturday, December 8, 2012

Puisi Di Samarang | Jun Nizami

0 komentar

DI SAMARANG
Jun Nizami

Alamanda, alamanda, memandangmu dari jendela yang terbuka. Sepagi ini, kenangan merambat seperti waktu, seperti tetumbuhan labu di dadamu. Kau memanggil, sedang aku mendekap tubuh sendiri yang menggigil.

Alamanda, alamanda, rumah-rumah dihantam kabut, sedang aku dikepung gelisah yang tak juga surut. Samarang yang dingin, siapa yang menari di luka angin. Tanah adalah rahasia, bagi hektar kentang yang membaca cuaca.

Alamanda dan selukis bukit. Adakah yang lebih bergembira selain petani, yang memanggul sekarung kol, di musim yang tak terduga ini. Ketika dadaku yang tak asing bagi pamit, masih saja memuja rasa sakit.

2011
http://www.kabar-priangan.com/news/detail/1255

Friday, December 7, 2012

Puisi Gadis Sajira | Jun Nizami

0 komentar

sumber gbr : wallpowper.com

GADIS SAJIRA
Jun Nizami

Tak ada sajak yang tak retak, yara
gadis yang di matanya tertanam bibit duka.
Tempat akar hendak dan tahuntahun
mendidihkan airmata kelak. Sebab di situ, kulihat
seluruh kata-kata yang renta,
lantas sempurna meremajakan diri
lantas melapal kenangan berulang-ulang kali

Telah kusinggahi matamu, namun perjalanan mengalir
masa silam adalah mata air. Dan seperti tempat-
tempat sebelumnya sepanjang pengembaraanku
aku tahu, bahwa tak ada satu kota pun yang akan
luput dari kunjungan; nama lain untuk sekian kepulangan

Sampailah stasiun, di mataku yang ngungun.
aku tak tahu mengapa hatiku mudah sekali gemetar,
bahkan oleh suara sekecil apapun; nafas daun, bisik selamat jalan,
atau bahkan oleh suara cangkir kopi yang diletakkan

Dan bagaimana Zamfir yang membuat lagu sendu,
lantas menceritakan kenangannya nyaris tanpa kata-kata
kepadaku

Sepanjang jalan, palem yang melambai,
kotamu, berpuluh kelokkan, dan angin dari bukit-bukit
yang sabar. Adakah yang lebih mendebarkan selain
kepergian?

Lantas kau bertanya, mengapa aku begitu betah
berrumahkan perjalanan, menyerahkan diri pada puisi,
dan pada kenangan yang sebenarnya tak perlu dihiraukan

Menjawab itu, betapa sama sulitnya dengan menjelaskan
kenapa aku selalu merasa terhibur oleh kesedihan,
dan kenapa aku bisa jatuh cinta pada seorang perempuan
yang sama berulang-ulang

2011
http://www.kabar-priangan.com/news/detail/1255

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |