Cirebon
Hery Firyansyah
anak anak penjual krupuk
mengapa engkau belum tidur?
malam begini larut
besok...
apakah engkau bersekolah?
apakah kau pandai?
sudahlah kau tahu
tentang hukum Pascal?
Boyle?
atau garis garis lurus
pada matematika
ah, tahukah kau betapa
hatiku remuk?
dimanakah orang tuamu?
sedang tidurkah mereka?
gembirakah, engkau
bisa mencari uang?
keretaku maju perlahan
banyakkah yang terjual
krupukmu kali ini?
dan aku memandangmu
bagai mata kanak-kanak dunia
aku pangling
Cirebon, 15122011
Showing posts with label Hery Firyansyah. Show all posts
Showing posts with label Hery Firyansyah. Show all posts
Friday, February 24, 2012
Cirebon | Puisi Hery Firyansyah
0 komentar Friday, February 24, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiThursday, February 23, 2012
Puisi Hati Nelayan | Hery Firyansyah
0 komentar Thursday, February 23, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiHati Nelayan
Hery Firyansyah
Ah, angin tak mau
menegurku lagi
kurindu himbaunya dulu
kucba raih, tapi menghindar
angin,
aku berteriak
dari tengah samudera
berlarikususuri panjang gelombang
ditertawai bulan tergantung
disumbat napas di tenggorokan
angin,
kau kuikuti
dari teluk teluk gelap
kukejar merambati sisi malam
dimana wangimu
dalam puing bahteraku
aku menggeluti nasibku
jari jariku
juga ulet di hatiku
berdarah
angin,
akankah kau sebar
wangimu
bila mentari mengecup
pasir laut
aku dengan keluh dalam hatiku
bukalah jalan dan rejekiku
Pelabuhan Ratu, 11122011
Puisi Dari Tepi Laut | Hery Firyansyah
0 komentar Thursday, February 23, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDari Tepi Laut
Hery Firyansyah
Laut biasanya dilalui kapal
tapi kali ini tidak
juga tak ada gitar dipetik
di bawah rindang nyiur
pasir jadi bara
di telapak kaki
dan mentari membakar apa saja
yang menentangnya
lambaian nyiur menggapai lunglai
melenggok hampa
kadang kadang segunduk ombak kecil
datang mengantar riak
kadang kadang pula sepi
yang datang mencekik
dari tengah laut
aku telah pulang
dan kembali lagi kemari
telah pula datang
mengurai mimpi mimpi
sebuah teluk tenang teduh
sebatang nyiur lapuk
setia menunggu
pasir berbercak bercak
putih memanjang menyilaukan
siang malam
riak air asin berlarian
O laut
bila kau ramah
kau buat aku terlena
tapi bila kau gila
O laut
aku tak mau
bertanya tentang kau lagi
Pelabuhan Ratu, 10122011
Subscribe to:
Posts (Atom)
