Ilustrasi
Negeri KusutAbdul RafiNegeri kita menyandang janjiCiptakan menteri serba kompromiRakyat adalah janjimuMenepati adalah spesial pribadimuKau berpidato"Saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi".Apa fakta janjimu?Kalau kau bukan sedang kusutdan kau melingkari janji berbalik buktiAlumni PBSI_FKIP_Universitas Islam Malang (Unisma) 2014
Showing posts with label Abdul Rafi. Show all posts
Showing posts with label Abdul Rafi. Show all posts
Saturday, May 9, 2015
Puisi Negeri Kusut | Abdul Rafi
0 komentar Saturday, May 09, 2015 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuesday, May 5, 2015
Puisi Harapan Hampa | Abdul Rafi
0 komentar Tuesday, May 05, 2015 Diposting oleh kumpulankaryapuisiHARAPAN HAMPAAbdul RafiSemakin lama Kumelihat wanitaSemakin lama KuberpikirApa yang harus Kulakukan?Apakah dia harus Kusebut bintang kejora atau rembulan?Yang tak pernah Kulihat sebelumnyaKeindahan emas terlihat cemerlang di wajahnyaMembuat aku terkena pesonaSungguh menggoda dalam lamunanMembelenggu angan segalaKini.Waktu masih sembunyikan impianMencekik hati tanpa kepalan tanganAdalah kelengangan dan gelap gulitaAdalah kecemasan menyita batinItulah awal bisikanSehingga hati tak dapat bernyanyiMulutpun hanya terbungkamMalang, 20 Mei 2012
Tuesday, October 28, 2014
Puisi Hari Istimewa “IBU” | Abdul Rafi
1 komentar Tuesday, October 28, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
ilustrasi
Hari Istimewa “IBU”Abdul Rafi *IBU…Kini hari istimewaAku bersuka citaAnak-anak cerdik kau dandan sayangTiada canggung mengoles hati yang diniSelagi beludru Ibu setia mendekapnyaIBU…Tatkala indramu melekat keningHari istimewa boleh bernada;“Selalu ada rasa pintar dalam cintaMembidik hati sanubariOleh titik darahmu”IBU…Kasih sayangmu berpijak di dermaga jiwakuMendetak syahdu pada kerindangan rindu irama matahari pagiBersiar bising syiar sampai matahari senjaIBU…Bersama tapak kakimu IbuSenja memutuskan dirikuDan berjanji menjadi saksi sumpah setiaHati ini, hati Ibu...* Mahasiswa PBSI_FKIP_Unisma
Subscribe to:
Posts (Atom)



