Mengharap IbaSiti AisyahSaat mentari bangkit menyambut pagiDi sudut jalanan itu ia tetap sendiriDiterpa debu dan asap kendaraan tak peduliMengharap belas kasihan bukan mencuriHanya terduduk dan merunduk minta dikasihaniBerharap untuk sesuap nasiSatu persatu terkadang menghampiriWalau begitu teriknya sinar mentariIa selalu berharap Tuhan memberinya rejekiSupaya tak kelaparan anak dan istriHingga malam pun bertepiBelum juga ia beranjak pergiJakarta, 25 mei 2013
Showing posts with label Siti Aisyah. Show all posts
Showing posts with label Siti Aisyah. Show all posts
Tuesday, May 28, 2013
Puisi Mengharap Iba | Siti Aisyah
0 komentar Tuesday, May 28, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Mengingatmu Ayah | Siti Aisyah
0 komentar Tuesday, May 28, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMengingatmu AyahSiti AisyahWaktu sudah terlampau begitu malamMataku enggan memasuki alam bawah sadarkuTak ubahnya seperti malam-malamKetika aku mengingatmuHal ini selalu terulangHanya butiran-butiran air iniYang dapat menggambarkanBetapa besar kerinduanku terhadapmuJika Tuhan memberikanku petunjuk keberadaanmuAku akan menggapai tempat ituMembiarkan rasa rindu terhadap orangYang sangat berarti dalam hidupAdalah hal yang sangat menyakitkanAku pernah tertusuk duriTergores luka yang menyakitkanSemua itu tak ada artinya di bandingkan denganRasa rindu yang bertahun-tahun terus terpendam dalam hatiEntah kapan datang penyembuh lukakuTak mau yang lainDan tak ada orang lainHanya dirimu ayahandakuJakarta, 17 juni 2012pukul 01:08
Subscribe to:
Posts (Atom)
