International Monetary FundAtasi AminIronis, IMFSekali tepukKrisis moneter1998
Showing posts with label Atasi Amin. Show all posts
Showing posts with label Atasi Amin. Show all posts
Monday, June 2, 2014
Puisi International Monetary Fund (IMF) | Atasi Amin
0 komentar Monday, June 02, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMonday, March 10, 2014
Puisi Layang-Layang | Atasi Amin
0 komentar Monday, March 10, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiLayang- ArAtasi AminBiru untuk langitHijau untuk rumputKemboja bagimuBagai bulan menjelma sabitDarahi tubuh mudamuBeruntun menaburi bumiSelagi wangi mengembangTak disangka layu, kembojaMenutur tidur panjangmuSementara anak anakMengejar layang layang: kekalahan itu13 Mei 2000
Tuesday, March 4, 2014
Puisi Nilai Nilai | Atasi Amin
0 komentar Tuesday, March 04, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiNilai NilaiAtasi Aminadalah seorang wanita paruh bayamemandang angka angka pada timbanganmembilang kalori yang ia makanadalah seorang tuan majikanmemandang angka angka pembukuanmembilang rugi dan untungadalah seorang pesakitanmemandang angka angka kalendermembilang hari demi hariadalah seorang siswa pelajarmemandang angka angka ujianmembilang soal jawabadakah angka angka yang berpikirtentang manusia yang tak berpikir,
Thursday, February 27, 2014
Sajak Daripada | Atasi Amin
0 komentar Thursday, February 27, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuesday, February 25, 2014
Puisi Kantong | Atasi Amin
0 komentar Tuesday, February 25, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKantongAtasi AminBanyak ruangBanyak ACBanyak uangBanyak ACC1998
Saturday, February 22, 2014
Puisi Panggilan | Atasi Amin
0 komentar Saturday, February 22, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPanggilanAtasi AminTiba tibaAtasan memanggil anak buahnyaDan tiba tibaYang Di Atas memanggil kitaSiap?2001
Wednesday, February 19, 2014
Puisi Mistis | Atasi Amin
0 komentar Wednesday, February 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMistisAtasi Aminbiru lautkelammataharitenggelambulan sabitdi atas perahumistis1998
Puisi Ke Pintu | Atasi Amin
0 komentar Wednesday, February 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKe PintuAtasi Aminmestinya kita pulangsetelah pertengkaran sengitsebab pahamKe pintumalah kau makin menjauh2002
Friday, February 14, 2014
Puisi Suara Suara Kecil | Atasi Amin
0 komentar Friday, February 14, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSuara Suara Kecil
Atasi Amin
di mana suaramu
hanya pemimpi bermimpi
tentang padang yang jauh
bunga bunga diam
nunggu hujan
sedang api lilin
masih pada pendirian
mana suaramu
hanya suara suara kecil
dan aku harus lebih dekat
dari luka
yang tak kunjung sembuh
2004
Wednesday, January 29, 2014
Puisi Kekasih | Atasi Amin
0 komentar Wednesday, January 29, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKekasihAtasi Amindatanglah kepadaku, kekasihbiarkan buih belai rambutdan bukit tempat aku menepimembilang debur ombaknyanyian laut yang menangantara karang dan buritanberharap datang dari sumberdan hidup dalam cahayasabar camar yang jagadi sepanjang pantaipenyair memunguti senjabermil mil perjalanan air mataakankah jadi cerita romantertuang indah oleh bibir yang basahataukah rasa salahdatanglah kekakasihtemukan2001
Monday, January 27, 2014
Puisi Musim Haji | Atasi Amin
0 komentar Monday, January 27, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Musim HajiAtasi Aminketika memasuki masjidil Haramainjutaan manusia menciptakan gerakansatu arah, sebalik jarum jam kelilingi Ka'bahuntuk satu hal: Kau adalah Mahaaku coba pahami ke belakang, waktuyang menggeliat membawa cerita lain:aku masuk ke kedalaman-Mu, bayangan kitadalam doa doa, airmata dan getaransemua akan berpulang pada Yang Mahadan hati selalu berbisik lembutTuhan, kita cuma ada dalam rasa1999
Puisi Menunggang Senja | Atasi Amin
0 komentar Monday, January 27, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMenunggang SenjaAtasi Amin1karena akhirnya pergiharapan mengetahui lagiyang hilanglimpahan percakapanjarak berbatas oleh satukekasih yang tersisa2dengan cerlang jiwa dibaringkanmerupa buah berisi misteripengaruh saat saat masyukmengenang gurunyang puitis itumengalir luasmerambah bukit satu3di antaranya adalah jiwaketenangan, kebebasandambaan yang benarberburu di masa hidupdekati sumber4meski berada di simpang jalanini tak akan berlangsung lamasebab saat kemudian tak didugaberlalu dengan menunggang senja5pandangan yang tersembunyiantara langit dan bumimelalui pori poritentang diriselama ini dicari cariternyata ada sendiri6manusia, sangat mendalambanding sungai yang sangat besartak terhingga sebagai batinmenyingkap yang benarjalan bukit yang paling tinggitentang dalamnya akarkarena manusialebih dalamakal dan pikirannya7kebenaran mengalir kecildikenal sebagai kumpulanyang kembali ke muaramelukiskan arah pulangdi masa berpisah8kekasih masukbulan keluardiam diamsama dengan rindukembali datangmemutus malam9benci menyesali banyak mau,gembira bertemu saat akan berpisahsebagai masalahjarak perjalanan10hari ke hari jelangkekasih mendekatsaat paling mendalambesaran cintamenjauh di badan11selama kami diamlalui dataran luasyang mula hilangkini kembali mengenalsebagai zikirbergabung pada upacara ini12kami dipandang pada pucukmelalui pengembangan ajarpengembaraan daun terakhirmemilih peran rantingbulan penuh menarik masa13sejak rindu yang luar biasa inimencoba dalami sumberlebih jauh lagisalahkan api dunia2004
Subscribe to:
Posts (Atom)
