Showing posts with label Sonny H Sayangbati. Show all posts
Showing posts with label Sonny H Sayangbati. Show all posts

Friday, December 13, 2013

Puisi Jadilah Pohon | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Jadilah Pohon
Sonny H. Sayangbati

"Ia pasti akan menjadi seperti sebuah pohon yang ditanam dekat aliran-aliran air,Yang menghasilkan buahnya pada musimnyaDan yang dedaunannya tidak menjadi layu,Dan segala sesuatu yang ia lakukan akan berhasil." ~ NWTOHS ~

Jadilah hijau
agar segar matamu
seperti lumut
tumbuh karena lembab
meneduhkan
rindang daunnya
tempat burung berlindung
Jadilah beringin
besar dan mistis
banyak menyan dipersembahkan
tempat berlindung
Jadilah kelapa
banyak santan
buat kudapan lezat
sayur lodeh
Jadilah zaitun
minyak emas penuh pesona
membuat kulitmu cerah
cantik dan jelita
jadilah pohon, daun dan ranting
tumbuhlah menjulang langit
berbuahlah dengan lebat
agar engkau tidak dipangkas

18 Mei 2013

Friday, December 6, 2013

Puisi Jernih Melihat | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Jernih Melihat
Sonny H. Sayangbati

Sebuah sudut
ya hanya sudut
apa itu
sudut pandang
darimana kamu melihat
bukan tentang apa yang kamu pikir
tapi
apa yang kamu rasa
sebab mu
adalah sebuah jiwa
yang hidup

26 Mei 2013

Sunday, December 1, 2013

Puisi Sebiji Benih | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Sebiji Benih
Sonny H. Sayangbati

dan kusirami
setiap hari
akhirnya tumbuh
menghias
halaman rindu
di rumahku selamanya

27 Mei 2013

Thursday, November 28, 2013

Puisi Sekarang Kamu Mengerti | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Sekarang Kamu Mengerti
Sonny H. Sayangbati

Saat matahari terbit:

Ibu ayah ke mana ?
Ayah sedang bersinar jadi matahari

Ketika matahari tenggelam:

Ibu ayah sudah pulang ?
Ayah jadi lampu di langit

Suatu saat di kala usia remaja:

Ibu, sekarang aku tahu
ayah itu cahaya
berpendar
dia senantiasa bersinar

Terima kasih nak, sekarang kamu mengerti


28 Mei 2013

Wednesday, November 27, 2013

Puisi Nyanyian Burung | Sonny H Sayangbati

0 komentar

Nyanyian Burung
Sonny H. Sayangbati

Sesungguhnya aku iri dengan manusia
oleh sebab satu hal: puisi
seandainya aku bisa berpuisi
akan kuluahkan isi hatiku

25-05-2013

Wednesday, November 20, 2013

Puisi Biru Yang Membiru | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Biru Yang Membiru
Sonny H. Sayangbati

betapa dalamnya warnamu
tenggelam dan hanyut
ke dasar
lubuk yang dalam
palungan
. . .
Hatimu

30 Mei 2013

Puisi Sebuah Cincin Batu Alexandrei | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Sebuah Cincin Batu Alexandrei
Sonny H. Sayangbati

Suatu ketika aku diberikan sebuah batu warna merah, sebuah batu daru Rusia, Alexandrei nama batu itu, bentuknya di cutting diamond, terlihat indah sekali
Tidaklah bosan melihat batu warna merah itu, mau dibentuk seperti apa ? Terpikir olehku untuk mencari model cincin di majalah mode, dapatlah sebuah bentuk
Pagi sekali aku bangun ke Atrium Senen, konon kabarnya toko emas gang Kenanga sudah ada dari zaman Belanda, dan aku memberikan contoh dan batu merah itu
Seminggu kemudian sebuah cincin bentuk kotak dengan batu Alexandrei terhias di jariku dengan indahnya, aku menyukainya, sebuah karya pikirku
Tidaklah heran zaman nabi Sulaiman segala jenis batu mulia menjadi penghias bait Allah, beserta mahkota raja-raja bumi
Namun aku bersedih berkepanjangan, suatu hari, hasil karyaku harus masuk dalam laci bertulisan 'mngatasi masalah tanpa masalah'

25-05-2013

Thursday, November 14, 2013

Puisi Bunga Sakura | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Bunga Sakura
Sonny H. Sayangbati

Sakura, sakura
aku memanggilmu
dari kejauhan
begitu lentik bungamu
seperti mata kekasih
saat musim semi tiba
engkau mewarnai bumi
dengan senyum merekah
wahai kekasih
merapatlah
ke tubuhku
karena engkaulah
yang kukasihi
sakura, sakura
sukida
aishiteiru

27 Mei 2013

Puisi Bangsa Kucing | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Bangsa Kucing
Sonny H. Sayangbati

Lihatlah rembulan malu-malu
mungkin ia enggan melihat kita memadu kasih
apalah kita, bangsa kucing
hanya bisa meong

Kita pun bersyukur
romantisme juga
milik bangsa pus

25-05-2013

Puisi Kenangan | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Kenangan
Sonny H. Sayangbati

Setiap hari minggu aku selalu membuka pintu almari itu, merapikan isinya dan membuka kotak laci di tengah almari untuk memeriksanya di situ, selalu saja aku melihatnya dengan tetetasan air mata, semua isinya masih seperti dulu, rapih dan bau kanper serta gantungan baju yang berjajar.

Saat hari libur aku mencuci pakaian dan merapikan rumah agar terjaga dan teratur penuh kehangatan, seperti biasanya, aku menganggap rumah selalu seperti dahulu penuh kehangatan dan canda tawa riang, di sudut ruangan tempat televisi itu berada, dia selalu menonton kesukaannya Premier League.

Seperti orang Inggris layaknya, yang lebih mencintai bola daripada kekasih, baginya aku ini hanya selimut malam yang dipakai jika hawa dingin menyerang tubuh, dahulu penuh kehangatan lebih dari selimut, dan dia benar-benar melarikan diri dengan si gadis blonde begundal itu, pergi ke London

Tinggal aku sendiri, di rumahku, menjadi ratu tanpa raja, seperti bidak catur yang bebas melangkah membela sang raja, tak terasa air mata ini menetes dalam keheningan malam, menatap rembulan yang sembab tanpa sinar, aku luluh, hatiku hancur sia-sia, ah ... aku ingin menulis puisi, puisiku adalah kesedihan, kerajaan air mata. 

21-05-2013

Puisi Bunga adalah kekasihku | Sonny H. Sayangbati

1 komentar

Bunga adalah kekasihku 
Sonny H. Sayangbati


Entah kenapa jiwaku menyukai bunga,
bunga adalah keindahan, aku menyukai,
seperti aku menyukai kekasihku,
aku suka mencium aromanya, indah sekali,
sedap dipandang mata. Keindahan milik seorang pria,
bunga ditanam untuk bertumbuh dan bertunas, berbunga,
dan pada musimnya kumbang mencarinya,
menghirup sari putiknya, terasa manis menyenangkan,
ya bunga menghias dunia dengan cantiknya.

Itulah sebabnya Tuhan menciptakan Taman Firdaus,
sebuah taman tempat pria menikmati kerja kerasnya,
beriman, beribadah dan memenuhi janjinya,
untuk bertemu dengan kekasihnya,
bidadari yang cantik dan jelita.

21-05-2013

Biografi Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Biografi Sonny H. Sayangbati

Penulis lahir di Jakarta 14 Desember, giat menulis puisi dan karya puisinya beberapa diterbitkan di berbagai media cetak dan online, antara lain : SKH Republika, SKH New Sabah Times, SKH Berita Minggu Singapura, SKH Utusan Borneo, SKH Mata Banua, Kompas.Com, Horison Online, RetakanKata, Lembaran Kebudayaan Indoprogres, Rima News, Koran Atjeh, Lintas Gayo, Jurnal Tanggomo, Koran Bogor, Wawasan News, Kuflet, dan beberapa lagi yang lain.

Serta dua karya buku puisi antologi bersama beberapa penyair manca negara berjudul : "Lentera Nusantara dan Manusia dan Mata-Mata Tuhan, saat ini sedang mempersiapkan dua buah buku antologi puisi bersama penyair manca negara.

Bisa dihubungi di email : sonny_sayangbati@yahoo.com dan sonny14sayangbati@gmail.com


Monday, September 23, 2013

Puisi Wanita dan Bulan | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Wanita dan Bulan
Sonny H. Sayangbati

Jika hari sudah mulai meninggi
matahari bersinar dengan teriknya
maka engkau menyebut dia
seorang wanita
Dalam cahaya dia akan tampak
dalam semua perwujudannya
Jika hari sudah mulai meredup
cahaya akan sembunyi dalam tirai langit
engkau pun akan tahu
dia pun seorang wanita

Bulan akan nampak
karena dia selalu tak bisa menghindar
dari datangnya bulan dan
setiap awal bulan dia akan menagih
jatahnya


07 Mei 2013


Puisi Senja semakin larut | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Senja semakin larut
Sonny H. Sayangbati

wajah-wajah semakin sepi
menghilang dalam sunyi
seorang lelaki pemuja cinta
larut dalam syair-syair rindu
menulis sebuah sajak surealis
dalam ambang bawah sadarnya
menerawang menembus batas langit
di situ dia bertemu
sebuah mahar
yang harus dibayar
tunai

30 Mei 2013


Puisi Pada Sebuah Musim | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Pada Sebuah Musim
Sonny H. Sayangbati

"Di musim semi, aku akan berjalan seiring dengan cinta di antara bunga-bunga violet dan melati." ~ Kahlil Gibran

Cinta tumbuh di taman hati
di antara bunga-bunga liar di padang
di musim salju yang dingin,
di tanah tandus yang gersang
dia tumbuh tanpa air,
tanpa angin muson
di tengah percakapan burung dan daun
di tengah-tengah badai aurora borelis
di kutup es
ya, dia seperti melodi dengan syair syahdu
dengan rebana ketimpring
yang dimainkan gadis sulamit
menari-nari di tengah padang gembala
menanti kekasih yang dirindu
seperti madu di bibir ranum
sebuah pertemuan cinta
antara rama-rama dan kembang pesona
Wahai rindu
seandainya engkau kudekap
janganlah engkau berlari lagi
tinggallah di sini
di antara bunga violet dan melati

14 Mei 2013


Monday, July 29, 2013

Puisi Aku Hanyalah Sebuah Wajah | Sonny H. Sayangbati

0 komentar

Aku Hanyalah Sebuah Wajah
Sonny H. Sayangbati

dari tanah liat
berwarna coklat
seandainya bernafas
itu pun pemberian
karunia Ilahi
Apa yang kupunya ?
semua karunia,
siapalah aku ?
sejenis rumput
bergoyang dihembus angin
sebentar kering dan mati
Aku hanya sebuah wajah
mewarisi ketiadaan
sebentar bergaduh
sebentar pula menguap
bagai asap
menghilang dalam badai angin
siapalah aku
hanya sebuah wajah
sebentar diingat
lalu lupa selamanya
wajah yang sebentar mengerut
bagai bunga yang layu

09 Juni 2013


 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |