Anak Anak Kita
Sunardi KS
anak-anak kita merangkai jaman
tertatih-tatih berjalan
menapaki masa depan
mereka seringkali digoda cakrawala
dikejar menghindar
dibiarkan tak bisa pudar
langit melengkung
nasib tiap hari seperti lembayung
mereka seringkali digoda bayang-bayang
membelakangi sinar mengejar
menghadapi dikejar
kita semakin cemas
angin terlalu ganas
hari hari kian getas
anak anak kita disah jaman
pikiran-pikiran kita tak bisa menerobos
semakin keropos
anak-anak kita titipan angin
tergantung ke mana diayunkan
Jepara, 2009
Showing posts with label Sunardi KS. Show all posts
Showing posts with label Sunardi KS. Show all posts
Monday, May 16, 2011
Puisi Tentang Anak Anak Kita
0 komentar Monday, May 16, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Tiba-Tiba | Sunardi KS
0 komentar Monday, May 16, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTiba Tiba
Sunardi KS
tiba-tiba kau gundah
ingin merenggangkan huruf-huruf bersamaku
pasti ada angin kemarau kacau
hatimu kesal
di depan ada minyak tanah tumpah
hati-hati menyalakan geretan
di kamar tidur
tak ada kusut spray kasur
tiba-tiba angin kencang
rumpun bambu di depan rumahku
bergerak seperti kipas
bersabarlah jangan ke luar rumah
agar tak mudah terpengaruh gerah
ada yang mulai tak senang
dan kau berdiri di depan pintu
dihembus angin berlalu
tiba-tiba aku bisa menjadi telaga
yang tak ada ombak
Jepara, 2009
Puisi Anjangsana Angin | Sunardi KS
0 komentar Monday, May 16, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAnjangsana Angin
Sunardi KS
barangkali wajah kita jadi
kian asing
waktu seperti gasing
dicerca hari-hari dan beban jaman
tak ada sapa
saling melupa dalam jumpa
tak sengaja sia-sia
atau barangkali hanya
klakson atau lampu
menghapus cemburu
ada saja yang jadi guru
di setiap waktu
kita percaya pada ujung jari
tak perlu repot mencari
perjumpaan hilangnya kesempatan
(batu-batu kepergok
berbenturan memercikkan api)
barangkali wajah kita jadi kian asing
waktu seperti gasing
dunia menyempit dalam saku
- jangan terlalu sederhana!
Jepara, Januari 2010
Puisi Ilalang | Puisi Tentang Ilalang
0 komentar Monday, May 16, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiIlalang
Sunardi KS
jangan paksakan angin mengumandangkan ilalang
batang-batang
yang kaku akan mudah patah
biarlah ia menemukan kekuatan
di sela bebatuan menusuki cadas
biarkan ia menemukan
angin lalulalang
menemukan kesegaran impian
rumput-rumput liar
tak mudah kau pindah
ke pot-potmu yang sempit
atau ke taman yang kau buat
dengan tangan
biarlah sebatas kupu atau kumbang
yang datang atas keindahan kembang
tetapi ilalang menemukan ketenangan
di bibir jurang
menjaga longsor tebing
jangan bakar ilalang kering
akan mudah tumbuh di cadas
runcing
Jepara, Januari 2010
Puisi Jangan Macam Macam | Sunardi KS
0 komentar Monday, May 16, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiJangan Macam Macam
Sunardi KS
dan karena batu-batu
dan karena memang batu
lalu cemburu jadi seteru
perang barata yudha
pada jaman batu
oleh batu-batu
bermimpi di ranjang tidurmu
dipanggung angan-angan
runtuhnya awan
langit penuh bintang
jadi milik seorang
tak boleh ada yang ikut-ikutan
siku-siku gatal ditajamkan
lirikan ditajamkan
kaki injak-injakan
di bawah meja makan
meski tangan-tangan bersalaman
kuucap selamat datang
selamat menyerahkan
atau mengikhlaskan
meski kau paksakan
jangan banyak kata
kalau tak mau
dimaknai dengan lain bahasa
Jepara, januari 2010
Tuesday, January 25, 2011
Di Senja Ini Aku Sadar | Puisi Sunardi KS
0 komentar Tuesday, January 25, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDi Senja Ini Aku Sadar
Sunardi KS
matahari terus meluncur
seperti ada yang selalu siap sembunyi
di balik cakrawala
angin di pantai
masih seperti dulu ramah menyapa
di waktu senja membuat irama
dengan debur ombak
dan aku segera tersentak
ingin segera kudengar
celoteh kedua anakku yang bingar
ketika aku menemani bermain sebagai teman
dan kudapati ibunya
yang diam-diam mematung memperhatikan
mengapa aku kerap lena terseret ingin
meninggalkan kehangatan
daun daun jendela yang tertutup
menjaga kemungkinan pengaruh angin
tiba-tiba aku sadar di senja ini
angin melambaikan pucuk nyiur
Jepara, 2009
Puisi Angin Yang Pasrah | Sunardi KS
0 komentar Tuesday, January 25, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAngin Yang Pasrah
Sunardi KS
angin kian mencecar tembok
tetapi lumut dan debu kian
menebal
angin yang lelah diharap patah
terjungkal ke tanah
barangkali kau akan bosan
punya lidah
hanya geraham menggeretak
barangkali kau akan bosan
punya jemari kotor
lebih baik melipat tangan
batu-batu sering disisihkan
dari jalan
tetapi ada yang kerasan
di atas bantal ranjang tidurmu
mimpi berceceran
orang-orang menyembunyikan jemari
memencet hidung
angin benar-benar lelah
telah panjang sejarah
keculasan tembok tak patah-patah
kau pun berdesahan
tetapi Tuhan telah lahir dari sana
Jepara, Januari 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
