Showing posts with label Laura Rafti. Show all posts
Showing posts with label Laura Rafti. Show all posts

Thursday, March 7, 2013

Puisi Ayam "Ayam Mengokokkan Tangan Ibu" | Laura Rafti

0 komentar

Ayam
Laura Rafti

Aku tertidur. Ayam mengokokkan tangan ibu yang dirapatkan ke kening.
Saat aku kembali meninggalkanmu. Mata perasaanmu mengintip, secepat
mungkin  kuseka airmata.

Rindu menyusup pilu pengorbananmu. “ibu aku merindumu!”.
“Nak, jangan rindu nanti sakit,  dik di sana menuntut ilmu”.
 Seketika  menanamkan bom. Meledak pada sajak kusut selesai mati sesaat.

Pekanbaru, 13/20 Oktober 2012

Friday, January 4, 2013

Puisi Berjudul "Kemarau" | Laura Rafti

0 komentar

sumber gbr : shnews.co

Kemarau
Laura Rafti

Mengharapkan hujan membasahi rekahan tanah
Peta[ku]ni telah mengeluh di pundak sawah
karena kosakata telah kemarau
banyak sajak yang gagal tertancap di senyap

Pekanbaru, 17/20 Oktober 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/22/21594859/Puisi-puisi.Laura.Rafti

Friday, December 28, 2012

Puisi Suara Parau Di Gagang Telepon | Laura Rafti

0 komentar

Suara Parau Di Gagang Telepon
Laura Rafti

menemani lailahku dan kurayapi tertawa
memisau duka yang disematkan benak
bila batu  perpisahan menyumbat nafasku
kan kudegupi dengan isak rindu

Pekanbaru, 18/20 Oktober 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/22/21594859/Puisi-puisi.Laura.Rafti

Thursday, December 27, 2012

Puisi MutiaraMaeMai | Laura Rafti

0 komentar

MutiaraMaeMai
Laura Rafti

Mutiara melalang nanbuana. MaeMai,  liur liar kata dalam ragamu.
ikutlah ke sajak runguku yang makin kebingungan.
Ntah kapan  beranak benarpuisi.

Oktober 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/22/21594859/Puisi-puisi.Laura.Rafti


Wednesday, December 26, 2012

Puisi Cinta Pendek "Kukorbankan Cinta" | Laura Rafti

0 komentar

alicekingsly.deviantart.com

Kukorbankan Cinta
Laura Rafti

Kukorbankan cinta disembelih cita
luka menyayat sampai ke pembaringan sekarat

Pekanbaru, 16/20 Oktober2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/22/21594859/Puisi-puisi.Laura.Rafti

Monday, December 3, 2012

Puisi Tafakur Bimbang | Laura Rafti

0 komentar

Tafakur Bimbang
Laura Rafti

Engkau bertanya “ mengapa bertahan pada kelam?”
“Aku tak tahu”. Kusemakin menginjak terumbu karang keberanian
yang kukumpulkan bertahun di bunga dalam tidur
sebab tak kutemukan daun waru kesetiaan
lalu berendam di laguna keterpurukan, mentafakuri bimbang.

Pekanbaru, 19 Oktober 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/22/21594859/Puisi-puisi.Laura.Rafti

 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |