Biografi Fandy Hutari
Fandy Hutari, lahir di Jakarta 17 Agustus 1984, menulis puisi kalau sedang galau menghampirinya. Ini merupakan puisi-puisi kenangan-kenangan saat masih kuliah dulu. Adalah penulis esai, buku, novel, cerpen, dan puisi. Esai, puisi, dan cerpennya dimuat di beberapa media cetak dan online. Dua bukunya yang sudah diterbitkan adalah Sandiwara dan Perang; Politisasi terhadap Aktifitas Sandiwara Modern Masa Jepang (Ombak, 2009), dan Ingatan Dodol (Insist Media Utama, 2010). Penulis bisa dihubungi di Email: fandyhutari@yahoo.com. Facebook: Fandy Hutari (sandiwaradanperang@writeme.com).
Showing posts with label Fandy Hutari. Show all posts
Showing posts with label Fandy Hutari. Show all posts
Thursday, April 14, 2011
Biografi Fandy Hutari
0 komentar Thursday, April 14, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Terminal | Puisi Bertema Terminal
0 komentar Thursday, April 14, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPuisi Tanya | Puisi Tentang Tanya
0 komentar Thursday, April 14, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTanya
Fandy Hutari
Berpuluh-puluh, beratus bahkan beribu tanda tanya
terbalik terus berkelebat di dalam otak-otak bebal manusia,
yang kebanyak sulit mendapatkan jawaban rasional
Tanya adalah sebuah kebingungan manusia
yang sebagai makhluk berakal tentu punya hasrat ingin tahu
Kenapa-kenapa-kenapa?
Bagaimana-apa-di mana-kapan-apa yang harus?
Kalimat umum yang sering dihujankan
guna mengajukan satu per-ta-nya-an.
Sekali lagi, mungkin sulit dijawab...
Jatinangor, 2003
Puisi Matahari Baru | Fandy Hutari
0 komentar Thursday, April 14, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuhan Bermain Musik, Semalam...| Fandy Hutari
0 komentar Thursday, April 14, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuhan Bermain Musik, Semalam...
Fandy Hutari
Alunan musik terdengar dari langit, semalam
Tak ramah nada yang dikeluarkan
Bising dan bergemuruh
Tuhan sedang bermain musik semalam
Ketika aku hampir terlelap dalam mimpi,
tiba-tiba ia memainkan semua alat musiknya
Dentuman saut-menyaut
Tak berirama Langit yang sudah tumpah,
ditambah suara hentakkan tak henti-hentinya
Tuhan bermain musik semalam
Dan itu gratis Hanya untuk kita
Jakarta, Januari 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
