KualaEza Thabry HusanoPada kuala mesti melautKatakan pada air dan perahuNamaku mengalirDari bukit ke pesisirDi punggung bukitAngin merengkek jadi kudaMenerjang bulu-bulu mataDari gerimis semestaPada kuala mesti melautKabarkan pada air dan perahuNamaku bertambat di pesisirMenggergaji duri-duri pasir1984
Showing posts with label Eza Thabry Husano. Show all posts
Showing posts with label Eza Thabry Husano. Show all posts
Monday, March 24, 2014
Puisi Kuala | Eza Thabry Husano
0 komentar Monday, March 24, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiWednesday, March 19, 2014
Puisi Siklus | Eza Thabry Husano
0 komentar Wednesday, March 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSiklusEza Thabry HusanoKukenali daun dalam putikkuDi kerimbunan pohon menjulangDi ganggang sekian masaMenatap keluasan langit tiada taraDari putik tumbuh melebatMenelusuri tangkai dan daunMemikul makna batang, akar-akarserta segumpal tanahPucuk-pucuk pun berseriPengembaraan pohon menjulangTumbuh kemudian tumbangDari wajah tanah roboh ke tanahCiptaan keluasan langit tiada tara1985
Sunday, March 16, 2014
Puisi Aku ingin jadi Seruling Bambu | Eza Thabry Husano
0 komentar Sunday, March 16, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiAku ingin jadi Seruling BambuEza Thabry Husanobersiul tiap mengerlingMelepas kusut segala benangdi pintalan sang matahariSeruling sekedar suaramenampar ke batas bunyimeremas dinding kacayang mengurung segala lukaAku ingin jadi serulingyang berangkat dari rumpun bambumengalir di lorong waktuderu menderu atas nama Mu.1983
Saturday, March 15, 2014
Puisi Tidurku Melompat | Eza Thabry Husano
0 komentar Saturday, March 15, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTidurku MelompatEza Thabry Husanoke mimpi lagibintang pisuh memisuhketika hujan runtuhsampai pagi. Aku masih sendiriSungai-sungai malambintang-bintang berlabuhpasti ke situ. Mengalir mimpikuMimpi membara api melompatdari sebilah korek apiyang telah kugarit. Mati!1984
Friday, March 14, 2014
Puisi Rakit Bambu | Eza Thabry Husano
0 komentar Friday, March 14, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiRakit BambuEza Thabry Husanorakit hanyutdi sukma sungai dari bukitbangkit dari jeram ke jeramterhempas di riamrakit hanyutmengalir miang kulit bambumengayuh bayang dari hulumemantul di alir dan batu-baturakit hanyutrakit hanyutmerakit riak-riak rinduuntuk menambat rakit bambuini. Pada tiang pantai Mu.1982
Thursday, March 13, 2014
Sajak Selembar Daun | Eza Thabry Husano
0 komentar Thursday, March 13, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSajak Selembar DaunEza Thabry HusanoSelembar daun luruhmengetuk pintu berkabar dukatentang ranting yang tak kuasamempertahankan kampakan anginIa masih berwarna daunseperti guratan selembar daunDi halaman tadi sore terdengardaun luruh selembar selembarlepas tangkai sangsai. Terkulaidingin. Sunyi1983
Wednesday, March 12, 2014
Puisi Seketika Aku Terkepung Sepi | Eza Thabry Husano
0 komentar Wednesday, March 12, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTuesday, March 11, 2014
Puisi Surat dari Langit | Eza Thabry Husano
0 komentar Tuesday, March 11, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSurat dari LangitEza Thabry HusanoTiba tiba mata tertutup selimut Salju pun turun menyisir rumputDingin musim. Langit berlumutKuterima surat dari sang Kekasihdalam sekian kutub percintaanTelah kubaca selesai. Tanda zamanhingga titik koma dari huluke muara tulisan tangan alit1984
Puisi Hujan Putih | Eza Thabry Husano
0 komentar Tuesday, March 11, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiHujan PutihEza Thabry Husanopundak ini telah kita sediakanmemikul tombak runcing hujanyang perlahan-lahanmencompang-camping daun-daunawan tirai kasa, kuaklah!di luar tampak kabut sejuta aksaracatatan tentang kelopak rekah kakikita yang ungu. Adakah saat jungkiranwaktumemetik menyiul suaramerangkai hujan putihpada Yang Maha1981
Puisi Maghrib | Eza Thabry Husano
0 komentar Tuesday, March 11, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMaghribEza Thabry HusanoTelapak kaki ini sudah di maghribLorong waktu yang tersisaMenyembah Yang dan menulis puisiTegar amali tanpa memaling mukaMendayung janji ukhrawiLepas ke arah pintu langitMega-mega mengatupbuku kumpulan puisi dan kerikil dukaharum mawar dan bau getahyang merekat pada jantera haritikungan hakekat manusiawi1980
Puisi Darah Malam | Eza Thabry Husano
0 komentar Tuesday, March 11, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDarah MalamEza Thabry HusanoApa maunya malammenggunting jalan-jalanhingga terompahmutersita darahnyaroyak telapaknyalepuh mendekamMalam kotakpos kelamsurat cinta dari rembulanmengalir perlahan-lahanke terompah kita: tak henti-henti Nya
Subscribe to:
Posts (Atom)
