TeraturRifa’i ‘AliDetik ke detik dijagai sep,Tepat di saat tanda diberi,Baru kereta masuk, berangkat,Sekian teliti kadang pun kasep,Bertumbuk ekspres dahsyat ngeri,Silap sedikit besar akibat.Sekitar kita disawang hawa,Sejak ribuan abad yang lalu,Berlayangan berjuta bintang.Walau lajunya tidak terkata,Belum terbetik sejak dahulu:Bintang bergeser dengan bintang.O, tuan, ahli pikiran,Dapatkah dibenarkan:Peralaman matiTeratur sendiri?
Showing posts with label Rifai Ali. Show all posts
Showing posts with label Rifai Ali. Show all posts
Wednesday, July 2, 2014
Puisi Teratur | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Wednesday, July 02, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiMonday, May 19, 2014
Biografi Rifa’i ‘Ali
0 komentar Monday, May 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBiografi Rifa’i ‘AliRifa’i ‘Ali lahir Padang Panjang tanggal 24 April 1909. Setelah tamat sekolah dasar, ia diasuh dalam perguruan agama Diniah dan Tawalib. Perhatiannya terhadap seni lukis dan sastra cukup besar. Selama tiga tahun ia belajar melukis pada Wakidi, seorang pelukis naturalis; sedang sajak-sajaknya kebanyakan diciptakan ketika ia belajar di Islamic College, Padang, tahun 1932. Di antara sajaknya, ada yang dimuat di majalah Poedjangga Baroe, Semangat, Pemoeda dan Pantca Raja. Untuk memperdalam bahasa Inggris, sengaja ia menyeberang ke Malaysia, belajar di Von Mullen English School tahun 1935-1940 sambil bekerja sebagai tukang cukur. Kembali dari Malaysia ia bekerja pada penerbit Firma Tjerdas di Medan dan pada cabang-cabangnya di Palembang dan Bukit Tinggi sampai 1956. Selama itu terbitlah buku-buku prosanya yang berupa bacaan ringan seperti Ibu Setan, Merindu Majat, Gadis jang Dinazarkan, dll. Tahun 1948-1950 ia bekerja pula pada Pema (TNI) Bukit Tinggi. Namun perhatiannya pada karang-mengarang tidak terhenti. Ia pun banyak menggarap soal-soal agama. Bukunya yang berjudul Tuhan Ada terbit tahun 1968. Kumpulan puisi Kata Hati, yang terbit pertama tahun 1941, merupakan kumpulan sajak yang digalinya dari kehidupan dan keimanan. Di antaranya juga terdapat terjemahan beberapa surat Al-Qur’an dalam bentuk puisi.
Saturday, March 29, 2014
Puisi Cerana | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Saturday, March 29, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiCeranaKepada M.D. – M.Rifa’i ‘AliO, mempelai, naik, diri,Tabur kunyit goyanglah kipas,Naik pes’mandan dengan biduan!O, mempelai, naik, diriDara di atas siap berhias,Inilah cerana turun ke laman!
Friday, March 28, 2014
Puisi Betapa Tidak | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Friday, March 28, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBetapa TidakRifa’i ‘AliMaksuk banyak yang rancak,Tercapai banyak yang tidak!Betapa daku tidak mengaku:Ada Penguasa, iradat berlaku,Tidak semua pinta manusiaBisa terkabul dalam dunia!
Puisi Di Mesjid Ma’sum | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Friday, March 28, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDi Mesjid Ma’sumRifa’i ‘AliTiang pualam pirang dadu,Dinding di dalam kuning-coklat,Kubat cengkerung biru-abu,Ukiran air mas berkilat-kilat.Mendengung sepenuh mesjid rayaDibuat suara kedua muazzin.Ketika di pintu sebelah kanannyaTersembul arakan kawal khatibin.Dua orang pegang bendera,Dan satu menyembahkan tungkat,Lalu bersila di atas tanggaSetelah khatib mengucap selamat.Walau hamba tidak mengertiPidato khatib berbasa Arab,Kehebatan masuk ke hatiPengganti keinsafan yang diharap.
Tuesday, March 25, 2014
Puisi Manusia | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Tuesday, March 25, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiManusiaRifa’i ‘AliAku kagum mencari gambar,Pusaka jari pujangga besar,Hidup timbul bagai menggeletar,Darah di jantung berdebar-debar.Sukma serasa tidak di bumiDemi menyimak nyanyian seni,Terlayang-layang di atas faniAtau tercampak ke sunyi mati.Kalbu cair mata berair,Darah nyawa suci mengalir,Waktu merasai sari syair,Ratap pujangga terbilang mahir.Darah beku, kakiku kaku,Tampan arca tegak terpaku,Mengherani bangunan sebukit batu,Tinggi meninju langit biru.Lelah otak mengira-ngira,Besi terbang atas udara:Silam-menyilam dalam segara;Di darat bak ular sendiri mara.Betul sempurna wujud insani:Gaib pendapat akal dan budi!Tidak termakan dik rasa hati:Kematian manusia punah bak api!
Puisi Kedewianmu | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Tuesday, March 25, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKedewianmuRifa’i ‘AliAku terlihat sekar belukarLetai melayuk di tangkai lampai,Terbuai-buai diganggu bayu;Hati yang tenang kolam yang tawarSekonyong beriak berbuih rampai,Memutihlah kasih ditiup sayu.O, sekar astakona ketek,Sebelum kupetik kubawa pulang,Tuan, kemala hidupku nanti,Supaya permai tamanku molek,Dengar dulu lagu tualang,Rahsia hati mencahari mimpi.Sekat Pilu dewi di rimba!Tahukah ratun pemikat maut,Pengubur gelisahku di diri tuan,Pengebat kita bersatu sukma,Buntar bidikan jeling seraut,Rahsia hati takluk ke tuan?Bukan daku ditawan permai,Kaya raya bangsawan awanAtau alim dunia akhirat;Belumlah tenteram kalbuku damaiDihibur riang – malu perawan,Merdu suara dibikin jimat.Sekar rindu ungu bersedih,Bukan kuingin pedas dan tangkas,Srikandi di atas mimbar,Malah merahap khayalku letih,Menyembah sejati lemah dan ringkas,Lemas di pergaulan sidang belukar.O, puspa, hanya pada lemasmu,Lembut dalam seluhur arti,Tertangkut gahku, kosa terserah;Didesau-desau lahir-batinmu,Di situ daku menanti mati,Di situ tercurah sejati mesrah.
Monday, March 24, 2014
Puisi Danau Maninjau | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Monday, March 24, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDanau ManinjauRifa’i ‘AliTegak sendiri di malam sunyi,Bersandar ke lumbung tengah ‘laman,Maninjau danau di bawah kakiDalam sinar terang bulan.Sinar qamar perak terserakDiarak riang berkilau-kilau,Tepi hamparan bergerak-gerak,Lenyap perlahan di hitam-hijau.Langit tenang angin diam,Bukti selingkar dewala kala,Kampung berkeliling tidur diam,Riak bermain sendirinya– Segarlah hati yang siang ruyup,Lupa sesa’at derita hidup.
Sunday, March 23, 2014
Puisi Iradat Ilahi | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Sunday, March 23, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiIradat Ilahikepada Ibunda SyarifahRifa’i ‘AliMenggunung syukurku bagiMu Tuhan,Lapang dadaku terkuak anganDemi kumaklumi iradat RahmanMelahirkan aku di kesengsaraan.Aku diserahkan tiada berkainKe dalam pangkuan ibu yang miskin;Biasa bermandi cucuran ‘ainMilik ibuku tiada yang lain.Kalau aku dikirimkan AllahSebagai hadiah ke ibu lemah,Inilah tanda, ini isyarahUjud hidupku penyumbat susah.Bukan penindih ibu yang letih,Penambah pedih pelukai perih,Malah pembela sebagai Almasih,Begini iradat Tuhan Pengasih.Serongkok condong wajib kutupang,Tiris atap sisipkan tulang,Lantai roboh bahu penyandang,Pantang mengerang tanggungkan sorang.Demikian warisan segala nabi,Diriku termaktub sunnah Ilahi:Lahir ke bumi penungkat umiKalau tak puteranya siapa lagi.
Friday, March 21, 2014
Puisi Ngarai Si Anok | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Friday, March 21, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiNgarai Si AnokRifa’i ‘AliBerat himpitan Gunung Singgalang,Atas dataran di bawahnyaHingga rengkah tak alang-alang:Ngarai lebar dengan dalamnya.Bumi runtuh-runtuh juaSeperti berabad-abad yang lepas,Debunya kirap dalam angkasa,Derumnya lenyap disawang luas.Dan penduduk di dalam ngaraiMencangkul di ladang satu-satu,Menyabit di sawah bersorak-sorai,Ramai kerja sejak dahulu.Bumi runtuh-runtuh jua,Mereka hidup bergiat terus,Seperti Si Anok depan rumahnyaDiam-diam mengalir terus.
Puisi Di Kuala | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Friday, March 21, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDi KualaRifa’i ‘AliMalam silam fajar menyingsing,Awan berkuak matari nampak,Kabut berpusing daun berdering,Sinar kilauan di ombak rampak.Sayap terkembang masuk kuala,Putih berleret berbanjar-banjar,Menyembah syamsiar tunduk kepala,Girang cemerlang berkejar-kejar.Pelangi warna perarakan ombak,Halus tari menyusur pantai,Merdu suara alun bersibak,Semerbak udara kembang teratai.Segenap riak bersukacita,Dalam lentunan keindahan pagi,-- Ikut pula bergirang betaWalau masing-masing tidak mengerti.
Wednesday, March 19, 2014
Puisi Basmalah | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Wednesday, March 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiBasmalahRifa’i ‘AliDengan bismillah disambut bidan,Dengan bismillah berkafan badan,Dengan bismillah hidup dan mati,Dengan bismillah diangkat bakti.
Puisi Turun ke Laut | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Wednesday, March 19, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiTurun ke LautRifa’i ‘AliDi bawah gubalan perada warnaTinggi-rendah laut mengalun,Di tepi langit kabur dan sayupTampak biduk ayahku punya;Dalam ayunan gelombang berpalunMencari nafkah tambatan hidup.Kalau hari hampirkan pagi,Kokok ayam sudah pelahan,Terdengarlah jala di bahu berdesir,Itulah masa ayahku pergi,Murai ucapkan selamat jalan,Aku tegak tercenung di pasir.
Tuesday, March 18, 2014
Puisi Ke Mana Kita? | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Tuesday, March 18, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKe Mana Kita?Rifa’i ‘AliJika dikaji sejarah lama,Sejarah bangsa membuat riwayat,Ditilik pasal kaum agama,Cara baktinya ke tanah ulayat,-- Malu terasa dalam hatiku.Malu bercampur gemas dan pilu.Di atas lembaran hari kemarinTertumpah noda syekh ulama:Mengajarkan talkin guna bermainMemperbanyak janda di mana-mana,Segala perawan semarak sukuDinazarkan orang untuk tuanku.Siapa tidak gemas di hati,Suluh bendang kepada negaraMempergunakan syareat nabiPenutup ganas nafsu asmara:Menaburkan akan di segenap likuDengan laku tak mau tahu.Hati mana tidak kasihan,Akibat segala jatuh tertuntungKe atas, punggung bangsa perempuan,Karena kasihnya ke anak kandung;-- Lembar riwayat fukaha duluKumal ditetesi air mata ibuTapi zaman itu sudah lampau,Hari surau boleh dibalik;Halaman baru kertas berkilau,Hari kita matahari naik:Alim moderen pakai sepatu,Goyang sepeda tangan di saku.Hari kita masih pagi,Sejarah belum memegang kalam;Pemuda-pemuda putera-puteri,Angkat kaki jawablah nalam:Hendak ke mana kita menujuDalam kebaktian yang akan lalu?Sebabnya begitu soalan saya,Takut melihat harapan rakyat,Kepada kita tumpah percayaMempertaruhkan gadis satu internaat,Takut tak cukup tenaga kalbuPenanai amanat sebesar itu.Darah muda sangat gembiraMengajarkan nyanyi aksi berlonjak,Murid senyum, ditarek suara,Awak menandak menodak-nodak.-- Saya cemas kalau begitu,Kelak habis selaput malu.Jika sungguh hendak berjasa,Selubung malu usah disoyak;Hormati benar kaum ibunda,Kebaratan diagak-agak;Jika kuatir khianat kalbuAmanat jangan terima dulu!Hari kita belum tinggi,Sejarah belum mencapai kalam;Pemuda-pemuda yang mau pergi,Angkat kaki jawablah nalam:Hendak ke mana kita menujuDalam kebaktian yang akan lalu?
Puisi Pulang ke Tuhan | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Tuesday, March 18, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPulang ke TuhanRifa’i ‘AliTerbujur dagang tidak beruang,Jauh neg’ri jauh pamili,Mati s’orang di rantau orangMemang sedih sakit sekali.Lebih pedih meracun mati,Mati di mata sanak-saudara,Bila dapat dibaca hati:Mereka tinggal dengan gembira.Baru terasa sampai ke tulang:Datang ke mari seorang diri,Seorang jua kini pulang …O, jangan pamili melalai bakti!Pulang ke Tuhan selagi teruna,Agar hidup tak sia-sia;Tidak tahu membalas gunaTerima kasih dari dunia.
Puisi Surau Kami | Rifa’i ‘Ali
0 komentar Tuesday, March 18, 2014 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSurau KamiRifa’i ‘AliBetul di jantung kesibukan dagang,Di Java Street, Kuala Lumpur,Di ujung delta Sungei Klang,Berdiri mesjid permai teratur.Ketiga kubatnya besar hitam,Menara ramping bentukan India,Di tengah pelataran kolam pualam,Semuanya bersih putih mulia.Rumput berkeliling dipangkas rendah,Ditudungi berpuluh batang kelapa,Walau panas menghawa timah,Ini desa di tengah kota.Awak letih tersandar ke tiang,Angin datang bagai merayap,Ditambah nyanyian Sungei Klang,Timbullah kantuk, menguap-nguap.Surau buruk di kampung kami,Atap ijuk, papannya jarang;Siapa lalu tak usah permisiTidur di situ malam dan siang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
