AlamM.Hafizh HaqqaniDaun bergoyangAngin bertiup kencangAwan hitam berlalu lalangSemua ini terasa panjangPetir menyambar diikuti teriakanSemua orang lari ketakutanMerupakan sebuah peringatanBagi orang-orang yang membinasakan lingkunganHujan turun begitu derasnyaKabut mengaburkan suasanaSeakan alam ingin membuat bencanaBagi orang-orang yang tak terimaPelangi menyambut dengan ceriaMentari menunjukkan dirinyaAwan hitam berganti awan bahagiaTanda alam sudah lega
Showing posts with label Tema Alam. Show all posts
Showing posts with label Tema Alam. Show all posts
Saturday, May 28, 2016
Puisi Alam | M.Hafizh Haqqani
0 komentar Saturday, May 28, 2016 Diposting oleh kumpulankaryapuisiSunday, April 14, 2013
Puisi Tentang Udara | Destiana Damayanti
0 komentar Sunday, April 14, 2013 Diposting oleh kumpulankaryapuisiUdaraDestiana DamayantiUdara adalah nyawakuKau jangan marah pada kami yang telah menyakitimuKami telah mengotorimuTetapi kami tetap membutuhkanmuTanpamu aku tidak bisa hidupAsap mobil dan motor telah mengotorimuAsap pabrik telah mencemarimuMaafkan kamiSemua ini ulah kamiTapi kami pun tak bisa hidup tanpa iniSumedang, 12 April 2013
Thursday, March 1, 2012
Puisi Alam Hutan | Hutanku Rini Intana
0 komentar Thursday, March 01, 2012 Diposting oleh kumpulankaryapuisiHutanku
Rini Intama
pongah menebang asa yang membelah senyap
gemerisik daun kering terinjak kaki perkasa
burung-burung terbang menghilang
cahaya langit pergi mengusap marah
yang mengintip direrimbun daun
dan kuncup kuncup bunga
tak pelak kayu diam tertebas ayunan sebilah kampak
dan gergaji yang sudah selesai diasah
garang menajam tak dengar keluh mengerang
dengarsuara bumi yang mengaduh hingga memekak
tangisan sang akar tertinggal terkelit sakit
habis darah mengalir dan kayu yang tercacah cacah
hutan tak ingin meranggas sedang angin membawa panas
memanggang kayu dan daun daun
ooh benih benih dari rahim pertiwi
menghitung puluhan tahun menunggu tunas tumbuh
sedang longsor memanggil tanah menimbun segala cinta
terhentilah nafas dan hutanku lampus
Juli 2010
sumber : green.kompasiana.com
Tag : Puisi Alam
Wednesday, May 4, 2011
Puisi Alam Pedesaan | Hidup di Desa
0 komentar Wednesday, May 04, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiHidup di Desa
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Merdunya seruling di malam hening
Di relung bulan sabit di atas bukit
Sedamai hati petani ketika mimpi telah pergi menanti mentari pagi bersinar kembali,
membawa salam ke seluruh negeri ketika kokok ayam memecah kebisuan dusun
Dan fajar meremang di ufuk timur kehidupan insan menapak lagi
Mengarungi hari panjang yang menjanjikan harapan
Bila sang surya lengser perlahan di ujung senja
Warga desa bergegas kembali ke rumah-rumah mereka,
Berbagi cerita dalam kisah suka dan duka
Meski hati tetap bahagia karena itulah dunia mereka
Hidup di desa pewaris adat nenek moyang mereka
Monday, May 2, 2011
Contoh Puisi Anak-Anak Tentang Pemandangan Alam
0 komentar Monday, May 02, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPEMANDANGAN ALAM
Karya : Salsabila Ramadhani
Oh.. pemandangan alam memang sangat indah
Tiada yang bisa menandingi indahnya pemandangan alam
Gunung menjulang tinggi di sana
Sawah hijau mengembang
Sungai tampak berliku
Laut biru terbentang luas indah sekali
Ombak pun tampak membasahi hamparan pasir putih
Pemandangan sunset di pantai melengkapi indahnya pemandangan alam
Dari bukit aku melihat itu semua
sungguh mataku tak bisa berkejap
Karena sudah tersihir oleh keindahan alam semesta ini
Siapakah yang telah menciptakan semua ini?
Allahlah pencipta segalanya
Pencipta alam semesta yang indah ini
Kita patut bersyukur kepadanya
Sebagai rasa terima kasih kita kepadanya
Atas semua rezeki yang telah di dapat
Oh pemandangan alam
Aku tidak bisa melepaskan pandanganku darimu
Akan ku jaga engkau selalu
Agar engkau terus terawat dan tetap indah dipandang
Kumpulan Puisi Karya Anak 4D - An-Nisaa
Sunday, April 24, 2011
Puisi Keindahan Alam Indonesia | Puisi Cahya AW
0 komentar Sunday, April 24, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiKeindahan Alam Indonesia
Cahya AW
Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini
Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru
dan berisi keindahan di bawahnya
Aku bangga menjadi anak Indonesia
Aku berjanji aku akan menjagamu
Januari 2008
Saturday, February 19, 2011
Nyanyian Seribu Burung | Puisi Bertema Alam Lingkungan
0 komentar Saturday, February 19, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiNyanyian Seribu Burung
Arsyad Indradi
Dalam padang rimba dunia
Di atas pohon bercabang lima
Ada nyanyian seribu burung
Lagu leluhur mengembang
Indahnya bumiku hijau
Meluncur keretapagi di atasnya
Putihnya putihmuda
Kami terbang di dalamnya
Adakah tetap saja jalannya kereta ini
Adakah tetap saja terbang kami bebas
Kami lihat kami lihat
Musim panas mengombak
Musim hujan mengepak
Mengapa engkau diam
Kubur saja mereka di sini
Di atas tumpukan kenangan
Sebelum petang tiba
Dalam padang rimba dunia
Di atas pohon bercabang lima
Ada nyanyian seribu burung
Ada bayi mati lemas dalam jantung
Banjarmasin, 1972
Tuesday, February 8, 2011
Gunung Tampomas | Puisi Keindahan Alam
0 komentar Tuesday, February 08, 2011 Diposting oleh kumpulankaryapuisiGunung Tampomas
deddi anggadiredja
wahai tampomas
kau tak kan meletus sampai kiamat nanti
kau trima pendok mas yang sakti
pangeran sumedang telah menjadi saksi
seizin Sang Hyang Widi
dikakimu kau persembahkan kali
airnya jernih sekali
air sumber kehidupan
rakyat sumedang larang
dari tebing-tebingmu sampai ke kaki
pucuk-pucuk cemara menari-nari
dipuncak yang paling tinggi
ada tempat sidang para wali
dilembahmu
ada sawah para petani
Sumedang, 1961
Friday, May 28, 2010
Puisi Alam Pantai Yang Indah | Winda Purwanti
0 komentar Friday, May 28, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPANTAI
Winda Purwanti
saatku berjalan...
diatas butiran pasir putih
kuberdiri sejenak
dibawah pohon kelapa
terasa damai dan sejuk
saat anginpun menyambar...
tubuh yang kaku ini
menjadi segar kembali
kulihat indahnya...
lautan biru
tepat didepan mataku
melukiskan pesona alam
yang hidup dalam
panorama keindahan
deburan ombak...
bagai memanggil
sukma jiwa...
yang kelam kelabu
menjadi aurah yang ceria
pancaran sinar mentari
sungguh menyengat
bagai melepuhkan kulit
hingga hangus
ku coba tuk berlari
tuk tidak merasakannya
sambil berteriak
tuk melepas kejenuhan
sungguh pemandangan yang indah
terasa tuhan...
mengetuk lubuk hati
yang paling dalam ini
sedalam - dalamnya...
samudera dunia
untuk selalu ingat
akan kuasanya yang semesta.
Tuesday, May 18, 2010
Puisi Tentang Pantai | Panorama Dari Pantai Panjang
0 komentar Tuesday, May 18, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiPANORAMA DARI PANTAI PANJANG
Isbedy Stiawan ZS
matahari merah di atas gelombang
menerbangkan pasir hitam
ke wajahku yang gagu memandang ketinggian-Mu
ini pantai amat panjang
membuatku lelah menyisir perjalanan
aku telah jadi kanak-kanak kembali
bermimpi tentang pelayaran
atau bercanda dengan ketajaman ombak
yang menikam tangga usiaku
dari pohon-pohon cemara itu
kusaksikan wajahku sendiri yang menari
bagi bungakarang di laut-Mu
di pantai panjang ini
betapa sulit kueja langkahku
bahkan pada surya yang mulai ke peraduan
kualiri saja mimpiku
dan berlayar…
Bengkulu, 1995
Sunday, May 16, 2010
Puisi Alam | Kumpulan Puisi Tentang Alam
0 komentar Sunday, May 16, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisi
Puisi Alam atau puisi tentang Alam, ini diambil dari judul-judul puisi yang berhubungan dengan puisi bertema Alam. Masih banyak puisi-puisi lainnya di Blog ini yang bertemakan Puisi tentang alam. Sahabat bisa mencari di kategori Judul/Tema Puisi. Berikut ini adalah beberapa puisi yang bertemakan alam, antara lain. Cikuray, Mount Rhapsodia, Angin Laut, Laut, Laut Yang Ramai dan Pemandangan di Que-Lin.
CIKURAY, MOUNT RHAPSODIAJun NizamiMelewati dadamu, jalan setapak penuh debu. puncak bayangan, dan hutan-hutan yang kupuja menjelma rahasia-rahasia suram. Tiada mata air, meski dingin terus mengalir, ke jantungku.Sampai di puncakmu, kabut terurai. Edelweis barangkali penawar, bagi sehimpun kelelahan. Dan kepuasan pendaki, barangkali tersimpan, pada sunrise atau sekerat bulan yang manis.Sampai di puncakmu, cikuray, aku yang gelisah tak henti membaca bintang untuk menentu arah. Sebab jurang-jurang terus menganga, seperti dari dunia dalam hidup yang terluka. Di mana cinta menjelma satu-satunya pelita, juga unggun, atau perapian-perapian yang menyakitkan bagi seseorang dalam kembara.Cikuray, kediaman di atas awan. Nestapa terbuka, dan bumi seolah-olah tenggelam. Lantas aku, merasa menjadi seorang penumpang:dari kapal nuh yang diturunkandan ditugaskandan dibangunkan,untuk membangun sebuah peradaban.2011http://www.kabar-priangan.com/news/detail/1255ANGIN LAUTKuntowijoyoPerahu yang membawamutelah kembalientah ke manaangin laut mendorongnya ke ujung duniaEngkau tidak mengerti jugaDuduklahOmbak yang selalupulang dan pergi.Seperti engkaumereka berdiri di pantaimenantikanbarangkaliseseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.LAUTKuntowijoyoSiapa menghuni pulau ini kalau bukan pemberani?Rimba menyembunyikan harimau dan ular berbisa.Malam membunuhmu bila sekejap kau pejam mata.Tidak. Di pagi hari kautemukan bahwa engkaudi sini. Segar bugar. Kita punya tangandari batu sungai. Karang laut menyulapmu jadipemenang. Dan engkau berjalan ke sana.Menerjang ombak yang memukul dadamu.Engkau bunuh naga raksasa. Jangan takut.Sang kerdil yang berdiri di atas buih ituadalah Dewa Ruci. Engkau menatapnya: menatap dirimu.Matanya adalah matamu. Tubuhnya adalah tubuhmu.Sukmanya adalah sukmamu. Laut adalah ruh kitayang baru! Tenggelamkan rahasia ke rahimnya:Bagai kristal kaca, nyaring bunyinya.Sebentar kemudian, sebuah deburgelombang yang jauh menghiburmu.Saksikanlah.Tidak ada batasnya bukan?LAUT YANG RAMAIAyi JufridarLaut mendadak ramaideburan ombak terseret anginke tengah samudera itusedang di bibir pantaiorang saja menari-nariLaut mengundang sehamparan gunung samuderadatanglah dari penjuru segalamelihat kami menarimenjelang akhir sodorkan airketika tubuh bermandi peluhtapi jangan suguhkan seudati*)sebab ia sudah matiDatang,datanglah dari penjuru segalaramaikan laut kami yang sepidengan lagumu yang sarat cintaLhokseumawe, Juni 2005*) nama tarian terkenal AcehPEMANDANGAN DI QUE-LINHusseyn Umargunung-gunung dan bukit-bukit hitamtinggi dan tajammenjulang menusuk-nusuk awanair sungai Li berkelok-kelokbermain-main di celah kaki-kakinyabilakah sebenarnyadewa-dewa telah turun dari langitsempat-sempatnya membuatpahatan alam yang begini cantik!1994Tag : Puisi Sunda Tentang Alam
Tuesday, May 11, 2010
Puisi Sunda Tentang Alam | Di Mumunggang Cikeruh
0 komentar Tuesday, May 11, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiDI MUMUNGGANG CIKERUH
Etti R.S.
Neuteup padataran tungtung Bandung
bari ngararasakeun hiliwir angin gunung
mayakpak padataran
sacangkewok pasawahan jeung rewuan suhunan
luhureunana langit maleukmeuk
kapulas ku haseup pabrik jadi reueuk
Mana Cicalengka nu cenah titinggal nagri Kendan?
kiwari tinggal heabna jeung pasuliwerna sedan
jalan liliwatan ka nagri Galuh
ngabulungbung mun disorang henteu jauh
jalan liliwatan ka nagri Sunda
ngembat natrat disorang teu matak suda
Neuteup bulistirna tonggong pasir
sabada nohonan salat lohor ahir
tingborelak taneuh beureum
lir gudawangna tatu nu teu eureun-eureun
rajegna tangkal nu maluguran
rabeng kalakay kasorot panonpoe manceran
Mana gumplukna tutuwuhan nu cenah benteng Sumedanglarang?
geuning ukur wangwangan jeung pasolengkrahna regang
lamping nu mindingan Tanjungsari
jadi liliwatan tutumpakan nu balawiri
gunung nu ngalingkung situ Bandung
ngan aya 'na anggitan Papatet Ganjlung
Bandung, Desember 1994
Monday, May 10, 2010
Contoh Puisi Alam | ALAM SEDANG BERDANDAN
0 komentar Monday, May 10, 2010 Diposting oleh kumpulankaryapuisiALAM SEDANG BERDANDAN
Kuntowijoyo
Tangan yang tak nampak
Menjentikkan kasih ke pohonan
Semi di cabang-cabang
Adapun di rumputan
Seribu warna jambon
Memberikan madunya
Pada lebah dan kupu-kupu
Wahai yang menghias diri di air sungai
Simpanlah senja di bawah batu-batu
Angsa putih ingin mencelupkan bulu
Menuai ikan-ikanmu
Perawan mencuci mukanya
Masih tertinggal wangi kulitnya di permukaan
Ketika burung mandi dan menyanyi
Terdengar bagai engkau bangkit kembali
Tangan yang tak nampak
Mendandani.
Subscribe to:
Posts (Atom)


