Wednesday, November 13, 2013

Puisi Pening | Ilmi Hercyfill


Pening
Ilmi Hercyfill


Air penuh di dulang tak berkocak,
Kemenyan tak dibakar tak terhidu,
Lautan mana yang tidak bergelora?
Bunga yang harum pun berduri jua.

Biar cinai jangan kadut dikafan,
Asal tak bersilat pada si buta,
Alkisah beranak tidak berbidan,
Ludah ke langit, muka sendiri terkena.

Lelahnya berkaul pada si Keramat,
Kerna cinta geliga, di mulut naga,
Dekat tak tercapai, jauh tak berantara,
Bagaimana bunyi gendang, itulah tarinya.

Hikayat belalang menjadi helang,
Tinggallah baung di bawah bangkar,
Dalam kilat ada kilau terpandang,
Baik luka di dada, jangan di belakang.

Datang tak diundang, hadir tak memahami,
Walau tertipu namun tetap dilestari,
Bagai pedang, punya dua mata selari,
Kanan terluka, terhiris pula di kiri.

Malaysia, 22 July 2013

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pening | Ilmi Hercyfill dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pening | Ilmi Hercyfill ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/11/puisi-pening-ilmi-hercyfill.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Pening | Ilmi Hercyfill Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Pening | Ilmi Hercyfill salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |