Tuesday, November 12, 2013

Puisi Fitrah | Ilmi Hercyfill


Fitrah
Ilmi Hercyfill

Saat sinar mentari terhalang oleh awan,
Tetap Sang Suria pancari seluruh alam,
Saat haruman mawar jaki disembunyikan,
Tetap angin bawa pergi wangian terselam.

Jangan pujuk rayu pada si pisau di tangan,
Pujuklah jemarinya sang tangan yang memegang,
Jangan terleka atas rupawannya sang bulan,
Pujilah mentari tempat cahaya bersarang.

Jika mabuk kerna air laut di daratan,
Sucikanlah dengan langit menerusi hujan,
Jika merasakan diri serba kekurangan,
Hisablah dirimu sebagai kayu ukuran.

Eloklah sekiranya bukan sebuah kendi,
Penuh diisi airnya, bibir kering sunyi,
Eloklah sekiranya bukan seekor keldai,
Dibeban suhuf namun tak bisa memahami.

Benarlah kisah nisa' asalnya rusuk kiri,
Agar nanti niat Qhorim bijak diperangi,
Benarlah rijal itu ulil amri famili,
Agar Qalbu menjadi sutrah di dunia ini.


Malaysia, 4 July 2013

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Fitrah | Ilmi Hercyfill dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Fitrah | Ilmi Hercyfill ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/11/puisi-fitrah-ilmi-hercyfill.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Fitrah | Ilmi Hercyfill Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Fitrah | Ilmi Hercyfill salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |