Wednesday, August 25, 2010

Keroncong Pemakaman


Keroncong Pemakaman

Pulang dari pemakamanmu, aku

membawa sekepal lempung
bekas galian liang kuburmu.
Biar beginilah kukenang kesedihanku.
Dulu kita suka menempa mainan
bersama. Gumpal liat lalu jadi apa saja:
hiu, raksasa, huruf X, tentara, biji mata,
kaki kiri, apa saja (kecuali bunga-bunga).

Pulang dari pemakamanmu, aku

melihat langit, ada banyak
sekali julur bentang benang
tanpa layang-layang.
Mungkin beginilah cara engkau
menegur kemuramanku.
Ada sisa kertas minyak, buluh
belum dipotong sama panjang,
lem kanji mengering, eh ada
yang putus (tak sempat mengerang).

Pulang dari pemakamanmu, aku

pulang ke rumah pantai, rumah yang
mengasuh anak-anak imaji kita,
ombak kembali ke laut, pasir
menggambar sendiri: bentuk-bentuk
yang amat kukenal, tapi kini
tak lagi sepenuhnya kumengerti.
Jejakku jekakmu, di sana kejar mengejar.


Mar 2003

Hasan Aspahani
www.sejuta-puisi.blogspot.com





Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Keroncong Pemakaman dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Keroncong Pemakaman ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2010/08/keroncong-pemakaman.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Keroncong Pemakaman Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Keroncong Pemakaman salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |