Friday, May 16, 2014

Puisi Membangun Kota Sunyi | Moh. Wan Anwar


Membangun Kota Sunyi
Moh. Wan Anwar

maafkan keputusanku, dik: hengkang dari kota gelisah
menyeret sisa-sisa pertemuan. Barangkali ada yang
berharga untuk kujadikan tiang-tiang kesaksian, bahwa
kita pernah bersama. Langit memang telah lama murung
ingin menumpahkan kekesalannya lewat hujan yang dahsyat
ingin menggiring penghuni bumi ke neraka yang paling
pengap, ke kedalaman samudera di mana ikan-ikan hiu
siap meniadakannya. Tapi aku hengkang bukan karena itu

bukan juga karenamu, dik. Aku ingin membangun kota sunyi
dari bongkahan perasan yang paling akhir, bukan dari
lempengan baja atau sisa-sisa plastik yang terbakar
di sana akan kusapa kenangan dan tangan penuh embun
akan kupelihara potret, sapu tangan dan bajumu
meski tanpa lemari dan harum parfum. Lantas suatu saat
kukirimkan surat padamu bahwa aku tak bisa melupakanmu

1993


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Membangun Kota Sunyi | Moh. Wan Anwar dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Membangun Kota Sunyi | Moh. Wan Anwar ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/05/puisi-membangun-kota-sunyi-moh-wan-anwar.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Membangun Kota Sunyi | Moh. Wan Anwar Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Membangun Kota Sunyi | Moh. Wan Anwar salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |