Monday, April 7, 2014

Puisi Masa Lalu | Putu Oka Sukanta


Masa Lalu
Putu Oka Sukanta

bukanlah duka, ia juga bukan getir yang keruh
bukan rindu, sesekali ya, rumah jauh yang kian menjauh
bukan hanya album mengusang tapi tulang belakang

masa lalu
pohon yang merontokkan daun-daun dendam
menguning, kering diserap serabut bumi

jika engkau bertanya: siapakah aku?
kujawab singkat, tetapi kuharap engkau tidak kecewa
: harapan
aku bukan Gautama yang membuang rakit setelah tak terpakai
aku adalah Gautama yang membangun nirbana sambil mencari

RM, November 2003

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Masa Lalu | Putu Oka Sukanta dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Masa Lalu | Putu Oka Sukanta ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-masa-lalu-putu-oka-sukanta.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Masa Lalu | Putu Oka Sukanta Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Masa Lalu | Putu Oka Sukanta salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |