Tuesday, March 25, 2014

Puisi Gerimis | Cecep Syamsul Hari


Gerimis
Cecep Syamsul Hari

Di sudut sebuah perpustakaan
yang mengandung angin basah pada bingkai-bingkai jendelanya,
aku menemukan kembali wajahmu yang gaib itu.

Mencair dari kebekuan kenangan
dan malam-malam penuh siraman cahaya bulan
purnama.

Aku ketuk pintu terkunci itu,
hujan hari terakhir bulan Desember menyisakan butir-butir embun
berpendaran pada ujung rambutmu yang jauh.

Begitu sukar memahami dirimu
sebagai pertemuan biasa atau kebetulan saja.         

Aku kesepian dan tak mengerti.

Wajahmu memandangku di mana-mana,
menangis tanpa airmata.

Aku susuri jalan darahku sendiri.
Takjub menemukan kepingan-kepingan luka
membangun dunianya sendiri.

Di sudut sebuah pura desa
yang disapu gerimis sepanjang hari,
kukecup kedua kelopak matamu dengan seluruh hatiku.

Dosa begitu manis dalam lidahku,
barangkali seperti khuldi.

Dari pagi berkabut itu
aku memulai pengembaraanku yang abadi.

Mencari sepucuk pesan
dari kata-kata yang tak sempat kau ucapkan.

1994-2006

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Gerimis | Cecep Syamsul Hari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Gerimis | Cecep Syamsul Hari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/03/puisi-gerimis-cecep-syamsul-hari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Gerimis | Cecep Syamsul Hari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Gerimis | Cecep Syamsul Hari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |