Wednesday, January 29, 2014

Puisi Perjalanan Menuju Cahaya | Budhi Setyawan


Perjalanan Menuju Cahaya
Budhi Setyawan

Air laut naik ke sungai-sungai
ke sumur-sumur tempat minum
lalu hilir mudik di pembuluh darah
mendorong roda pedati, meniti jalan tanpa peta

hingga sesal mendesak jagad
ke mana lagi ujung seluruh nafas
lelah
leleh
luluh

dada kurus terobek
jantung melompat keluar, berjalan
menuju padasan mengambil air wudhlu
sujud dalam sendiri

angin beku, serangga bisu
lenyaplah barat timur utara selatan

sidratul muntaha
dalam butiran embun cerlang
di daun cendana sari

Lakhaula wala quwwata illa billah

waktu berhenti
di ubun-ubun malam tanpa tepi

Jakarta, 19 Nopember 2002

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Perjalanan Menuju Cahaya | Budhi Setyawan dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Perjalanan Menuju Cahaya | Budhi Setyawan ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/01/puisi-perjalanan-menuju-cahaya-budhi.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Perjalanan Menuju Cahaya | Budhi Setyawan Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Perjalanan Menuju Cahaya | Budhi Setyawan salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |