Sunday, December 29, 2013

Puisi Rumah Jagal | Zen Hae


Rumah Jagal
Zen Hae

para pemburu meneluh malam
bayang kita tersalib di dinding
hujan paku dan beling meleleh dari genting
perih kian deras, sayangku. menyiram bumi
bagai luka bakar
“oleskan lagu nina bobo, abang!”

anjing-anjing terus berlari
menggonggong sekerat sepi kuburan
kudengar mereka meletuskan senapan
o, di bawah selimut ini
betapa merdu kaing mereka
mungkin mereka lupa
memutuskan batang tenggorok
hingga taman kotalah kamar ini
mari bercinta
hidupkan anjing dalam kepala
siram patung-patung angsa
tetapi lidahmu seperti bulu babi, manis
mengerami racun di sarang darah
ayo tanggalkan dendam. kunci pintu-jendela
dari tempias sunyi si penyendiri
di luar pepohonan bertukar salam
tanah menakar berahi akar

ada rumah jagal dalam lenguh panjangku, abang
pintunya tak terkunci. lihat, para pemburu itu
melompat masuk
tiang listrik dan kentongan
dipukul tiada henti
“ada prahara!
rumah kami tak lagi berpenjaga”

kita berpesta. merajah tubuh menyadap hayat
telah kusimpan mayat ibu-bapakmu di bawah ranjang
: dua matahari yang tenggelam tanpa doa
jangan terlalu iba pada kematian
siram air kembang
saksikan mereka meleleh dan menguap jadi hantu
pengisap madat
peminum darah ayam
hoek, kita sepasang mempelai. mohon restu
menjaga malam dari serbuan pelayat dan anai-anai
tapi kau takut pada ribuan jangkrik
yang melompat dari mulut ayahmu
mengerat rambut merah ibumu
seperti gunting kuku

“jangan lari, manis
yang mati malam ini
akan segera menjadi burung
kita tak boleh tidur
membiarkan sepasang hantu
berkacak pinggang
atau orang-orang cebol
akan mengarak bangkai anjing sepanjang jalan
: tubuhnya membesi tua. darah mereka berkarat
di antara liang luka
berjagalah!
burung-burung akan pulang memanggili ruh-ruh anjing
siapa menyuling kepak sayap menjadi bergalon kaing?
alirkan ke urat-urat nadi
semburkan tiga canting

seperti kita. anjing-anjing tak berumah, abang
jiwa-jiwa sepanjang jalan memanggul kutuk ibu-bapak

lalu engkau melenguh lagi. ruh-ruh anjing itu
kembali ke kamar ini. o, semesta anjing dan pemburu
berseteru dalam gelap. kata-kata iblis
berakar dalam gerimis
kaing bertunas di danau bulan
dikerkah awan
dan binatang buas
dipusatkan mata angin disedekapkan tangan
dirapal doa purba – “bunga, kartu, dupa
lisong, nasi uduk, kentongan, senter, serbuk gerimis
siapa yang menyantapmu?”
hei, di mana kutemukan
tempat berjayanya para penjaga malam
pemburu menciumi anjing-anjing seperti dua sejoli?

malam menggelepar, abang, malam menggelegar
gerigi runcing berpusar dalam daging
sayap-sayap terbakar akar-akar dipangkur
kubur-kubur mengapak tali darah
hura, semesta ruh beterbangan
mencari kandang raja burung
akbar   akbar   akbar

1996

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Rumah Jagal | Zen Hae dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Rumah Jagal | Zen Hae ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/12/puisi-rumah-jagal-zen-hae.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Rumah Jagal | Zen Hae Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Rumah Jagal | Zen Hae salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |