Tuesday, January 15, 2013

Puisi Resital Kesedihan | M. Nurcholis


Resital Kesedihan
M. Nurcholis

Di kalender itu, hari telah bergeser perlahan .
Angka berjalan menjadi tua
dan rabun selalu menyelimuti
ingatan tentang usia.

Jam mulai berdetak tidak beraturan
pun degupmu yang berkejaran dengan waktu.
Di luar, malam telah menyisakan
bau hari yang basi.
Dan bulan masih saja bersikap
seolah ia yang paling cakap.

Tapi tenang, sebentar lagi semuanya akan baru
Seperti esok yang akan datang
meninggalkan lelahmu yang sangat.

Engkau bersenandung lagu
masa kecilmu;
"Di sebuah gua, di sebuah ngarai
Penambang menggali batubara
Dwelt namanya, 49 usianya
Dan Clementine nama putrinya

Oh, sayangku, sayangku Clementine
Engkau telah tiada untuk selamanya
Maafkan aku, sayangku.."

Kau memeluk potret hitam-putih
berangka delapan puluh enam
Di mana kesedihan belum tercipta.

Dan kini, semua terasa seperti mimpi;
Waktu yang gegas
Ingatan yang lugas
Dan esok, yang barangkali
Akan hadir dengan kesedihan
Yang lebih beringas.

2012

Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Resital Kesedihan | M. Nurcholis dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Resital Kesedihan | M. Nurcholis ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2013/01/puisi-resital-kesedihan-m-nurcholis.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Resital Kesedihan | M. Nurcholis Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Resital Kesedihan | M. Nurcholis salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |