Saturday, May 3, 2014

Sajak Musim Kemarau | Dinullah Rayes


Sajak Musim Kemarau
Dinullah Rayes

Akar-akar pepohonan di hutan
akar-akar semak belukar di tepi dusun
akar-akar bunga di halaman depan
akar-akar perdu di belakang rumah warisan
Mulut-mulut yang menganga mohon secawan air hujan
basahi kerongkongan kering gersang
Pucuk-pucuk daun pun merunduk, sembah sujud satu tujuan
Dari gumpalan awan hitam, Tuhan menempa jutaan
tempayan
“KUN”
Air pun tercurah dari kerajaan langit
Bulu-bulu akar rambatkan puji syukur
sepanjang jalan kehidupan
Menyentuh lahan hatiku
menguap bau harum surgawi di tanah lahir
Alangkah mesranya cinta yang diukir
jemari tangan-Nya.

(Suara Muhammadiyah No. 7 Th 67 / April I 87)


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Sajak Musim Kemarau | Dinullah Rayes dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Sajak Musim Kemarau | Dinullah Rayes ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/05/sajak-musim-kemarau-dinullah-rayes.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Sajak Musim Kemarau | Dinullah Rayes Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Sajak Musim Kemarau | Dinullah Rayes salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |