Saturday, May 17, 2014

Puisi Penyerahan | Yan Ari


Penyerahan
Yan Ari

Perasaan ini sungguh merana,
tapi benar tiada penyesalan lagi yang mampu membujuk ku pada kesedihan
aku simpan dalam-dalam kepiluan ini
sampai tak terperi lagi dan hanya hatiku yang tau kenapa mawar begitu dingin warnanya.
Aku tau keadaan pasti makin memburuk,
Tulang dan daging ini akan mencari lagi tempat menggelepar luka
aku sedih tapi air mata menolaknya,
kesungguhan di hati jadi setegak gapura;
hingga membencinya dan hendak menampar penuh kekecewaan ini
aku tau aku rapuh, tapi tetap dalam lelah hati menolak rubuh,
karna kan ada angin juga yang lekaskan perahu sampai ke garis putih laut.

Jakarta, April 2014


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Penyerahan | Yan Ari dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Penyerahan | Yan Ari ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/05/puisi-penyerahan-yan-ari.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Penyerahan | Yan Ari Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Penyerahan | Yan Ari salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |