Friday, May 2, 2014

Puisi Mata Air | Warih Wisatsana


Mata Air
Warih Wisatsana

Kau impikan aku
            menjadi patung letih
Tidur dengan mata layu terbuka
            dan mulut pucat menganga

Bertahun mencari sumber air suci
Kendi ini berlumut di bahuku. Kendi itu mimpi;
Aku gali tujuh perigi tujuh sumur keramat
            tapi air tak juga memancar
Air itu cermin diri -- Ibu sejati kata-kata
Dewi padi yang diam-diam menyamar

mengalir, mengalirlah genangi sekujur diriku!

Sebab inginku lahir kembali
dari rahim hening ini
serupa dulu di tanganku burung bercumbu
            ikan-ikan jinak girang meloncat
Di ujung lembut lidahku
            kata merujuk makna. Sederhana
bagai duri membelai nyeri
                        terang mengusap gelap

Tapi berenang menyeberangi sungai tua
arus deras mana lagi yang menyeretku
Ayahku pohon rimbun berlumut
tak pernah peduli si piatu ini sesat

Tak pernah mengajari bagaimana
akar melilit menyelamatkan diri
            dari banjir besar
dari puting beliung segala bencana

Tercerabut aku, tercerabut hanyut!

Lalu seperti nujuman lontar lapuk itu;
Hanya seekor ular hijau
atau setetes cahaya
            kelak jadi isyarat di rekah tanah
Di kaki candi tempat tangga batu itu
            lurus melaju membawaku ke kilau awan
Membawamu ke sumber asal
ke benih suci -- jalan air mengalir
                        yang bertahun kau impikan.

Tapi kendi tua itu retak
            saat kumasuki sunyi mimpimu
Lalu dengan hati-hati
            aku gali perigi dalam diri
Agar kisah ini ditulis dan dibaca lagi
agar dewata tahu bahwa mataku sesat
            dan lenyap di langit senyap.

1989 - 1991


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Mata Air | Warih Wisatsana dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Mata Air | Warih Wisatsana ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/05/puisi-mata-air-warih-wisatsana.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Mata Air | Warih Wisatsana Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Mata Air | Warih Wisatsana salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |