Tuesday, May 13, 2014

Puisi Beberapa Tikungan Lagi ke Bukittinggi | Warih Wisatsana


Beberapa Tikungan Lagi ke Bukittinggi
Hatta
Warih Wisatsana


Sepanjang jalan pulang, seperti Binuang muda
Yang sendiri, aku ingin kekal
Menjadi kanak-kanak nakal, jauh dari sesal

Ingat lagu Mande, bisikmu. Bandar-bandar tua
Sekociku oleng dihantam angin sakal
Karam di teluk terkucil

Ingat, Leninggrad, pagar kawat khianat

Badai salju berakhir. Aku berbaris, cemas
Mantel kumalku kelabu meniru abu pada tungku

Aku berbaris, memanggul bedil ke perbatasan
Lunglai bagai buah arbai, berjatuhan di jalan
Bergulingan diseret angin dingin dari selatan

Bernyanyi lirih serupa kanak dulu
Dengan senapan kayu
Mengintai lawan di sebalik perdu:

Owai, sepanjang jalan pulang, pucuk-pucuk cubadak
Buah-buah jatuh tanpa keluh, membusuk jadi rabuk
Jadi bunga tanjung yang harumnya melintasi gunung!
Kawan S tak dikenal, menitipkan selipat surat dan seberkas
identitas. Patriot setengah hati yang akhirnya mati tercekik
ransel sendiri Pelarian kaum partisan diringkus dini hari
Diseret sekarat dan dieksekusi tanpa diadili Jadi arang hutan
lindung Jadi puing benteng terkepung Tertulis di dahi si
mati, manifesto terakhir Perang besar tak akan mungkin lagi
berakhir  Owai, payang kakek lapuk terbujuk ombak  Di
pesisir pasir berbutir menghitung umur Diseret air lalu sia-
Sia berhenti mengalir Digemakan genta kecil dari jauh, keluh
Binuang pada pedati; Beberapa tikungan lagi sampai ke
tujuan? Letih oleh api revolusi, singgah di dangau petang hari
Mungkin Tan Malaka, kini juga diriku,
berulangkali Melamunkan jalan pintas ke kampung halaman
Owai, pulanglah, buyung, pulanglah. Burung pipit Sunyi
Bunuh diri, jemu meniru nyanyi bansi si mati Di surau,
adakah tanjung tangismu lagi untuk ibu


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Beberapa Tikungan Lagi ke Bukittinggi | Warih Wisatsana dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Beberapa Tikungan Lagi ke Bukittinggi | Warih Wisatsana ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/05/puisi-beberapa-tikungan-lagi-ke.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Beberapa Tikungan Lagi ke Bukittinggi | Warih Wisatsana Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Beberapa Tikungan Lagi ke Bukittinggi | Warih Wisatsana salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |