Monday, April 28, 2014

Puisi Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda | Dimanuga


Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda
--untuk Pak BS--
Dimanuga

sore itu langit muntah hebat
aku yang terjebak dalam pikiran
terkurung dalam ruang
akhirnya menemukan kawannya sendiri
kawan diskusi

dimanapun "orang aneh" selalu sama
dikucilkan dan diasingkan oleh kepicikan
pikiran-pikiran puritan memaksa semua mulut untuk diam
mulut yang melawan
apalagi yang dipaksa senggama olehnya

sore itu langit berkeringat hebat
para fundamentalis punya peran fundamental
dari situ saya disingkirkan
dan dari situ pula diskusi bermula

tentang Herakleitos yang berbicara perubahan
dalam kutipan dari tajuk sebuah majalah

dari filsafat eksistensialisme
Soren Aabye Kierkegaard
Nietzsche hingga Sartre
dari dialektika Hegel
materialisme dialektik Marx-Engels
hingga Lennon yang mengkritik tuhan

tentang Profesor Driyarkara dan filsafatnya
tentang Ahmad Tohari dan Dukuh Paruknya
tentang Ahmad Wahib yang mati kecelakaan
hingga tentang saya yang lebih banyak berkawan dengan seniman

tentang kapitalisme yang tidak bisa
menyejahterakan rakyat sebuah negara
dan komunisme tidak bisa berbuat apa-apa
bahkan saya tidak bisa membicarakannya
bersama teman-teman kantornya
menurut teman-temannya hal itu tabu
saya tak mau semakin diasingkan

tentang penjagal yang tertawa-tawa bangga
dan filmnya bisa ditonton dimana-mana
hingga Jembatan Bacem yang menjadi saksi
mayat-mayat terapung di kali

kritik tentang agama
dan para penganutnya yang miskin logika
tentang dogma yang memaksa penganutnya
percaya untuk tidak bertanya
tentang Golden Rule yang tidak semua punya
tentang ladang masa depan yang ditanami kebencian
dan tentang banyak lagi hal
dalam ruang keterasingan saya

diskusi berakhir ketika tetes hujan terakhir
makan malam menanti
membawaku untuk segera kembali

"orang aneh" selalu dipaksa tak berdaya

Kamis, 6 Juni 2013


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda | Dimanuga dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda | Dimanuga ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-suatu-sore-menunggu-hujan-reda.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda | Dimanuga Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda | Dimanuga salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |