Wednesday, April 23, 2014

Puisi Semenit Lalu Apel Lepas Perlahan dari Tangan | Warih Wisatsana


Semenit Lalu Apel Lepas Perlahan dari Tangan
kepada: Arcana
Warih Wisatsana

Gampang terkelupas oleh sengat panas
            kulit tubuh ini tipis
mestinya bukan batas selapis napas

Semenit lalu, ya semenit lalu, seperti biasa
segelas bir tumpah tak sengaja di atas meja

Setengah mabuk seolah tengah khusuk berdoa
            sepasang kekasih saling berbagi bisik

Di dinding remang menulis pesan kenangan
            seperti grafiti penuh arti
seakan ingin menjadi kaligrafi penuh janji

bukan tubuh, melainkan ruh yang ingin kusentuh

Ya, semenit lalu, semua bahagia bertegur sapa
            bertukar nama dan alamat
Dengan mata uang dilontarkan bergiliran ke udara
            sebagian tertawa menghitung peruntungan
Yang lain pura-pura percaya nujuman masa depan.
Di lorong lengang seorang perempuan sawo matang
mencuri ciuman di detik indah yang tak terbayang

Di pantai ikan-ikan riang mencuri cahaya
            dari kerlip bintang-bintang
Dua lelaki tua dari dua benua tak henti bercerita
mengenang nasib baik mereka di perang dunia kedua.

Di tengah musik yang gaduh, menahan keluh
semut-semut beriringan mencari jalan pulang
            di sela dupa yang letih menyala.

Seperti biasa, ya seperti biasa, sopir taksi tidur
            anjing pun lelap tidur, berbagi dengkur

Televisi tak mati mati menayangkan gambar kabur
anak-anak yang mengerang, yang kepalanya remuk
di jalan setapak sebelum yerusalem sebelum bait suci.

Di sini di detik yang sama, ibu muda jelita
pitanya warna warni mimpinya warna warni
            bergegas menyeberangi malam
lepas bergulingan disentuh embun jalanan
mengering seketika jadi arang di seberang.

Semenit lalu, ya semenit lalu, tak ada
            yang ingin lenyap menjadi asap
tak ada yang ingin hilang jadi puing bayang.

Lalu Tuhan; seperti biasa, ya seperti biasa.

2002 - 2003


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Semenit Lalu Apel Lepas Perlahan dari Tangan | Warih Wisatsana dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Semenit Lalu Apel Lepas Perlahan dari Tangan | Warih Wisatsana ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-semenit-lalu-apel-lepas-perlahan.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Semenit Lalu Apel Lepas Perlahan dari Tangan | Warih Wisatsana Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Semenit Lalu Apel Lepas Perlahan dari Tangan | Warih Wisatsana salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |