Sunday, April 27, 2014

Puisi Kasidah Lilin | Moh. Wan Anwar


Kasidah Lilin
-- 27 mei
Moh. Wan Anwar

pada hari ini telah kaugenapkan hitungan napas
dengan iringan kasidah cahaya. Dua puluh tiga tahun
waktu dan cuaca menguji setiamu pada bumi
langit yang menciptakan musim dan cakrawala
aku harap kaupun menyala, meski angin teramat deras
menggempur pepohonan yang sedang khusuk ruku
di jiwamu. Meliuklah seperti para darwis
mengikuti loncatan irama dalam batin
seperti para penari yang bercakap dengan
gerak tubuhnya sendiri. Mabuklah bersama pengembara
menjelajahi ruang-ruang yang tak pernah terjangkau
pikiranmu. Dan pada detik-detik yang lambat ini
akan kauundang para malaikat untuk membasuh
rambut dan lumpur yang membaluri kulit tubuhmu
bersiaplah kau dari pedang yang tiba-tiba
membelah dadamu, menghapus bercak-bercak
hitam bersembunyi dalam lipatan-lipatan kalbu
dan ketika kautiup nyala api pada tubuhku
pahami: aku kekal menyala dalam kekosonganmu

Bandung, 1996


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kasidah Lilin | Moh. Wan Anwar dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kasidah Lilin | Moh. Wan Anwar ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-kasidah-lilin-moh-wan-anwar.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Kasidah Lilin | Moh. Wan Anwar Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Kasidah Lilin | Moh. Wan Anwar salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |