Sunday, April 27, 2014

Puisi Efitap Penyair Terlupakan | Warih Wisatsana


Efitap Penyair Terlupakan
-- Gimin Artekjursi --
Warih Wisatsana

Tak terkubur, duniamu tak terkubur
Di bulan Agustus yang bukan milikmu
kereta-kereta mati
            mengiring hari
                        ke makam tua
mengantar penyair mengusap nisan
dalam isak sajak yang paling rahasia

Ada ibu muda duduk tertunduk
            tanpa suara
ada bayi membiru di pangkuan
mengulum ibu jari merah ungu

Roda kereta berderak di kelok setapak
Bukan di mana
                        bukan ke mana
Tapi di sini nun di lembah pujian ini
padang pun lepas terbuka
                        begitu luas dibaca
kubur nganga begitu senyap ditatap!
Tangan haus menulis, tangan pipihmu
yang tak mau henti ngembara
                                    kini gemetar melintasi
Malam piatu
            bagi semua ibu
                        yang tersedu

Begitu pucat
            rumput tercerabut
membelah sisa dunia yang kau pijak
Namun kertas putih hampa
                                    pena sebatangkara
tak akan percuma menagih nyawa kata

Tak terkubur penyair, namamu tak terkubur.

2000


Anda sedang membaca kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Efitap Penyair Terlupakan | Warih Wisatsana dan anda bisa menemukan kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Efitap Penyair Terlupakan | Warih Wisatsana ini dengan url http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com/2014/04/puisi-efitap-penyair-terlupakan-warih.html,anda juga bisa meng-click kumpulan/contoh/artikel/puisi/sajak/pantun/syair/tentang/tema/bertema/judul/berjudul Puisi Efitap Penyair Terlupakan | Warih Wisatsana Tetapi dilarang merubah isi maupun mengganti nama penyair/pengarang nya karena bertentangan dengan HAKI, semoga anda ter-inspirasi dengan karya Puisi Efitap Penyair Terlupakan | Warih Wisatsana salam Karya Puisi

0 comments:

Post a Comment

Loading
 

kumpulan karya Puisi | Copyright 2010 - 2016 Kumpulan Karya Puisi |